news
LIGA INGGRIS
Banyak Fan Madrid yang Mengejeknya, Alasan Gareth Bale Ogah Ucapkan Salam Perpisahan
25 September 2020 19:41 WIB
berita
Gareth Bale ketika dirinya memperlihatkan kaus Tottenham Hotspur saat perkenalan -Topskor.id/Tottenham Hotspur
LONDON - Gareth Bale menyatakan dirinya tidak pernah menyesali apa pun ketika dirinya bermain di Real Madrid. Gelandang sayap asal Wales yang baru kembali ke klub lamanya, Tottenham Hotspur, juga menilai dia tidak pernah terganggu dengan kabar yang beredar terkait dirinya.

"Saya tidak pernah menyesalinya. Saya hanya ingin bermain sepak bola, itulah yang dapat saya lakukan. Sedangkan soal lain yang datang dari luar, di luar kendali saya," kata Bale, dalam wawancaranya dengan Sky Sport, hari ini.




Baca Juga :
- Marcus Thuram Jawab Perbandingan Dirinya dengan Lilian Thuram: Saya Bahkan Tidak Tahu Dia Mencetak Gol di Liga Champions
- Kane Yakin Masa Depan Tottenham Cerah Setelah Kalahkan Burnley


Dia juga tidak menyesal dengan keputusannya yang tidak mengucapkan selamat tinggal kepada suporter Madrid. Bukan hanya karena Madrid tidak membuat kesempatan tersebut melainkan karena dirinya memang tidak mau.

Namun, Bale punya alasan tersendiri mengapa dirinya tidak menyampaikan selamat tinggal, tiada lain karena banyak suporter Madrid tidak menyukainya. Di sisi lain, kondisinya untuk bersikap seperti itu memang tidak memungkinkan.


Baca Juga :
- Makin Jarang Dimainkan sebagai Starter, Isco Alarcon sampai Hafal Kapan Zidane Menurunkan dan Menggantikannya
- Davinson Sanchez Tumbuh di Lingkungan yang Buruk di Kolombia: Sejak Usia 10 Tahun Saya Sudah Naik Bus Sendirian


"Anda harus belajar bagaimana menghadapi situasi yang saya hadapi. Saya berada dalam situasi tekanan yang besar. Banyak orang yang mensiuli saya di dalam stadion," kata Bale lagi, menceritakan pengalamannya saat banyak suporter Madrid yang justru mencemoohnya di dalam stadion, khususnya di masa pandemi corona belum terjadi.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa kariernya di Madrid justru bagus untuknya, membuatnya berkembang sebagia pemain dan sebagai personal. "Ya, saya belajar berkompromi dengan hal-hal seperti itu, berusaha untuk tidak menyikapinya terlalu serius dan terlalu personal. Saya bisa hidup dengan situasi seperti itu, dan itulah sepak bola," kata Bale lagi.

Kini, dia menunggu momen ketika tampil lagi mengenakan kostum Tottenham Hotspur, bermain di bawah asuhan pelatih Jose Mourinho.

"Saya hanya ingin bermain, mengenakan kostum Spus. Namun, tentu saja situasinya menjadi sangat mengecewakan karena mereka (pendukung Tottenham) tidak dapat menyaksikannya di stadion pada pertandingan pertama saya nanti," kata Bale lagi.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat