news
LIGA ITALIA
Inter Menang 4-3 atas Fiorentina, Dua Gol Terakhir Dicetak dalam Momen yang Dramatis
27 September 2020 03:51 WIB
berita
Penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku saat melepaskan tembakan lawan Fiorentina, Sabtu (26/9) atau Minggu dini hari WIB -Topskor.id/Twitter
MILAN - FC Internazionale mengawali Seri A musim ini dengan kemenangan yang dramatis setelah mengalahkan Fiorentina, 4-3, Sabtu (26/9) atau Minggu dini hari WIB.

Tim asuhan Antonio Conte ini sempat tertinggal ketika laga baru memasuki menit ke-3. Fiorentina membuat tuan rumah terkejut lewat gol yang diciptakan Christian Kouame yang memanfaatkan assist Giacomo Bonaventura.




Baca Juga :
- AC Milan lagi Happy, Kontrak Ibrahimovic, Donnarumma, dan Calhanoglu pun Bakal Diperpanjang
- Lautaro Martinez soal Peran Javier Zanetti dalam Kariernya di Inter: Dia yang Membantu Saya Belajar Bahasa Italia


Inter baru bisa menyamakan kedudukan ketika babak pertama akan berakhir, tepatnya menit ke-45 melalui gol Lautaro Martinez setelah meneruskan umpan Nicolo Barella.

Bahkan, I Nerazzurri sempat unggul pada menit ke-52. Lautaro Martinez yang berhasil menambah keunggulan ketika bola tembakannya saat itu, diblok pemain Fiorentina, Federico Ceccherini, tapi bola malah masuk ke gawang I Viola alias gol bunuh diri.


Baca Juga :
- Cavani Semangat Jalani Latihan Perdana, Debutnya di MU Bisa-bisa di Laga Lawan Mantan
- Tim Milan Wanita juga Menggilas Inter, Pencetak Golnya Cantik-cantik dan Ada yang Bertato


Hanya, keunggulan Inter tidak bertahan lama karena lima menit kemudian atau menit ke-57, gawang Inter yang malah kebobolan karena aksi Gaetano Castrovilli.

Gol tersebut terjadi setelah memanfaatkan assist Franck Ribery yang membuat kedudukan menjadi 2-2.

Dalam situasi imbang tersebut, Inter justru tampak tertekan. Hingga akhirnya, Fiorentina kembali mencetak gol dan membuat mereka unggul 3-2, melalui gol bintang mereka, Federico Chiesa.

Gol pada menit ke-64 tersebut juga tercipta karena peran dari Ribery. Bintang veteran asal Prancis ini yang memberikan assist untuk Chiesa.

Gol tersebut terjadi dalam situasi serangan balik dan diawali dengan aksi mengesankan dari Ribery. si Gaek berusia 37 tahun ini menggiring bola hingga di luar jantung pertahanan Inter.

Ketika itulah, mantan bintang Bayern Muenchen ini memberikan umpan terobosan di antara pemain bertahan Inter yang berhasil dikuasai Chiesa.

Karena umpan tersebut yang membuat Chiesa hanya berhadapan satu lawan satu dengan kiper Inter, Samir Handanovic. Dan, dengan mudah, Chiesa pun menjebol gawang Inter.

Kini, hasil dramatis pada laga ini menjadi PR bagi Conte yang di awal musim disebut-sebut tengah memburu target scudetto. Apalagi, jelang pertandingan ini digelar, Conte menyatakan dengan kepercyaan diri yang tinggi bahwa timnya siap menghadapi musim baru ini.

Namun, kemenangan atas Fiorentina ini tentu membuat I Nerazzurri harus mengevaluasi. Pada pertandingan ini. Conte menerapkan pola 3-4-1-2. Pola ini memberikan posisi kepada Christian Eriksen yang bermain di belakang duet Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku di lini depan.

Setelah kemasukan gol ketiga yang diciptakan Chiesa, Conte menarik Eriksen dari lapangan dan menggantikannya dengan Stefano Sensi. Meski demikian, pergantian tersebut belum memberikan perubahan hingga jelang laga akan berakhir.

Conte juga menurunkan pemain barunya, Arturo Vidal pada menit ke-74 yang menggantikan Marcelo Brozovic. Ini menjadi debut Vidal bersama Inter setelah dia bergabung pada Rabu lalu.

Selain Sensi dan Vidal, Conte total melakukan lima pergantian. Tiga pemain lainnya yang diturunkan adalah Schraf Hakimi menggantikan Ashley Young, Radja Nainggolan menggantikan Nicolo Barella, dan Alexis Sanchez menggantikan Ivan Perisic.

Terbukti, pergantian tersebut membuahkan hasil yang dramatis. Inter menyamakan kedudukan lewat gol Romelu Lukaku pada menit ke-87 memanfaatkan assist Hakimi dan membuat kedudukan 3-3.

Lalu, hanya dua menit kemudian atau menit ke-89, giliran Danilo D'Ambrosio yang mencetak gol keempat Inter memanfaatkan assist Alexis Sanchez. Ya, Inter pun menang di laga pertama ini dengan cara yang dramatis.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat