news
LIGA INGGRIS
James Rodriguez Sudah Menaklukkan Liga Primer Justru karena Permainannya yang Mudah dan Sederhana
07 October 2020 19:09 WIB
berita
Gelandang Everton, James Rodriguez (tengah) saat merayakan gol dengan rekan setimnya di ajang Liga Primer -Topskor.id/asdiario
LIVERPOOL - James Bond? James Rodriguez, gelandang ini bisa diibaratkan tokoh dalam film James Bond. Gelandang timnas Kolombia ini telah mencuri perhatian, pemain baru yang membuat Liga Primer menyerah karena kemampuannya.

Ya, ketika sejumlah pemain mengalami kesulitan bermain di Liga Primer, James hanya membutuhkan empat pertandingan untuk menaklukkan liga paling kompetitif dan atraktif dalam sepak bola Eropa ini.




Baca Juga :
- Jose Mourinho vs Frank Lampard, antara Cinta dan Benci: Persahabatan Keduanya Telah Berakhir pada 2014 Silam
- Parah, dalam Tiga Laga Terakhir di La Liga, Real Madrid Sudah Kena Lima Kali Penalti


Dalam empat pertandingan awal Liga Primer musim ini, James telah mencetak tiga gol dan memberikan dua assist.

Termasuk dua gol dan satu assist yang diciptakannya pekan lalu ketika The Toffees menang atas Brighton Albion.


Baca Juga :
- Ini Awal Terburuk Real Madrid dari Semua Musim, Kata Zidane
- Pierre-Emerick Aubameyang: Saya Masih Belajar Jadi Pemain Sayap Kiri


Itu merupakan kemenangan keempat Everton dari empat laga awal Liga Primer 2020/21. Dengan hasil tersebut, Everton kini memimpin puncak klasemen sementara dengan poin sempurna, 12 poin.

Sukses tersebut karena faktor kehadiran James yang bergabung dari Real Madrid dengan status bebas transfer.

Kini, ketika kompetisi jeda karena ajang internasional (timnas), rapor Everton tersebut menjadi perhatian.

Melihat Everton memimpin puncak klasemen sementara ketika kompetisi telah berjalan empat putaran memang bukan sebuah pencapaian yang biasa.

Di Inggris, nama James semakin menarik perhatian karena mereka kini mulai mengagumi sekaligus bertanya, pemain yang selama ini mengalami karier yang buruk di Madrid justru mampu memberikan perbedaan besar dan kejutan dalam persaingan di Liga Primer.

Bahkan, James pun bukanlah pemain yang diandalkan pelatih Los Merengues, Zinedine Zidane. Efek James pun mulai mendapatkan sejumlah pujian. Pertama tentu pelatih Everton sendiri, Carlo Ancelotti.

"Kualitas yang dia miliki membuatnya lebih mudah dalam bermain. Sepak bola yang dimainkannya tidaklah rumit bahkan sederhana. Dia menyukai ruang yang dia gunakan dalam memberikan operan atau umpan," kata Ancelotti.

Menurut pelatih asal Italia ini, ketika James tidak memiliki ruang karena tekanan dari lawan, dia hanya memberikan operan yang sederhana.

Salah satu pemain yang sudah mendapatkan berkah dari kehadiran James adalah penyerang Everton, Calvert-Lewin, yang saat ini sudah menjadi pencetak gol terbanyak sementara Liga Primer dengan enam gol.

Lewin mengakui bahwa dirinya sangat mengagumi rekannya tersebut. "James adalah pemain kelas elite. Anda dapat melihat ketika dia menguasai bola, kualitas yang dimilikinya," kata Lewin, memberikan pujian untuk pemain 29 tahun tersebut.

"Dia membuat kami memiliki koneksi yang baik dalam permainan, membuat ruang. Ketika dia bermain lebih ke depan, dia menciptakan peluang dan itulah semua yang kami butuhkan dan harapkan," kata Lewin lagi.

Ukir Sejarah

Karena James dan perannya, Everton mencatatkan rapor yang sangat mengesankan. Ini kali pertama sejak 50 tahun terakhir, Everton berhasil kembali meraih empat kemenangan dari empat laga awal kompetisi tertinggi sepak bola Inggris.

Pencapaian Everton seperti saat ini memang hanya terlihat pada 1969/70, ketika saat itu mereka berhasil meraih gelar Liga Primer (Divisi Satu). Ketika itu, Everton memiliki barisan bintang seperti Alan Ball, Colin Harvey, dan Howard Kendall.

Sejak itu, Everton tidak pernah lagi meraih empat kemenangan beruntun, hingga akhirnya Ancelotti berhasil mengukir rekor tersebut kembali.

Bahkan, kemenangan atas Crystal Palace pada pekan ketiga Liga Primer, juga merupakan kali pertama mereka meraih tiga kemenangan beruntun di awal kompetisi, sejak 1993/94.

Yang menarik, ini kali keenam dalam sejarah Everton mampu mengukir rapor mengesankan tersebut. Dan, dalam enam pencapaian itu, empat di antaranya berakhir dengan gelar juara yaitu 1890/91, 1938/39, 1962/63, dan 1969/70.

Dengan demikian pula, sejak kali pertama kompetisi dengan format Liga Primer pada 1992, hanya delapan tim yang mampu meraih empat kemenangan dalam empat laga awal kompetisi. Itu juga dengan catatan selisih gol minimal 12 atau lebih.

Mereka adalah Newcastle United (1994/95) yang di akhir musim hanya berada di posisi keenam. Lalu Arsenal pada 2004/05 dan Chelsea 2010/11 namun keduanya hanya di posisi kedua di akhir musim.

Lalu ada Manchester City pada 2011/12 yang berhasil tampil sebagai juara, Manchester United pada 2011/12 yang hanya runner-up, Chelsea pada 2014/15 sukses sebagai juara, dan terakhir Liverpool pada 2019.

Dengan deretan data tersebut, wajar jika kemudian pendukung Everton sangat antusias dengan performa tim kebanggaan mereka. Pendukung Everton mulai berharap jika musim ini mereka mampu bersaing untuk memperebutkan posisi atau tiket Liga Champions.

Musim lalu, Everton memang melalui musim yang sulit dengan sejumlah cedera yang menghantam dan membuat mereka mengakhiri musim hanya di posisi 12.

Kini dengan dengan kekuatan lini tengah yang lebih segar seperti pembelian Allan dan khususnya James, lalu dengan pelatih berpengalaman seperti Ancelotti, plus ditambah dengan sosok Calvert Lewin yang terus mencetak gol, pendukung Everton sudah mulai bermimpi.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat