news
LIGA 1
Persebaya Ajukan Opsi Arema Jadi Tuan Rumah Terlebih Dahulu
21 September 2020 19:01 WIB
berita
Manajer Persebaya Chandra Wahyudi (kanan) memberi keterangan pers usai manager meeting di Bandung, Senin (21/9/2020) -- Topskor / Dani Wihara
BANDUNG -- Sampai saat ini Persebaya Surabaya belum mendapatkan stadion definitif untuk menjadi home base mereka di lanjutan Kompetisi Liga 1 musim ini.

Banyak daerah di seputaran Jawa Timur yang memiliki stadion representatif untuk kompetisi Liga 1, belum memberi izin untuk digunakan oleh Persebaya.




Baca Juga :
- Aji Santoso Terpaksa Mengubah Jadwal Latihan Persebaya, Begini Alasannya
- Tampil Bagus dalam Uji Coba, Kiper Persib Ini Merasa Usahanya Berlatih Keras dan Fokus Tidak Sia-sia


"Kita sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah pemilik stadion, termasuk pihak terkait, tapi sampai saat ini belum dapat izin gunakan stadionnya," kata Chandra Wahyudi, manajer Persebaya di Hotel Sheraton, Bandung.

Chandra mengakui ada kemungkinan Persebaya kesulitan dapat stadion karena pemilik stadion punya rasa takut pada suporter Persebaya.


Baca Juga :
- Bek Borneo FC Wildansyah: Semoga Polri Punya Hati
- Lebih Perhatian kepada Ikan Cupang, Bek Persebaya Rachmat Irianto Dicemburui Calon Istri


"Teman-teman tahulah bagaimana suporter Persebaya. Status pertandingan tanpa penonton saja, mereka tetap datang. Meski edukasi tidak pernah henti kami lakukan," Chandra menuturkan.

Karena itu di forum manager meeting kompetisi Liga 1 di Sheraton, Senin (21/9/2020), Chandra meminta waktu seminggu kepada PT LIB untuk mencari stadion defintif.

Jika dalam waktu seminggu tidak didapat stadion definitif, maajemen Persebaya akan menyerahkannya pada PT LIB untuk mencari solusi terbaik.

"Kompetisi ini akan dijalankan PT LIB. Jadi jika kami tetap belum dapatkan stadion untuk home base kami, tentu kami minta LIB membantunya," Chandra mengungkapkan.

"Dalam meeting tadi kami juga sempat memberi opsi Arema dulu jadi tuan rumah, gantikan posisi home Persebaya pada 9 Oktober nanti," Chandra menambahkan.

Opsi itu diajukan Chandra karena mereka tidak mungkin mencari home base di Jawa Tengah, yang jadi pusat tim peserta Liga 1 dari luar Jawa.

Selain itu home base di Jawa Tengah sudah cukup crowded.  Maka itu Persebaya tidak mau bergeser dari Jawa Timur.

"Kita ingin tetap berada dekat Surabaya. Pilihan itu lebih untuk  mencegah pergerakan suporter kami," ucap Chandra.

Itu sebabnya dalam manager meeting, Chandra berharap ada regulasi yang tegas pada klub jika suporternya berulah.

Seperti tetap nekat datang ke stadion dan membentuk kerumunan. Padahal jelas-jelas status semua pertandingan Liga 1 tertutup untuk suporter.

"Ini kompetisi yang luar biasa. Harus diterapkan regulasi luar biasa pula untuk pencegahan suporter yang tetap membandel," kata Chandra.

"Bentuknya bisa pengurangan poin atau tim tuan rumah yang tidak bisa cegah suporter datang ke stadion, dinyatakan kalah," Chandra memungkasi.*05

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung