news
BULUTANGKIS
Kemungkinan Tahun Ini Tidak Ada Promosi dan Degradasi untuk Atlet Pelatnas Bulu Tangkis
28 September 2020 19:28 WIB
berita
Ilustrasi bulu tangkis
JAKARTA – Promosi dan degradasi atlet bulu tangkis Pelatnas Cipayung jamak dilakukan PP PBSI setiap tahunnya.

Namun, ada kemungkinan untuk tahun ini PBSI tidak menerapkan sistem tersebut. Hal itu dikemukakan oleh Sekjen PBSI, Achmad Budiharto.




Baca Juga :
- PBSI Tegaskan Tahun Ini Indonesia Masih Bisa Ikut Turnamen Bulu Tangkis, Targetnya di Negara Tetangga
- Indonesia Batalkan Permohonan Jadi Tuan Rumah Turnamen Bulutangkis Seri Asia


Ia mengakui pihak federasi kesulitan memberlakukan promosi dan degradasi untuk atlet pelatnas bulu tangkis hingga akhir tahun 2020 ini.

Alasannya, menurut Budiharto, PBSI tidak punya patokan dalam menentukan kriteria seorang atlet untuk bisa dipromosikan atau terdegradasi tahun depan.


Baca Juga :
- Eng Hian Puji Penampilan Pemain di Simulasi
- Pesan Legenda Bulutangkis Indonesia Christian Hadinata kepada Atlet yang Ingin Jadi Juara Dunia


Hal itu disebabkan karena banyaknya agenda turnamen bulu tangkis yang ditunda dan dibatalkan pada tahun ini.

Sedangkan salah satu aspek penilaian seorang atlet untuk bisa promosi masuk ke tim inti maupun sebaliknya, terdegradasi, dapat dilihat dari hasil yang diraih pada sejumlah turnamen yang diikuti.

“Situasi saat ini masih tidak menentu, jadi semua saling menunggu. Belum ada keputusan mengenai promosi dan degradasi,” kata Budiharto, Senin (28/9/2020).

“Kalau menurut AD/ART seharusnya ada promosi dan degradasi di setiap akhir tahun, tapi kami sulit menentukan dasarnya karena atlet tidak mengikuti turnamen,” ia menambahkan.

Kejuaraan nasional yang menjadi salah satu agenda PBSI pada pengujung tahun pun tidak bisa menjadi acuan.

Sebab, pelaksanaannya belum dapat dipastikan karena pandemi Covid-19 di dalam negeri yang belum terkendali.

Meski seandainya tidak ada promosi-degradasi tahun ini, PBSI tetap akan mengantisipasi jadwal padat kejuaraan tahun depan. Dimulai dengan menyusun strategi pengiriman pemain berdasarkan skala prioritas.

“Pertama, kami harus lihat dulu jadwal dari BWF seperti apa. Dari situ bisa ditentukan strategi untuk menentukan target-target utama," Budiharto menuturkan.

Beberapa turnamen penting yang menjadi prioritas PBSI tahun depan, yaitu Olimpiade Tokyo, Piala Thomas dan Uber, serta Piala Sudirman.

Selain itu, masih ada kejuaraan-kejuaraan perorangan, seperti Kejuaraan Dunia dan All England 2021.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id