news
LIGA SPANYOL
Harus Diakui, Koeman yang Menyelamatkan Karier Coutinho di Barcelona
30 September 2020 19:26 WIB
berita
Philippe Coutinho (kiri) saat mendapatkan instruksi dari pelatih Ronald Koeman -Topskor.id/bild
BARCELONA - Dari pemain yang tidak dibutuhkan, lalu menjadi musuh Barcelona, Philippe Coutinho kini justru menjadi bintang Los Azulgrana, pemain yang malah memiliki peran sangat penting di tim asal Katalunya tersebut.

Hampir setahun berlalu, tepatnya Agustus 2019, nasib Coutinho dinilai menuju ketidakpastian. Kariernya di Barcelona dianggap telah benar-benar berakhir ketika dirinya dipinjamkan ke Bayern Muenchen.




Baca Juga :
- Ini Skuat Barcelona untuk Laga lawan Juventus, Tanpa Philippe Coutinho dan Gerard Pique
- Pidato Terakhir Josep Bartomeu, Ia "Menyerang" Pemerintah Catalan


Namun, semua berubah sangat cepat. Bahkan, publik Barcelona kini seperti telah melupakan dan memaafkan dengan cepat gol yang diciptakannya untuk Muenchen ke gawang Barcelona.

Dua gol Coutinho yang ikut tercatat sebagai hasil paling kelam dalam sejarah tim ini. Hingga titik itu, banyak pula yang menilai akan sangat mustahil Coutinho kembali diterima oleh Barcelona khususnya oleh pendukung tim ini.


Baca Juga :
- Josep Bartomeu Bukan Lagi Presiden FC Barcelona
- Miralem Pjanic: Saya Akan Menceritakan kepada Cucu Saya bahwa Saya Pernah Bermain bersama Messi dan Ronaldo


Meski demikian, semua itu seperti tidak pernah terjadi. Pemain 28 tahun ini datang ke Barcelona yang kini justru menempatkannya sebagai sosok paling penting di tim ini.

Semua ini karena peran Ronald Koeman. Terlepas dari sikapnya yang sinis dan dingin dalam membuat perubahan di Barcelona, termasuk mendepak bintang seperti Luis Suarez dan Arturo Vidal, fakta bahwa Koeman pantas mendapatkan pujian.

Meski musim baru dimulai, apa yang telah dilakukan Koeman terkait Coutinho menjadi sisi positif yang tidak dapat terbantahkan.

Selama ini, sejumlah pelatih Barcelona seperti telah menyerah untuk menempatkan Coutinho. Hingga akhirnya, Barcelona kemudian lebih suka mengubur persoalan Coutinho yang tidak maksimal saat itu dengan cara meminjamkannya ke Muenchen.

Koeman tidak demikian. Dia berhasil melihat posisi atau peran yang tepat yang tidak pernah terlihat oleh pelatih Barcelona sebelumnya. Koeman menempatkan Coutinho sebagai mediapunta atau playmaker yang bermain di belakang false 9 yaitu Lionel Messi, dalam pola 4-2-3-1.

Dari posisinya inilah yang membuat dirinya mampu memberikan assist bagi gol yang diciptakan Ansu Fati saat Barca menang atas Villarreal. Dari posisinya ketika itu, Coutinho memberikan assist, menggiring bola, menembak ke arah gawang.

Lawan Villarreal, dia memberikan 43 operan, 47 kali sukses menggiring bola, dan koneksinya dengan rekan setimnya di lini depan pun sangat mengesankan. Inilah peran baru Coutinho di Barcelona.

Posisi tersebut ternyata justru berhasil mengeluarkan potensi terbaik dari mantan bintang Liverpool ini. Coutinho kini terlihat benar-benar sebagai pemain termahal dalam sejarah Barcelona, yang dibeli dengan nilai 120 juta euro.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat