news
INFOGRAFIS
INFOGRAFIS: Publik Eropa Heran, mengapa Talenta seperti James Disia-siakan Real Madrid
10 October 2020 12:16 WIB
berita
James Rodriguez, playmaker Everton yang sukses setelah meninggalkan Real Madrid -Topskor.id/Grafis: Jupri Lubis
BARRANGUILLA - James Rodriguez membawa Kolombia menang 3-0 dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan, pagi tadi.

Kapten Los Cafeteros ini memang tidak mencetak gol dan juga tidak memberikan assist namun perannya sebagai kapten dalam laga ini salah satu kunci pasukan Carlos Queiroz meraih tiga poin pada laga awal kualifikasi.




Baca Juga :
- El Clasico Barcelona vs Real Madrid: Koeman vs Zidane, Messi vs Ramos, Griezmann vs Benzema
- Sergio Ramos Pulih, Zidane Tekankan Madrid Taklukkan Barcelona


Performa James sekaligus meneruskan penampilannya yang mengesankan di tingkat klub, bersama Everton di Liga Primer.

Jelang pertandingan ini, James memang menjadi perhatian dengan tiga gol dan tiga assist yang diciptakannya untuk Everton dalam semua ajang.


Baca Juga :
- Live Streaming El Clasico Barca vs Madrid Malam Ini
- Dinilai Bapuk, Griezmann Belum Tentu Main di El Clasico


James menjadi fenomena di awal musim kompetisi liga Eropa bergulir karena apa yang diperlihatkannya bersama The Toffees seperti perbedaan 360 derajat dengan kesannya di Real Madrid sebagai pemaing yang dinilai gagal.

Ada sejumlah kontradiksi antara James dan Madrid dalam perbandingan. Masih banyak yang tidak memahami, mengapa talenta seperti James Rodriguez, yang memberikan total 42 assist untuk Madrid justru disia-siakan pelatih Los Merengues, Zinedine Zidane?

"Hanya dalam satu bulan setelah meninggalkan Madrid, James telah memberikan pukulan kepada ZIdane" demikian arti salah satu judul dari pers Spanyol, Marca, terkait perbandingan antara James dan Zidane.

Madrid contohnya. Meski mereka memimpin klasemen sementara La Liga, penampilan Sergio Ramos dan kawan-kawan tetap dinilai masih di bawah harapan karena itu mereka pun mendapatkan kritik, dan kritik itu langsung mengarah kepada Zidane.

Sebaliknya, baik itu pers maupun suporter, justru memberikan pujian terhadap James terkait performanya bersama Everton yang kini juga memimpin klasemen sementara.

Jika James kini dalam suasana psikologis yang positif, bahagia di Everton dan penampilannya setelah mendapatkan tempat inti, berbeda dengan yang dialami Zidane.

Pelatih asal Prancis ini kerap menghadapi situasi tensi yang tinggi, bahkan kabarnya Zidane sempat memberikan kritik kepada pers yang bertanya kepadanya terkait masa depan pemain seperti Luka Modric dan Borja Mayoral.

Banyak lagi sejumlah perbedaan antara James dan Zidane. Termasuk tentang isu Madrid yang krisis gol dari lini depannya meski meraih tiga kemenangan dari empat laga lawan La Liga.

Kondisi tersebut memang berbeda jika dibandingkan dengan James, yang mencetak tiga gol dan memberikan tiga assist.

James telah menemukan kembali kepercayaan dan kemampuan terbaiknya justru di bawah pelatih yang memang sudah sangat dikenalnya ketika masih di Madrid, Carlo Ancelotti.

James datang ke Madrid pada 2014 ketika Madrid di bawah kepelatihan Ancelotti. Kehadirannya ketika itu membuat Los Merengues semakin kuat setelah mereka memiliki bintang seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan Karim Benzema.

Bersama Ancelotti ketika masih di Madrid, James tampil dalam 40 pertandingan dan mencetak 17 gol pada musim pertamanya di Santiago Bernabeu.

Namun, kemudian seperti diketahui Ancelotti pergi meninggalkan Madrid dan setelah itu James tidak pernah lagi meraih pencapaian tersebut.

Kariernya semakin sulit sejak Zidane tiba pada 2016 lalu. James pun tidak pernah lagi mendapatkan kepercayaan dari Zidane sehingga pemain ini pun dipinjamkan ke Muenchen pada 2017.

Meski statistiknya di musim pertamanya di Madrid adalah yang terbaik dalam kariernya, namun James mampu memberikan angka yang mendekati performa tersebut.

Bahkan, dalam kariernya selama di La Liga, James masih termasuk pemain yang kreatif dalam daftar 10 besar.

Menurut Opta, James memberikan sekitar 189 kali menciptakan peluang selama kariernya di La Liga, dia lebih baik dibandingkan dengan Luis Suarez atau Benat Etxeberia.

Inilah salah satu data yang membuat publik Madrid kini mulai tidak mengerti, mengapa Zidane begitu mudah tidak menempatkan James dalam starter, malah membuangnya.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat