news
UMUM
Pebasket Timnas Kevin Yonas Sitorus Kenang Masa Sulit, Sepatu Selalu Jadi Kendala
25 September 2020 18:08 WIB
berita
Kevin Yonas Sitorus, forward Indonesia Patriots, saat berlaga dalam kompetisi IBL 2020 -- IBL Indonesia
JAKARTA – Pebasket Indonesia jamak yang memiliki kehidupan glamour. Tapi, tidak demikian halnya dengan pemain Indonesia Patriots (Timnas Indonesia yang ikut kompetisi IBL 2020), Kevin Yonas Argadiba Sitorus.

Forward berusia 26 tahun ini benar-benar memulai kariernya dari nol. Demi mewujudkan cita-citanya menjadi atlet, apa pun dijabani. Bahkan, Kevin mengaku dulu pernah bermain basket tanpa alas kaki.




Baca Juga :
- Terpilih sebagai MVP IBL 2020, Ini kata Guard Indonesia Patriots, Abraham Damar Grahita
- Ketika Dua Pemain Satria Muda Berdebat soal Juara NBA 2020, LA Lakers atau Miami Heat?


Pemuda berdarah Batak yang berdomisili di Kalimantan Selatan ini memulai bermain basket sejak kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Agak terlambat memang, karena olahraga basket ternyata bukanlah pilihan pertama Kevin untuk berkarier sebagai atlet.


Baca Juga :
- Utamakan Basket atau Pendidikan? Begini kata Rivaldo Tandra, Shooting Guard Satria Muda Pertamina
- IBL Beberkan Kriteria Nominasi Penilaian Penghargaan Pemain, Ternyata Bukan Cuma soal Statistik


Sebelum menjajal basket, Kevin kecil terlebih dahulu aktif dalam cabang sepak bola dan voli. Bahkan, beranjak remaja ia sempat tanding ke bebeberapa kota bersama tim volinya.

Namun, siapa sangka, karena ajakan kawan, Kevin berpindah ke lain hati. Basket menjadi pilihan olahraga Kevin hingga menjadi pemain profesional.

Tapi, perjalanan perjalanan pria berperawakan tinggi kekar ini saat menekuni basket tidak mulus di awal. Salah satu perlengkapan vital yakni sepatu, menjadi kendala saat latihan.

“Dulu saya cuma punya sepatu biasa, tidak layak untuk dipakai main basket. Rasanya berat untuk lompat atau lari,” ujar Kevin dikutip dari laman resmi IBL, Jumat (25/9/2020).

Meski tanpa sepatu yang layak, semangat lelaki berpostur 195 sentimeter dan 93 kilogram itu tidak kendur. Latihan keras tetap dijalani pemain milik klub Satria Muda Pertamina Jakarta itu.

Mencari sepatu bagi Kevin juga bukan perkara mudah mengingat ukuran kakinya yang tidak standar Indonesia. Saat masih remaja, ukurannya sudah mencapai 46.

“Saat itu beli sepatu harus ke Banjarmasin, di sana juga hanya ada ukuran 45. Mau tidak mau saya beli meski tidak nyaman,” kata Kevin, mengenang.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id