news
LIGA INGGRIS
Calvert Lewin yang Membedakan Everton dengan Liverpool
27 September 2020 01:56 WIB
berita
Penyerang Everton, Dominic Calvert Lewin, saat merayakan gol dalam laga lawan Crystal Palace, Sabtu (26/9) -Topskor.id/Twitter
PALACE - Everton melanjutkan trek positif mereka di Liga Primer 2020/21 ini dengna mengalahkan Crystal Palace, 2-1, Sabtu (26/9) malam.

Ini kali pertama dalam sejarah The Tofees mereka mampu meraih hasil sempurna dalam tiga laga awal Liga Primer.




Baca Juga :
- Davinson Sanchez Tumbuh di Lingkungan yang Buruk di Kolombia: Sejak Usia 10 Tahun Saya Sudah Naik Bus Sendirian
- "Dia Belum Meninggal Dunia!" Berikan Dukungan buat Virgil Van Dijk yang Cedera, Memphis Depay Malah Di-bully Warganet


Untuk melihat rapor tiga kemenangan beruntun di awal kompetisi tertinggi sepak bola Inggris, perlu melihat 27 tahun silam.

Tepatnya pada 1993/94 saat The Toffees di bawah asuhan Howard Kendall. Ketika itu, Everton pernah menang dalam tiga laga awal Liga Primer yaitu mengalahkan Southampton, Manchester City, dan Sheffield United.


Baca Juga :
- Pemain Muda Manchester City Tewas, Penyebabnya Masih Misterius
- Lionel Messi Bakal Merusak Reputasi Besarnya Jika Hijrah dari Barcelona ke Liga Primer


Kini, Carlo Ancelotti berhasil mengulangi pencapaian tersebut pada 2020/21. Kemenangan atas Crystal Palace merupakan yang ketiga dalam tiga laga awal musim ini.

Sebelumnya, mereka mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0, lalu menggulung West Brom 5-2, dan menekuk Palace 2-1.

Dengan enam poin dari tiga laga awal, untuk sementara sejak pertandingan ini, Everton berada di puncak klasemen dengan 9 poin.

Apa rahasia sukses klub sekota ini sehingga mampu menyapu bersih semua poin di tiga laga awal? Jika melihat pola yang diterapkan Ancelotti, 4-3-3, permainan tim sekota Liverpool ini menempatkan Dominic Carlvert Lewin sebagai pusat dari serangan.

Lewin penyerang murni dengan postur ideal untuk seorang penyerang, 1,87 meter, yang andal dalam bola-bola udara, serta memiliki teknik menguasai bola dengan baik.

Ancelotti sudah melihat potensi bintang 23 tahun ini sejak musim lalu. Pelatih asal Italia ini mengubah skema kekuatan lini depannya dengan menggeser Richarlison bermain sebagai sayap kiri dan Lewin sebagai penyerang tengah.

Ancelotti hanya membutuhkan satu pemain kreatif. Ini pula alasannya dia mendatangkan James Rodriguez pada bursa transfer musim panas ini.

Dengan materi inilah, Everton memiliki potensi membentuk trio maut: Richarlison, Lewin, dan James. Meski menggunakan pola yang sama dengan Liverpool, namun Ancelotti tetap dengan metode klasik tanpa false 9.

Di Liverpool, posisi Lewin sebagai penyerang tengah ditempati Roberto Firminho sedangkan di Everton posisi tersebut tetap dimainkan sosok penyerang murni yaitu Lewin.

Jika di Liverpool orientasi golnya ada di dua penyerang sayap (Sadio Mane dan Mohamed Salah), di Everton yang bekerja sebagai mesin serangan justru James dan Richarlison.

Inilah yang membedakan antara Everton dengan tetangga mereka tersebut. Dengan satu gol ke gawang Palace, Lewin total kini tengah menorehkan lima gol di Liga Primer sekaligus menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak sementara musim ini.

Di sisi lain, dengan gol ke gawang Palace, berarti pula Lewin berhasil mencetak gol di setiap pertandingan dari tiga laga awal.

Dia menjadi pemain pertama di Everton yang mampu menciptakan rekor tersebut sejak Steven Naismith pada 2014/15.

"Saya sangat senang dengan hasil ini. Saya sendiri tidak menyangka bahwa kami dapat meraih hasil seperti ini di awal musim (menang dalam tiga laga awal)," kata Don Carletto, setelah laga berakhir.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat