news
UMUM
Edisi Spesial Futsal: Cerita Bambang Bayu Saptaji, Pemain Indonesia Pertama yang Berkarier di Luar Negeri
21 September 2020 17:18 WIB
berita
Bambang Bayu Saptaji saat juara Liga Futsal Cina 2014-2015 bersama Dalian Yuan Dynasty - Dok. Bambang Bayu Saptaji
JAKARTA - Bambang Bayu Saptaji menjadi salah satu #KebanggaanIndonesia karena sepak terjangnya dalam dunia futsal Indonesia. Bambang Bayu Saptaji adalah pemain futsal asal Indonesia pertama, yang berkarier di luar negeri, yakni bermain di Liga Futsal Cina.

Bambang Bayu Saptaji tergabung bersama klub asal Dalian, Dalian Yuan Dynasty, untuk Liga Futsal Cina musim 2014-2015. Kehadiran Bambang Bayu Saptaji pun bukan main-main. Ia menjadi pemain andalan dan turut membatu timnya menjadi juara.




Baca Juga :
- Pemerintah Harus Serahkan Pengelolaan Stadion kepada Klub, Agar Bisnis Sepak Bola Bertumbuh
- Kualitas Elkan Baggott Menurut Bek Kanan Timnas U-19 Indonesia Bagas Kaffa


Kepada Topskor.id, Bambang Bayu Saptaji bercerita tentang dirinya yang menjadi pemain futsal Indonesia pertama yang berkarier di luar negeri. "Sebenarnya awalnya saya tidak pernah bermimpi main di klub asing. Cita-cita awal saya main di tim nasional," katanya, Senin (14/9).

"Ketika kecil, pokoknya saya mau pemain timnas. Nah pas sudah di timnas dan main profesional di liga, baru punya cita-cita itu," katanya. Perjalanan pemain yang akrab dikenal BBS ini menjadi pemain futsal Indonesia pertama yang berkarier di luar negeri, mengalir begitu saja.


Baca Juga :
- Liga 1 Tak Jelas, Pemain Asing Borneo FC: Ini Sudah Tidak Serius
- Pemerintah Minta PSSI Menindaklanjuti Inpres No.3 dan Road Map yang Sudah Tersusun


Itu serupa dengan ceritanya bisa menjadi bagian dari Dalian Yuan Dynasty, seperti yang dituturkan kepada Topskor.id. Kesempatan melebarkan karier itu semula didapat saat menjalani agenda uji coba timnas Indonesia dalam persiapan menghadapi Piala AFF 2014.

Kala itu timnas Indonesia mengikuti turnamen mini berisi empat tim dari negara berbeda, bersama Cina, Kirgistan, dan Filipina. Namun mendadak timnas Cina tak bisa hadir karena bentrok dengan agenda lain, yang akhirnya digantikan dengan Dalian Yuan Dynasty.

"Saya ingat waktu itu kita (Indonesia dan Dalian Yuan Dynasty) sama-sama menang di dua laga awal," kata pemain berusia 28 tahun itu. "Nah (laga) terakhir kita ketemu, saya cetak satu gol dan Indonesia menang. Setelah itu rupanya pihak Dalian ngomong ke pelatih," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa agen dari Cina melakukan pembicaraan ke tim pelatih timnas Indonesia, yang semula ada tiga pemain yang diminati. Selain Bambang Bayu Saptaji ada Ardi Dwi Suwardy dan kapten timnas Indonesia kala itu, Caesar Silitonga. Pertemuan pun dilakukan.

Menariknya, BBS jadi satu-satunya pemain yang tidak hadir, sebab sudah pulang menemui ibunya yang sakit, sebelum pertemuan dijadwalkan. "Ibu minta saya pulang, untuk membesuk dia yang sakit strok. Tapi kebetulan saya saat itu pulang pergi," katanya bercerita.

"Saat kembali ke hotel, coach Donzol (Doni Zola) bilang saya dicariin dan besoknya baru bisa bicara dengan pihak Dalian," ujarnya. Pada kesempatan itu Dalian Yuan Dynasty secara gamblang memberikan penawaran dan seperti fasilitas apartemen untuk tempat tinggal.

Namun Bambang Bayu Saptaji tak lekas menerima tawaran itu sebab punya persyaratan khusus yakni turut memberangkatkan sang ibu ke Cina. "Saya sih mau-mau saja, apalagi belum ada pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri. Ini momentum buat saya," ucapnya.

Tapi ada syarat, ibu saya juga ikut. Pihak Dalian tak mempermasalahkannya dan akhirnya berangkat November (2014) akhir," tuturnya. Pada akhirnya BBS hanya terbang berdua dengan ibunya. Andri dan Caesar tak ikut serta, yang tidak diketahuinya apa penyebabnya.

Sebagai #KebanggaanIndonesia, dia pun berpesan kepada para pemain futsal atau orang Indonesia yang hendak berkarier futsal di luar negeri. "Tetap latihan, tetap semangat. Ketika punya impian, kejar terus itu dengan semangan. Jangan takut gagal," kata Bambang Bayu Saptaji.

"Kalau gagal tidak masalah. Gagal tak terjadi selamanya. Gagal itu kesuksesan yang tertunda. Tetap kerja keras," katanya.  "Percayalah kalau kerja keras dibarengi dengan doa, insyaallah akan menghasilkan sesuatu entah itu di suatu hari nanti."

Tulisan ini merupakan bagian dari rangkaian tulisan edisi khusus futsal untuk #KebanggaanIndonesia Skor Indonesia.*03

T
Penulis
Taufani Rahmanda