news
LIGA INGGRIS
Gelandang Man City Klaim Leicester Beruntung 3 Kali Penalti, Sepak Bola Tidak Adil
28 September 2020 06:23 WIB
berita
Man-City memiliki masalah yang lebih besar daripada pertahanan
MANCHESTER - Gelandang Manchester City Rodri mengatakan sepak bola tidak adil setelah Leicester City mengalami kekalahan kandang terbesar era pelatih Pep Guardiola. 

Jamie Vardy mencetak hat-trick dan tuan rumah kebobolan tiga penalti dalam kekalahan 5-2 di Etihad, Minggu (27/9). Kemenangan ini menempatkan Foxes di puncak Liga Premier.




Baca Juga :
- Aymeric Laporte Sampaikan Pesan Simpatik kepada Virgil Van Dijk yang Divonis Absen hingga 8 Bulan karena Cedera Lutut
- Kerap Cedera dan Ketajamannya Menurun, Guardiola Peringatkan Aguero: Dia Harus Buktikan Pantas Main untuk Manchester City


Tim asuhan Guardiola mendominasi penguasaan bola dan melakukan 16 tembakan, sedangkan Leicester tujuh.

“Bagi saya, mereka beruntung,” kata Rodri.


Baca Juga :
- Mobil Pep Guardiola Bukan Jauh Lebih Murah daripada Milik para Pemain Asuhannya, tapi Juga Penyok-Penyok
- Bercanda dan Ketawa-Ketiwi dengan Pemain Lawan Usai Kalah dari Man City, Aubameyang Dikecam Fan Arsenal


Berbicara kepada BBC Radio 5 Live, pemain Spanyol berusia 24 tahun itu menambahkan: "Sepak bola tidak adil bagi kami. Mungkin itu kesalahan kami, mungkin itu kekuatan mereka - tetapi sangat sulit untuk dijelaskan."

"Kami melakukan banyak hal baik untuk memenangkan pertandingan. Sebuah tim seperti Leicester datang ke sini dan bermain dengan 11 orang di belakang bola," dia menuturkan.

"Saya masih muda dan mencoba mempelajari setiap pertandingan. Tapi permainan seperti ini - di mana lawan tidak melakukan apa-apa - Anda agak bingung. Ini bukan cara saya bermain."

Guardiola mengatakan Leicester "tidak ingin lari". Meskipun City mendapat keunggulan lebih awal melalui Riyad Mahrez, selain sundulan Fernandino yang langsung mengarah ke Kasper Schmeichel. Tuan rumah tidak dapat memberikan tekanan apa pun pada gawang Foxes meski mengendalikan permainan.

Ketika Kyle Walker terjebak di sisi yang salah dari Vardy dan kebobolan penalti pertama sebelum jeda, Guardiola merasa itu memberi para pemainnya kesan yang menyesatkan tentang situasi yang mereka hadapi.

"Kami mulai berpikir kami bermain buruk padahal sebaliknya," kata mantan bos Barcelona dan Bayern Munich itu.

"Kami mengatakan kepada mereka di babak pertama untuk bersabar. Tapi terkadang kami kesulitan dengan itu. Ini bukan tentang menang selama 10 atau 15 menit. Terkadang Anda mencetak gol lebih awal, terkadang Anda membutuhkan lebih banyak waktu."

Dengan pemain depan Sergio Aguero dan Gabriel Jesus belum lagi pulih dari cedera hingga jeda internasional paling awal Oktober, Guardiola perlu menemukan solusi untuk masalah menyerang klub.

Pemain internasional Inggris Raheem Sterling tidak mengancam dalam peran 'false nine'. Liam Delap yang berusia 17 tahun kesulitan setelah menjalani debutnya di Liga Premier sebagai pemain pengganti di awal babak kedua.

"Kami ingin lebih baik di dalam kotak," tambah Guardiola.*

news
Penulis
Suryansyah