news
LIGA 2
Sudah Jor-joran di Bursa Transfer, PSMS Sebut Penundaan Kompetisi Makin Menambah Beban Klub
29 September 2020 21:54 WIB
berita
Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja / Foto : Media PSMS
MEDAN – Kabar penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang diumumkan PSSI siang tadi, memang bagaikan petir di siang bolong bagi klub-klub kontestan.

Termasuk PSMS Medan, klub Liga 2 yang begitu ambisius dan sudah mendatang banyak pemain Liga 1 serta pelatih level Liga 1, Gomes De Oliveira.




Baca Juga :
- Semen Padang Angkat Bicara soal Pemain yang Ikut Tarkam
- Pemain Liga 1 dan Liga 2 Indonesia Akan Menjalani Vaksinasi Covid-19, LIB Akan Koordinasi dengan Menkes dan Satgas


Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, menyebut bahwa penundaan Liga 1 dan Liga 2 2020 semakin menambah beban klubnya.

"Dengan tertundanya liga ini, artinya klub dirugikan. Semua tim peserta pasti mengeluh," ujar Julius dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2020).


Baca Juga :
- Cara Mengelola Klub Profesional – BOLA JUMAT KERAMAT
- Mengungkap Tersangka Korupsi Renovasi Stadion Mandala Krida yang Bernilai Rp80 Miliar


Menurut dia, salah satu yang menjadi beban dengan ditangguhkannya kompetisi yaitu kemungkinan tidak adanya pemasukan subsidi.

Padahal, keberadaan subsidi saja tidak serta merta membuat pengeluaran klub setimpal dengan pemasukan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sendiri belum memutuskan soal kelanjutan subsidi untuk tim-tim Liga 1 dan 2 saat kompetisi ditunda.

Namun, mereka memastikan sudah mencairkan subsidi tahap pertama untuk kompetisi di tengah pandemi Covid-19 pada September 2020. Yakni Rp 800 juta per tim Liga 1 dan Rp 150 juta per tim Liga 2.

"Katakanlah klub (Liga 2) membutuhkan Rp 650 juta untuk satu bulan, sementara subsidi Rp 150 juta, jadi minus Rp 500 juta," ujar Julius.

Keadaan tidak semakin baik karena jadwal liga yang tidak pasti membuat sponsor ragu-ragu memberikan dukungan kepada klub maupun operator kompetisi (PT LIB).

Padahal, klub-klub sudah susah payah berjuang untuk operasional tim yang mempersiapkan diri untuk liga.

"Rata-rata tim sudah jor-joran mengeluarkan duit demi memberikan yang terbaik bagi para pemain," kata Julius.

Dengan situasi seperti ini, Julius meminta PSSI lebih tegas memutuskan masa depan liga.

Andai tidak bisa dilanjutkan bulan November 2020, dia mengusulkan agar PSSI meniadakan kompetisi sepak bola nasional.

"Jadi tidak ada keputusan menunggu lagi. Nanti waktunya kembali tidak pas. PSSI harus mengambil ketegasan, yes or no," ujar Julius.

Lanjutan Liga 1 musim 2020 awalnya dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021.

Sementara Liga 2 Indonesia 2020 sebelumnya direncanakan bergulir pada 17 Oktober-5 Desember 2020.

Selain pelatih Gomes Oliveira, Tim Ayam Kinantan sebelumnya juga merekrut pemain-pemain berpengalaman macam Ferdinand Sinaga, Paulo Sitanggang, Immanuel Wanggai, Hanis Saghara, OK John, dan lain-lain.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id