news
LIGA ITALIA
Selalu Ada Tempat untuk Arturo Vidal dalam Pola Inter, 3-5-2 maupun 3-4-1-2
23 September 2020 22:49 WIB
berita
Arturo Vidal dalam berbagai pola Internazionale -Topskor.id/Grafis: Mad Yono
MILAN - Arturo Vidal kini siap mengarungi petualangan barunya bersama FC Internazionale. Gelandang asal Cile ini telah resmi meninggalkan Barcelona dan bergabung ke Inter, Selasa (22/9) lalu dengan status bebas transfer.

Vidal memang sosok yang sangat dinantikan pelatih Inter, Antonio Conte. Keduanya sudah saling mengenal ketika masih sama-sama di Juventus.




Baca Juga :
- Sergio Ramos Pulih, Zidane Tekankan Madrid Taklukkan Barcelona
- Gegara Messi, Pique Kritik Barcelona Jelang El Clasico


Tepatnya pada 2011-2015, Vidal menjadi bagian dari sukses si Nyonya Besar di bawah asuhan Conte dengan meraih 4 gelar Seri A, 1 Piala Italia, dan 2 Piala Super Italia.

Walau usianya saat ini sudah 33 tahun, namun Conte optimistis bahwa Vidal masih mampu bersaing dan memperlihatkan kemampuan terbaiknya sebagai gelandang.


Baca Juga :
- Jelang El Clasico, Ronald Koeman Analisis Kekuatan Madrid: Mereka Gunakan Pola 4-4-2 bukan 4-3-3, Sergio Ramos Paling Berpengaruh
- Antonio Conte Ingin Inter Mencontoh Liverpool: Mereka Kini adalah Mesin Perang


Karakteristik Vidal sebagai petarung, kemampuannya dalam membangun serangan, serta memiliki visi pula dalam mengatur permainan, salah satu yang membuat Conte menjadikan Vidal sebagai salah satu pemain yang dia minta kepada manajemen I Nerazzurri.

Bahkan, keinginan Conte untuk membawa Vidal ke Inter sudah disampaikan pada awal musim lalu.

Conte memang membutuhkan pemain yang spesifik karena ini terkait dengan startegi atau pola permainannya yang menggunakan skema 3-5-2 atau 3-4-1-2. Menurut harian Italia, La Gazzetta dello Sport, Vidal memang cocok untuk dua skema yang akan kerap digunakan Conte tersebut.

Dia menjadi solusi bagi Conte dalam mengubah pola timnya. Ketika masih di Juventus bersama Conte, Vidal mampu bermain dalam pola 3-5-2. Statistiknya pun mengagumkan dengan mencetak total 40 gol selama tiga musim bersama Conte di Juventus.

Selain dengan 3-5-2, Vidal pun bisa ditempatkan sebagai pemain yang lebih menyerang dalam pola 3-4-1-2, bermain sebagai gelandang kreatif di belakang duet Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.

Namun, untuk taktik yang kedua tersebut, Vidal bukanlah yang paling utama karena perannya di Inter akan lebih banyak sebagai gelandang tengah yang menjaga keseimbang di depan pertahanan.

Pola 3-5-2

Dengan pola ini, Vidal akan ditempatkan di sisi kiri dalam lini tengah Inter. Dia akan bermain dengan Nicolo Barella sebagai gelandang bersama Marcelo Brozovic atau Stefano Sensi sebagai pengatur serangan.

Ketiganya melengkapi lini tengah Inter dengan Achraf Hakimi sebagai sayap kanan dan Ashley Young di sayap kiri. Dengan pola dan skema ini pula, yang akan menjadi korban adalah posisi Christian Eriksen.

Pola 3-4-1-2

Meski demikian, Eriksen kemungkinan besar akan memiliki tempat jika Conte menerapkan opsi pola kedua yaitu 3-4-1-2. Dengan skema ini, gelandang asal Denmark ini akan bermain di belakang duet Martinez dan Lukaku.

Sedangkan Vidal dengan pola ini pun akan memiliki tempat sebagai starter. Dia akan bermain bersama Barella di lini lapangan tengah, lalu di sayap kiri Young dan kanan Hakimi. Pola ini akan menempatkan Gagliardini, Sensi, dan Brozovic di bangku cadangan.

Dengan gambaran ini jelas bahwa Conte membutuhkan pemain yang berpengalaman, kuat dalam taktik, punya visi menyerang dan juga bisa membantu ketika timnya kehilangan bola. Vidal mampu melakukan semua tugas tersebut.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat