news
LIGA 1
Merasa Dirugikan, Madura United Minta Ketegasan PSSI dan PT LIB
29 September 2020 19:44 WIB
berita
Direktur PT Polana Bola Madura, Ziaul Haq Abdurrahim – TopSkor.id / Noval Luthfianto
PAMEKASAN – Ditundanya kompetisi Liga 1 2020 membuat klub merasa dirugikan. Salah satunya adalah tim Madura United.

Sebagaimana diketahui Kemenpora dan PSSI telah resmi mengumumkan diundurnya Liga 1 dan Liga 2, yang sedianya dimulai Oktober ini diundur jadi November.




Baca Juga :
- Ketimbang Tarkam, Winger PSS Sleman Ini Pilih Memancing untuk Tambah Penghasilan dan Latihan
- Borneo FC Siap Tandang ke Johor Darul Takzim


Direktur PT PBMB yang mengelola Madura United, Zia Ul Haq, menyampaikan dalam lanjutan kompetisi Liga 1 sejak awal Madura United mengambil sikap sebagai klub yang tidak sepakat.

"Untuk lanjutan kompetisi dengan alasan utama situasi dan kondisi wabah Covid 19 belum jelas penanganannya," ujar Zia Ul Haq, Selasa (29/9/2020).


Baca Juga :
- Madura United Bangun Stadion Baru untuk Akademi dan Pusat Latihan
- Gelandang Persebaya Mengadopsi Kucing Gara-gara Film Upin Ipin


Menurut dia dalam perkembangan terakhir, saat keputusan apakah kompetisi akan dilanjutkan atau tidak melalui mekanisme voting. "Klub yang tidak ingin melanjutkan kalah suara," ujarnya.

Zia Ul Haq menjelaskan, sejak adanya keputusan kompetisi akan dilanjutkan dan draf jadwal sudah diterima, timnya sudah meningkatkan intensitas latihan.

Mereka juga mendatangkan para pemain asing yang sebelum itu sudah pulang ke negaranya masing-masing.

"Proses mendatangkan pemain asing, bukan perkara mudah karena mereka juga harus menjalani serangkaian protokol kesehatan dan administrasi imigrasi,” katanya.

“Madura United membutuhkan kepastian secara tegas dari PSSI dan PT LIB tentang lanjutan kompetisi. Jangan sampai diundur satu bulan kemudian berakhir seperti hari ini lagi," kata Zia Ul Haq.

Dengan tidak adanya kepastian ini Zia mengatakan klub akan sangat dirugikan. "Misalnya tim tamu sudah booking hotel dan tim tuan rumah sudah memaksimalkan energi dan sumber daya untuk pelaksanaan pertandingan," ujar dia.

"Dalam regulasi yang diatur adalah hanya pada jika klub peserta mundur. Tanpa mengatur bagaimana jika PSSI atau pihak LIB yang menyebabkan kompetisi tidak berjalan," ujar Zia Ul Haq.*M Bahrul Marzuki/05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id