news
LIGA INGGRIS
Krisis Covid-19 Tidak Berlaku di Liga Primer! Ini Fakta-Fakta Menarik Seputar Bursa Transfer Musim Panas 2020
13 October 2020 17:42 WIB
berita
Kai Havertz - TopSkor/Istimewa
BURSA transfer musim panas tahun ini berlangsung dalam kondisi tidak biasa lantaran wabah virus Corona. Pengeluaran klub untuk membeli pemain menjadi jauh berkurang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran krisis finansial yang ditimbulkan pandemi global itu.

Tapi, krisis tersebut tampaknya tidak berlaku bagi Liga Primer karena klub-klub di kancah elite Inggris itu tetap royal di pasar transfer musim panas ini. Pengeluaran mereka jauh lebih tinggi daripada gabungan pengeluaran liga-liga top Eropa lainnya.




Baca Juga :
- Barcelona Krisis Pertahanan, De Jong Ditarik ke Belakang Melawan Ferencvaros
- Kekompakan Messi dan Griezmann Semakin Baik di Lapangan


Secara keseluruhan pengeluaran klub-klub Liga Primer di pasar transfer musim panas tahun ini mencapai 1,4 miliar euro (Rp24,3 triliun). Nilai ini tidak terlalu jauh dari rekor pengeluaran pada musim panas 2019 yang mencapai 1,56 miliar euro (Rp27,088 triliun).

Urutan kedua ditempati Serie A Italia, tapi total pengeluarannya hanya sekitar separuh dari pengeluaran klub-klub Inggris, hanya 763 juta euro (Rp13,2 triliun) atau 35 persen lebih rendah daripada investasi tahun lalu.


Baca Juga :
- Memphis Depay Menjawab Kritik Fans dengan Satu Kalimat yang Menohok
- Perbedaan Messi, Maradona, dan Cristiano Ronaldo yang Bisa Membuat Fans Barcelona Marah


Ligue 1 Prancis menempati peringkat ketiga dengan 449 juta euro (Rp7,7 triliun) atau menurun 37 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Peringkat keempat diduduki oleh La Liga Spanyol dengan 405 juta euro (Rp7,033 triliun). Tapi, secara persentase, penurunan pengeluaran klub-klub Spanyol di bursa transfer musim panas tahun ini adalah yang terbesar di antara liga-liga top Eropa yaitu 69 persen. Pasalnya, pengeluaran mereka tahun lalu mencapai 1.331 (Rp23,1 triliun).

Urutan kelima atau juru kunci ditempat oleh Bundesliga dengan total pengeluaran hanya 321 juta euro (Rp5,5 triliun). Seperti La Liga, nilai investasi klub-klub Jerman musim panas tahun ini juga anjlok drastis karena menurun 57 persen daripada tahun lalu.

Sementara itu, Chelsea merupakan tim yang paling royal di pasar transfer musim panas tahun ini dengan mengeluarkan dana 247 juta euro (Rp4,2 triliun) untuk mendatangkan bintang-bintang seperti Kai Havertz, Timo Werner, dan Hakim Ziyech.

Besarnya pengeluaran The Blues musim panas ini tidak terlalu mengejutkan mengingat setahun yang lalu mereka tidak bisa berbelanja di pasar transfer lantaran sanksi yang dijatuhkan FIFA.

Sementara itu, Havertz yang dibeli Chelsea dari Bayer Leverkusen dengan harga 80 juta euro (Rp1,3 triliun) tercatat sebagai pemain termahal di bursa musim panas tahun ini.

Di pihak lain, Barcelona yang gagal memenangi satu gelar pun musim lalu mencatatkan fakta ironis. Los Azulgrana justru mendapatkan lebih banyak uang dari penjualan pemain (126,5 juta euro atau Rp2,197 triliun) daripada uang yang dikeluarkan untuk merekrut pemain (124 juta euro atau Rp2,153 triliun).

R
Penulis
Rijal Al Furqon