news
UMUM
Terdampak Pandemi, Sepak Bola Seharusnya Juga Dapat Stimulus dari Pemerintah
30 September 2020 08:52 WIB
berita
Menpora Zainudin Amali (kanan) dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat menggelar jumpa pers di sela menonton latihan Timnas U-19 di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 28 Agustus 2020 -- Topskor / Husni Yamin
JAKARTA – Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, mendukung langkah PSSI menunda kompetisi Liga 1 dan Liga2. Seperti diketahui, kedua kompetisi tersebut awalnya akan dilanjutkan Oktober mendatang.

Namun, PSSI setelah berdiskusi dengan Kemenpora setelah tidak mendapat rekomendasi menggelar kompetisi dari kepolisian, Selasa (29/9/2020), memutuskan kompetisi ditunda dan diupayakan digelar bulan November.




Baca Juga :
- Klub Rugi Finansial, Persebaya Minta PSSI dan LIB Tegas Hentikan Kompetisi 2020
- Serba Sulit! PSSI dan PT LIB Gelar Pertemuan Hari Ini, Masih Cari Solusi Kelanjutan Kompetisi


“PSSI di bawah kepemimpinan Mochamad Iriawan saat ini memang berada dalam posisi dilematis. Istilahnya, the rightman on the wrong moment. Momen untuk melanjutkan saat ini tidak tepat karena Covid-19 gelombang kedua sedang meninggi di Indonesia,” kata Akmal.

Pria yang juga koordinator Save our Soccer ini menilai, lepas dari ditundanya kelanjutan kompetisi, pemerintah dan pihak berwenang jangan lepas tangan.


Baca Juga :
- Museum Olahraga Nasional Bersertifikat CHSE
- Nilai Positif TC Timnas U-19 Indonesia di Spanyol


Kemenpora bersama BOPI menurutnya harus segara mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan olahraga dari problem multideminsi akibat covid-19.

"Utamanya, masalah ekonomi. Harusnya Kemenpora memperjuangkan agar para pelaku olahraga (dalam hal ini sepak bola) mendapatkan stimulus dari pemerintah layaknya seniman dan budayawan yang mendapatkan bantuan ekonomi di tengah pandemi,” kata Akmal. 

“Sejauh ini belum ada langkah-langkah konkret dari kemenpora terkait olahraga Indonesia di tengah pandemi. Padahal, olahraga adalah penjaga imunitas terbaik saat ini saat Covid-19 belum ditemukan vaksinnya," ucapnya.

Sepak bola menurutnya juga harus dapat stimulus karena potensi ekonomi yang bergulir sangat besar.

“Dalam setahun lebih dari Rp 3 triliun uang berputar di sepak bola. Ini perlu perhatian khusus pemerintah,” kata Akmal.

Lanjutan Liga 1 musim 2020 awalnya dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021. Liga 2 2020 sebelumnya direncanakan bergulir pada 17 Oktober-5 Desember 2020.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyatakan, pihak Mabes Polri untuk sementara tidak memberikan izin keramaian karena kasus Covid-19 yang masih tinggi. Ia mengerti bahwa pertimbangan Polri adalah keselamatan semua pihak dan kemanusiaan.

“Kami juga menyadari fakta di lapangan memang demikian. Polri mengeluarkan maklumat menegaskan tidak menggelar izin keramaian di semua tingkatan. Oleh karena itu, PSSI menghormati dan memahami keputusan mabes Polri. Tentu pertimbangan keamanan dan keselamatan paling utama," ujar Iriawan.

Iriawan sebenarnya ingin menghentikan kompetisi termasuk Liga 1 2020, mengingat kondisi saat ini. Tapi, di satu sisi, keputusan itu akan berdampak pada nama baik Indonesia di hadapan FIFA serta AFC.

"Kita tahu jika kompetisi ini tidak berlanjut itu akan menghilangkan satu generasi sepakbola nasional. Timnas juga tidak akan bisa mengikuti agenda FIFA maupun AFC, yang mungkin dipandang tidak baik oleh mereka. Sekali lagi PSSI menghormati keputusan yang diambil oleh pihak kepolisian," urai Iriawan.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, mengapresiasi sikap PSSI terhadap kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 yang harus ditunda. Diakui sikap tersebut tidak lepas dari kesadaran akan pentingnya keselamatan umum.

"Apa yang dilakukan Ketum PSSI dan jajaran pengurus serta LIB adalah bentuk yang harus kami apresiasi. Saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga mengapresiasi sikap dari ketum," kata Menpora.

"Saya juga mohon kepada seluruh insan sepak bola nasional, baik itu pemain, pelatih, para penyelenggara, wasit, dan lain sebaginya juga bisa memahami keputusan federasi. Kita berharap pandemi ini akan segera berakhir dan sesuai rencana akan ada kelanjutan kompetisi ini. Sebulan ke depan ini semoga ada tanda-tanda membaik sehingga kita bisa melakukan kompetisi kembali," kata dia.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id