news
LIGA INGGRIS
Mayoritas Pesepakbola Liga Primer Biasa Pakai Jasa PSK. Mantan Striker Arsenal Ini Hanya Kenal 2 Pemain yang 100 Persen "Suci"
13 October 2020 20:21 WIB
berita
Buku otobiografi Nicklas Bendtner - TopSkor/Istimewa
MANTAN striker Arsenal, Nicklas Bendtner, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa banyak pemain di Liga Primer Inggris yang biasa menggunakan jasa pekerja seks komersial (PSK) bahkan pada malam menjelang pertandingan.

Semua itu tertulis dalam buku otobiografinya yang berjudul “Nicklas Bendtner: Both Sides” yang sebagian besar menceritakan pengalamannya selama berkiprah di Liga Primer bersama Arsenal.




Baca Juga :
- Nicolas Pepe Menyesal Menanduk Ezgjan Alioski
- Dortmund Siap 'Selamatkan' Karier Christian Eriksen di Januari Nanti


Striker 32 tahun asal Denmark yang merupakan alumnus akademi The Gunners ini meneken kontrak profesional untuk kali pertama pada 2005. Dia juga sempat memperkuat Birmingham dan Sunderland sebelum hengkang ke Jerman untuk bergabung dengan Wolfsburg pada 2014.

Bendtner mengatakan para pemain profesional lebih memilih berhubungan intim dengan pelacur daripada dengan perempuan biasa yang berpotensi memeras mereka.


Baca Juga :
- Mengharukan! Seorang Bocah Penderita Kanker Jadi Maskot Virtual dalam Laga Leeds lawan Arsenal
- Dani Ceballos dan David Luiz Ribut: Bocoran Insiden Pelatihan Membuat Marah bos Arsenal Mikel Arteta


Pernyataan Bendtner tidak terlalu mengejutkan karena sudah bukan rahasia lagi jika para pesepakbola profesional suka memakai jasa PSK seperti Wayne Rooney dan Kyle Walker yang pernah membuat heboh dengan menggelar pesta seks pada masa karantina Covid-19.

Pernah juga ada kisah tentang seluruh anggota tim nasional Israel yang tidur bersama PSK seusai pertandingan pada 1999 dan legenda Brasil, Ronaldo Nazario, yang pernah membawa tiga pelacur ke kamar hotelnya pada 2008.

“Kita mungkin bertanya-tanya kenapa PSK menjadi fenomena sangat populer di kalangan para pesepakbola profesional,” kata Bendtner.

“Jawabannya sangat sederhana. Itu karena mereka lebih minim risiko daripada mengambil gadis-gadis saat jalan-jalan di kota.

“Dan, jika kita biasa berselingkuh - saya pernah membaca bahwa hal itu berlaku bagi 46 persen warga Denmark - maka kita pasti tak akan berani melakukan itu dengan warga biasa.

“Apalagi jika kita pesepakbola terkenal. Saya tahu banyak insiden yang melibatkan pelacur.

“Tapi, sata juga tahu banyak cerita mengenai pemerasan di media sosial.

“Kita bicara soal para pencari keuntungan dari kehidupan malam di mana mereka bercinta kemudian mengambil foto kita saat sedang tidur.

“Dengan foto-foto itu sebagai kartu as, mereka bisa menuntut sejumlah uang agar mereka tutup mulut.

“Sebaliknya, PSK punya bisnis yang harus mereka lindungi.

“Jadi, ya, saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, para pemain sering memakai jasa PSK, bahkan sehari menjelang pertandingan saat tim mereka menginap di hotel.

“Apakah itu salah? Pastinya, dan saya pribadi lebih bergairah saat bercinta dengan wanita yang berhasil saya rayu daripada harus membayar seseorang.

“Tapi, saya juga tak menganggap aneh jika sebagian dari kolega saya suka memakai jasa PSK.”

Bendtner bahkan menyebut para pemain yang 100 persen suci alias tidak pernah memakai jasa pelacur jumlahnya jauh lebih sedikit daripada mereka yang melakukannya.

Dia bahkan menyebut kemampuan untuk sepenuhnya bertahan dari godaan bercinta dengan PSK adalah sebuah prestasi istimewa. Bendtner mengaku hanya mengenal segelintir pemain di eranya di Liga Primer yang benar-benar “suci” seperti mantan gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, dan pelatih Arsenal, Mikel Arteta.

R
Penulis
Rijal Al Furqon