news
LIGA INGGRIS
Solskjaer Ungkap Satu Kelemahan Mason Greenwood yang Membuatnya Belum Dianggap Striker Sejati
23 September 2020 17:12 WIB
berita
Mason Greenwood - TopSkor/Istimewa
MANCHESTER – Mason Greenwood mencetak gol pertamanya untuk Manchester United musim ini dalam kemenangan 3-0 atas Luton Town pada laga putaran ketiga Piala Liga Inggris di Kenilworth Road, Selasa (22/9).

Striker 18 tahun ini jadi salah satu bintang muda yang paling bersinar di Liga Primer musim lalu dengan mencetak 10 gol buat MU dalam hanya 12 pertandingan yang dilakoni sebagai starter.




Baca Juga :
- Kabar Baik untuk Fan MU, PSG Bakal Tak Diperkuat Verratti, Icardi, dan Paredes
- Ander Herrera Tidak Merasakan Cinta di Manchester United yang Membuatnya kemudian Pergi


Tapi, dia sempat menuai kecaman lantaran ulahnya bersama gelandang Manchester City, Phil Foden, menyelundupkan perempuan ke kamar hotel saat tengah membela tim nasional Inggris di Islandia.

Greenwood juga dikabarkan menjadi sasaran kemarahan pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, atas ulahnya tersebut. Tapi, pelatih asal Norwegia itu tetap memberikan kepercayaan yang sangat besar terhadap pemain itu.


Baca Juga :
- Kylian Mbappe Menilai Reuni dengan Edinson Cavani Tidak Penting: Tidak Spesial, Biasa Saja
- Schneiderlin Buka Borok Van Gaal di Old Trafford, Bahkan Harus Merengek kepada Istrinya


Kepercayaan ini dijawab Greenwood dengan satu gol yang dicetaknya buat Setan Merah pada injury time lawan Luton yang memastikan timnya menang 3-0. Dua gol MU lainnya dicetak oleh Juan Mata dari titik penalti dan Marcus Rashford.

Kontribusi itu membuat Greenwood menuai pujian dari Solskjaer, tapi sang pelatih menilai ada satu kekurangan yang harus diperbaiki oleh remaja itu untuk menjadikannya seorang striker yang sempurna.

“Gol itu penting buat dia dan Marcus karena posisi mereka sebagai striker. Gol itu akan memberi kepercayaan diri dan menghidupkan naluri mencetak gol,” kata Solskjaer.

“Mason bermain dari tengah dan juga dari sayap. Terkadang, lebih menyenangkan bermain dari sayap mengarah ke gawang daripada menjadi nomor 9 dan jadi bulan-bulanan bek lawan. Tapi, saya pikir dia akhirnya jadi pemain nomor 9 (striker).

“Tapi, agar dia menjadi seorang pemain nomor 9 yang sempurna, dia harus belajar cara menyundul bola. Saya terus mengatakan itu kepada dia. Jika dia ingin melakukan itu, dia akan diterima dengan tangan terbuka untuk berlatih bersama saya.”

Kemenangan atas Luton menjadi angin segar buat MU yang kalah 1-3 dari Crystal Palace dalam laga Liga Primer di Old Trafford tiga hari sebelumnya.

“Kita bisa melihat bahwa kami masih membutuhkan waktu bertanding. Para pemain ini butuh jam terbang lebih banyak untuk meningkatkan ketajaman,” kata Solskjaer.

Sementara itu, Mata mengungkapkan pentingnya arti kemenangan atas Luton bagi MU meski lawan yang dihadapi kualitasnya masih di bawah mereka.

“Kami melakukan tugas profesional hari ini, kami tidak kebobolan, kami mencetak tiga gol dan memainkan sepak bola yang bagus.

“Ini kemenangan yang penting setelah pertandingan pertama kami di Liga Primer yang kami tahu tidak cukup bagus.”

R
Penulis
Rijal Al Furqon