news
INFOGRAFIS
Keranjingan Beli Pemain Bertahan Menunjukkan Kelemahan Guardiola
29 September 2020 11:08 WIB
berita
Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, mendatangkan sekitar 13 pemain bertahan sejak datang pada 2016 lalu -Topskor.id/Grafis: Triyadi
MANCHESTER - Untuk pelatih yang menempatkan aspek menyerang sebagai filosofi permainan timnya, mendatangkan 13 pemain bertahan hanya dalam waktu nyaris lima tahun tentu menjadi sesuatu yang aneh.

Apalagi jika melihat angka totalnya bahwa semua pembelian tersebut total telah menghabiskan 471 juta euro atau sekitar Rp8,71 triliun!




Baca Juga :
- Davinson Sanchez Tumbuh di Lingkungan yang Buruk di Kolombia: Sejak Usia 10 Tahun Saya Sudah Naik Bus Sendirian
- Pemain Muda Manchester City Tewas, Penyebabnya Masih Misterius


Jumlah tersebut termasuk pembelian terakhir yaitu Ruben Dias dari Benfica yang nilai transfernya mencapai 68 juta euro.

Ya, semua aktivitas tersebut adalah pembelian Manchester City sejak di bawah asuhan Josep Guardiola.


Baca Juga :
- Lionel Messi Bakal Merusak Reputasi Besarnya Jika Hijrah dari Barcelona ke Liga Primer
- Gol Phil Foden Hindarkan Man City dari Kekalahan, 1-1 lawan West Ham dan Belum Konsisten


Pep adalah pelatih dengan karakteristik menyerang dalam permainan setiap tim asuhannya. Mulai dari Barcelona, Bayern Muenchen, hingga The Citizens.

Meski demikian, ketertarikannya dalam aktivitas transfer setiap musim nyaris selalu mengarah kepada bek.

Sejak kali pertama datang, Pep sudah membuat kejutan dengan meminta klubnya membeli John Stones dengan harga yang ketika itu termasuk fantastis untuk seorang bek: 55,6 juta euro.

Meski demikian, itu baru awal karena pada musim berikutnya yang justru terjadi pembelian yang cukup masif untuk pertahanan. Kyle Walker, Benyamin Mendy, Danilo, Eric Garcia, hingga Aymeric Laporte.

Untuk satu musim itu saja (2017/18), Pep telah membuat City mengeluarkan sektiar 205 juta euro untuk membenahi pertahanannya.

Sedangkan musim berikutnya, hanya karena situasi keuangan City serta sorotan terkait finansial fair play, yang membuat Pep hanya mendatangkan satu pemain bertahan yaitu Philippe Sandler, yang namanya pun hingga kini tidak pernah terdengar lagi.

Langsung melompat ke musim ini yaitu 2020/21, City bahkan sudah mendatangkan satu pemain bertahan yaitu Nathan Ake dengan nilai 45,3 juta euro.

Kini, daftar tersebut akan semakin bertambah dengan kehadiran Dias. Terlepas dari kualitas Dias yang disebut-sebut sebagai salah satu bek potensial, fakta bahwa kehadiran Dias membuat Guardiola kembali menjadi sorotan.

Mantan bintang Liverpool, Jamie Carragher, menilai aktivitas Pep dengan mendatangkan begitu banyak bek sebagai sebuah "kegilaan".

Sebagai mantan bek, Carragher bahkan meragukan kualitas Guardiola dalam memaksimalkan peran pemain bertahan, khususnya di bek tengah. "Saya khawatir Pep memiliki blind spot soal bek tengah," kata Carragher.

Yang menarik pula, kabar kedatangan Dias atau kesepakatan dengan Benfica terjadi setelah City dipukul Leicester City, 2-5, pekan lalu dalam lanjutan Liga Primer.

Lalu, apakah Dias akan benar-benar menjadi jawaban dari kekurangan City? Pep harus menjawabnya dengan hasil mengesankan pada laga-laga selanjutnya.

I
Penulis
Irfan Sudrajat