news
LIGA INTERNASIONAL
Dilarang Gunakan Kamar Ganti dan Tak Boleh Parkir, Penyerang Almeria Ini Punya Karier Getir bersama Steven Gerrard
16 October 2020 10:27 WIB
berita
Umar Sadiq (kanan) saat bersama Steven Gerrard ketika kali pertama diperkenalkan sebagai pemain Rangers pada 2018 lalu -Topskor.id/istimewa
ALMERIA - Pelatih Rangers FC, Steven Gerrard, tampaknya berutang penjelasan kepada pemain yang pernah di bawah kepelatihannya: Umar Sadiq.

Pada 2018 lalu, Sadiq memang bergabung ke klub asal Skotlandia tersebut dengan status pinjaman. Dalam kariernya di tim asuhan Gerrard itu, dia hanya tampil dalam empat pertandingan di semua ajang (2018/19).




Baca Juga :
- Striker Napoli Victor Osimhen Positif Corona, Diragukan Tampil Lawan Juventus
- Bek Kanan, tapi Pemain Rangers Ini Lebih Produktif daripada Lima Top Scorer Eropa


Meski demikian, dalam keterangannya kepada Sunday Post, Sadiq mengakui kariernya di klub tersebut sangat buruk, bahkan dapat dikatakan sebagai mimpi buruk.

Bukan karena soal performanya di lapangan karena memang dirinya tidak mendapatkan kesempatan yang cukup tampil dalam pertandingan melainkan karena sikap klub tersebut yang sebenarnya juga diketahui oleh Gerrard.


Baca Juga :
- Wayne Rooney Ingin seperti Lampard dan Gerrard Menjadi Pelatih Klub Papan Atas
- Ngeri! Mantan Pemain Udinese Ini Diculik dan Dikurung di Bagasi Berjam-jam


"Hanya beberapa hari setelah saya tiba di sana, mereka langsung mengatakan bahwa saya tidak boleh lagi menggunakan ruang ganti pemain. Saya harus melakukan semua justru ruang ganti tim junior. Lalu, beberapa hari kemudian, mereka juga melarang saya memarkir mobil di tempat parkir komplek latihan," kata Umar Sadiq, dengan nada heran.

Hingga sampai detik ini pun, dirinya masih belum mengetahui apa alasan di balik keputusan yang aneh tersebut. Yang pasti, semua perlakuan Rangers saat itu membuat dirinya merasa dihinakan.

"Karier saya di Rangers berubah menjadi mimpi buruk dan mereka tidak pernah memberikan penjelasan kepada saya secara personal, itu sungguh mengecewakan," kata Sadiq lagi.

Menurut Sadiq, semua itu terjadi setelah Rangers mendatangkan Kyle Lafferty. Meski demikian, pemain 23 tahun ini tetap tidak tahu apakah ada kaitan antara kedatangan Lafferty dengan dirinya.

"Saya merasa dihinakan, saya meminta penjelasan mengapa perlakukan mereka terhadap saya berubah, tapi saya tidak pernah mendapatkan sedikit jawaban pun, bahkan juga tidak dari Gerrard kepada saya atau kepada agen saya," kata Sadiq.

"Tidak ada respons. Mereka memperlakukan saya dengan cara yang tidak hormat, baik sebagai pemain maupun sebagai manusia," kata Sadiq.

Tentu saja, selama fase itu terjadi, dia berharap pelatihnya sendiri berbicara dengan dirinya apa alasan ini terjadi. "Ketika kontrak saya berakhir, bahkan Gerrard tidak pernah memanggil saya dan berbicara langsung atas apa yang terjadi. Itu sungguh sebuah kejutan dan saya tidak pernah menyangka sikap yang seperti itu," Sadiq menegaskan.

Sebagai pemain, karier pemain yang pernah memperkuat timnas Nigeria U-23 ini memang harus berpindah klub, bahkan dengan status pinjaman.

Mengawali karier dari Spezia, dia dipinjamkan ke sejumlah klub seperti AS Roma yang kemudian membelinya, lalu dipinjamkan ke Bologna, Torino, Rangers, atau Partizan Belgrade.

Musim lalu, bersama Partizan dia tampil dalam 10 laga mencetak enam gol. Kini, dia menjadi bagian dari klub Segunda (Divisi Dua) sepak bola Spanyol bersama Almeria di bawah asuhan Jose Gomes.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat