news
UMUM
Fighter Dedi Predator Matangkan Persiapan Jelang Tampil di One Pride
17 September 2020 07:18 WIB
berita
Fighter Dedi Predator saat tampil sebagai juara di One Pride tahun 2019 lalu. Dok Predator MMA Indonesia
SOLO -- Jelang tampil di arena One Pride pada Oktober mendatang, fighter M Dedi Kurniawan Siahaan atau Dedi Predator sudah terus mematangkan diri. Dedi Predator akan tampil di kelas feather weight atau 65,8 kg.

Hanya saja memang belum diketahui jelas siapa lawan yang akan dihadapi fighter yang kini menduduki peringkat ketujuh ini. Namun demikian, fighter kelahiran Pematang Siantar 23 Oktober 1991 itu terus menjaga semangat dan motivasinya dalam latihan yang digelar di sasana Predator MMA Indonesia di Kota Solo.




Baca Juga :
- Saudaraku, Tolong Tetap di Tinju: Bintang MMA Muhammad Mokaev, Membuat Petinju Amir Khan tak Berkutik
- Wakil Ketua Umum KONI Pusat Chris John Apresiasi Kiprah Predator MMA Indonesia


“Untuk lawan dan waktu pasti pertarungannya, masih menunggu perkembangan dari Jakarta. Apalagi saat ini Ibukota tengah kembali menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) jilid kedua,” kata Dedi Predator saat ditemui Topskor.id, Rabu (16/9/2020).

Dedi sendiri adalah fighter dengan basic olahraga gulat, wushu dan sambo. Dan meski belum diketahui lawan yang akan dihadapi, namun dia mengatakan tak menjadi masalah karena ini menjadi momentum untuk terus mematangkan diri untuk semua aspek yang ada.


Baca Juga :
- Tiga Pertarungan dari 3 Disiplin Berbeda; Muay Thai, kickboxing dan MMA Bakal Mencuri Perhatian di ONE: NO SURRENDER II
- Jadi Atlet Muay Thai, Dara Manis Ini Lebih Sering Ditendang dan Dipukul daripada Perawatan Salon


Diakuinya, latihan untuk persiapan jelang pertarungan di One Pride nanti dijalani hingga tiga kali dalam sehari. Fighter yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta itu berlatih intens dengan arahan sang pelatih, Jeremy Meciaz.

“Untuk target pribadi, beberapa waktu kedepan, tentunya saya berharap dapat menembus posisi lima besar dimana saat ini ada di peringkat tujuh. Karena kalau bisa lima besar, maka akan terbuka kesempatan dapat menantang sang pemegang sabuk jawara di kelas feather weight, Aep Saepudin dari sasana White Tiger Indonesia.

Disisi lain, sang pelatih, Jeremy Meciaz mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi dari anak didiknya ini.

“Saat ini kita program fisik dan teknik yang memang sudah jadi satu paket. Masih persiapan umum belum spesifik karena memang lawan juga belum tahu. Kita pematangan teknis dulu,” ucap Jeremy.* Sri Nugroho/02

 

news
Penulis
Sri Nugroho
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.