news
LIGA 1
Ketum PSSI M Iriawan Memohon Bisa Gulirkan Liga 1 Bulan November
29 September 2020 13:43 WIB
berita
Ketum PSSI M Iriawan dan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu/ Foto PSSI
LIGA 1 dan 2 2020/21 di era new normal dipastikan batal bergulir 1 Oktober mendatang lantaran tidak mendapatkan izin dari Polri.

Ketua Umum PSSI Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan menghormati keputusan Polri dan memastikan menunda Liga 1 dan 2 selama satu bulan.




Baca Juga :
- Arema Resmi Kontrak Playmaker asal Brasil, "Ini adalah Bukti Keseriusan Kami"
- Polisi Tak Izinkan Liga 1 Digelar November, Kata Manajer Bisnis Arema: Kerja Sama dengan Enam Sponsorship Berakhir Februari 2021


“Tentunya pertimbangan keselamatan itu paling utama,” kata Iriawan dalam keterangan persnya di Kemenpora RI, Selasa (29/9/2020).

PSSI juga mengapresiasi klub yang sudah bersemangat dan berkorban mempersiapkan tim untuk kompetisi.


Baca Juga :
- Stadion Mattoangin Makassar Mulai Dibongkar
- Pemerintah Minta PSSI Menindaklanjuti Inpres No.3 dan Road Map yang Sudah Tersusun


“Namun PSSI yakin dan optimistis lanjutan kompetisi Insha Allah pada waktunya akan dilakukan,” kata Iriawan.

Iriawan berharap kasus covid-19 di Indonesia dapat segera menurun, sehingga kompetisi dapat bergulir kembali.

“Kami harap klub, pemain, dan wasit untuk tetap semangat. Kita ikuti dan hormati keputusan pemerintah dalam hal ini kepolisian,” ucap Iriawan.

Namun, Iriawan mengatakan akibat penundaan kompetisi ini, pelatih, perangkat pertandingan, pemain, dan seluruh ekosistem sepak bola Indonesia akan merasakan dampaknya.

“Tapi aspek kemanusiaan harus dikedepankan. Maka itu, PSSI memohon ditunda satu bulan.”

“Apabila memang dimungkinkan, karena apabila kompetisi digelar November, akan selesai Maret. Kalau Desember akan mundur lagi, April sudah Ramadan dan Mei sudah ada Piala Dunia U-20.”

“Apabila situasi memungkinkan 1 bulan kami mohon untuk menggulirkan kompetisi ini. Kalau kompetisi ini tidak berlanjut akan menghilangkan satu generasi dan akan kehilangan generasi di tahun tersebut.”

R
Penulis
Rizki Haerullah