news
UMUM
Usia 37 Tahun, Aura Kelly Purwanto Masih Memukau Penonton IBL 2020 dan Jadi Anutan bagi Juniornya
27 September 2020 18:49 WIB
berita
Bintang senior Amartha Hangtuah Kelly Purwanto -- IBL Indonesia
JAKARTA – Pencinta bola basket Indonesia pasti mengenal pemain yang sebenarnya sudah layak disebut sebagai legenda basket Tanah Air ini.

Dia adalah Kelly Purwanto. Meski usianya sudah menginjak 37 tahun, Kelly belum berpikir gantung sepatu.




Baca Juga :
- Lantik Pengurus Baru Perbasi, Ketua Umum KONI Sampaikan Pesan untuk Gulirkan Kembali Kompetisi IBL
- Cedera Tak Kunjung Pulih, Center Pelita Jaya Ini Terpaksa Pensiun Dini dari Basket Profesional


Jangan tanya soal pensiun, karena ia mengaku masih ingin terus berkarier di dunia basket sampai dirinya merasa puas atas prestasi yang diraihnya.

“Belum. Saya sama sekali belum memikirkan pensiun. Saya masih ingin meraih gelar karena selama karier kan belum pernah juara,” kata Kelly dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.


Baca Juga :
- Kompetisi IBL 2020 Akhirnya Resmi Dibatalkan
- Brandon Jawato dan Lester Prosper Sah Jadi WNI, Timnas Basket Indonesia Diyakini Bakal Makin Kuat


Padahal, para pemain seangkatannya banyak yang sudah pensiun dan memilih bidang lainnya.

Pemain yang memiliki tato hampir di seluruh tubuhnya ini masih menjadi bintang utama dalam setiap pertandingan yang dilakoni klubnya, Amartha Hangtuah.

Buktinya, teriakan nama Kelly Purwanto selalu terdengar dari tribune penonton setiap kali Amartha Hangtuah melakoni pertandingan IBL 2020.

Meskipun lusinan pemain bintang muda Indonesia mulai bermunculan, namun aura kebintangan Kelly belumlah memudar.

Bahkan, beberapa pemain muda yang kini ikut berkiprah di dunia basket nasional, tak sungkan menyebut Kelly sebagai idolanya.

Salah satunya adalah rekan satu tim Kelly di Amartha Hangtuah, Abraham Wenas. Abraham bahkan mengaku tak menyangka bisa bermain berdampingan dengan idolanya tersebut di Amartha Hangtuah.

"Saya sangat mengidolakan Kelly Purwanto, ya sekarang jadi satu tim seneng banget. Banyak belajar, dan kak Kelly juga sering ngasih masukan ke saya. Ini menjadi bukti, bahwa segala proses di hidup saya tidak akan menghianati hasilnya," kata Abram.

Dikutip dari IBL Indonesia, Minggu (27/9/2020), selain Abram, pemain Pacific Caesar Surabaya, Ananda Caesar, juga mengaku sangat mengidolakan Kelly Purwanto.

Sama-sama di posisi point guard, Dean, sapaan akrabnya, mengaku sangat terinspirasi setiap kali melihat permainan Kelly di lapangan.

Dean bahkan merasa sangat takjub, karena di usia yang tak lagi muda, Kelly masih mampu menjaga eksistensinya di dunia basket Tanah Air.

"Dari dulu saya sangat suka melihat permainan Kelly Purwanto. Bisa eksis sampai sekarang, itu jarang dilakukan pemain basket Indonesia,” ujar Dean.

“Apalagi posisinya sama di basket, cara mainnya Kelly yang lebih dominan asisnya itu yang membuat berbeda dari pemain lainnya. Kelly juga terlihat pintar saat di lapangan," Dean menambahan.

Eksistensi dari seorang Kelly Purwanto cukup bisa dibanggakan sebagai pemain. Apalagi Kelly juga tetap berprestasi saat di lapangan. Terbukti, ia kembali terpilih untuk bermain di seri IBL All Star pada musim 2020.

Sayang, kariernya sebagai pemain terhitung belum lengkap. Empat kali membawa klub yang dibelanya ke final, Kelly Purwanto belum sekalipun meraih gelar juara.

Tiga di antaranya diraih Kelly Purwanto saat membela Pelita Jaya Jakarta masing-masing NBL Indonesia 2012/2013 dan 2014/2015, serta IBL 2016.

Sedangkan satu final lainnya dicapai pemain binaan Satria Muda Junior itu bersama Garuda Bandung (sekarang bernama Prawira) pada IBL 2008.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id