news
LIGA SPANYOL
Jarang Dapat Bola lawan Villarreal, Tanda-Tanda Peran Lionel Messi Mulai Dikurangi
28 September 2020 19:26 WIB
berita
Lionel Messi ketika merayakan gol dengan rekan setimnya saat lawan Villarreal, Minggu (27/9) -Topskor.id/Marca
BARCELONA - Lionel Messi memang mencatatkan sejarah di La Liga dengan mencetak gol dalam setiap musim (17 musim). Bintang dunia ini juga memberikan bantuan bagi pemain muda Los Azulgrana, Ansu Fati.

Lebih penting, La Pulga masih terlihat seperti sebelumnya, berhasil membawa Barcelona meraih kemenangan. Semua itu yang terlihat ketika Los Azulgrana menang atas Villarreal, Minggu (27/9) atau Senin dini hari WIB.




Baca Juga :
- Remaja Barcelona Berusia 17 Tahun Ini ​​Merendah, Ansu Fati: Rekan Satu Tim Memudahkan Saya Mencetak Gol
- Lionel Messi Bungkam Keraguan Ronald Koeman Tadi Malam, Modal Barcelona Jelang El Clasico


Kemenangan ini sekaligus juga menjadi debut indah bagi pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman. Tapi, jika dilihat secara spesifik terkait performa Messi dalam pertandingan ini, jelas sekali bahwa perannya sudah atau mulai dibatasi oleh Koeman.

Jika melihat skema yang diterapkan Koeman, termasuk yang dapat dilihat dari sejumlah situs atau webb site termasuk pers Spanyol, Koeman memang menggunakan pola 4-2-3-1.


Baca Juga :
- Fakta Menarik Saat Barcelona Gerus Ferencvaros 5-1
- Barcelona Pesta Gol, 5-1 atas Ferencvaros, Ansu Fati Catat Rekor pada Laga Ini


Ya, ini adalah pola yang tentu tidak biasa karena biasanya Barca selalu menggunakan pola 4-3-3. Namun, bukan soal perubahan pola ini melainkan terkait posisi dan peran Messi.

Dengan skema 4-2-3-1, jelas Messi diletakkan di lini depan sebagai penyerang dengan tiga pemain menyerang di belakangnya: Ansu Fati, Philippe Coutinho, dan Antoine Griezmann.

Meski demikian, yang terjadi dalam pertandingan justru tidak demikian. Messi bermain sebagai false 9 dalam pertandingan tersebut. Menurut sejumlah pers Spanyol termasuk pers yang berasal dari Barcelona yaitu El Mundo Deportivo, nyaris setiap bola tidak selalu mengarah kepada Messi.

Koeman dinilai telah menkonstruksi dengan baik agar Messi tidak memiliki peran yang lebih besar dari aspek serangan timnya dalam pertandingan. Situasi tersebut terlihat pada 20 menit pertama pertandingan berjalan.

Sepanjang 20 menit pertama tersebut, Messi hanya menyentuh bola enam kali. Namun dari fase tersebut, Barcelona sudah mampu menguasai pertandingan dengan unggul dua gol yang diciptakan Ansu Fati yaitu pada menit ke-14 dan 18.

Bahkan, Messi tidak memiliki peran langsung dari dua gol tersebut. Gol pertama Fati memanfaatkan umpan Jordi Alba sedangkan gol kedua diciptakan bintang muda Barca ini setelah memanfaatkan assist Philippe Coutinho.

Total, menurut data Opta, Messi memberikan 54 operan dalam pertandingan ini. Tapi, jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Frankie De Jong yang memberikan 74 operan.

De Jong merupakan pemain yang paling banyak memberikan operan dalam laga ini. Yang kedua adalah Jordi Alba dengan 73 operan, lalu Gerard Pique 69, dan Sergio Busquets 60 kali operan.

Coutinho yang berperan sebagai pemain dengan karakter 10 di laga ini justru hanya memberikan 44 operan, tapi dia tampil 20 menit lebih sedikit dibandingkan dengan Messi di lapangan.

Jadi, dari data tersebut memperlihatkan bahwa bola bukan lagi ekslusif milik Messi. Dan, ini sudah diperlihatkan Koeman langsung pada pertandingan pertamanya sebagai pelatih Barcelona di La Liga.

Yang menarik, dari 54 operan tersebut, yang paling banyak menerima operan Messi justru Busquets, delapan kali, diikuti Coutinho 7 kali, De Jong 7, dan Sergi Roberto juga 7 kali menerima operan.

Sebaliknya, Busquets yang paling banyak memberikan operan kepada Messi, 16 kali. Lalu Coutinho, De Jong, dan Roberto masing-masing 7 kali. Tidak seperti musim lalu, pergerakan Messi pada pertandingan pertama ini justru lebih banyak hanya di daerah pertahanan lawan namun hanya sebagai koneksi bagi serangan Barca.

I
Penulis
Irfan Sudrajat