news
LIGA INGGRIS
Ini Penjelasan Kenapa Performa Mohamed Salah lawan Leeds Adalah yang Terbaik Sepanjang Kariernya di Liverpool
16 September 2020 23:25 WIB
berita
Mohamed Salah - TopSkor/Istimewa
LIVERPOOL – Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, menyebut Mohamed Salah menampilkan salah satu performa terbaik di bawah asuhannya dalam kemenangan dramatis 4-3 atas tim promosi Leeds United pada laga perdana Liga Primer 2020/21 di Anfield, Sabtu (12/9).

Penyerang asal Mesir itu memang menjadi pahlawan kemenangan The Reds dengan mencetak hattrick sekaligus dinobatkan sebagai man of the match.




Baca Juga :
- Mengejutkan! Pemain Anyar Liverpool Ini Mengaku Lebih Suka Everton
- Jadwal Liga Inggris Hari Ini, Sabtu 19 September


Tapi, performa Salah dalam pertandingan itu lebih dari sekadar tiga gol yang dibukukannya dan gelar pemain terbaik yang diraihnya. Menurut harian Liverpool Echo, penampilan pemain 28 tahun itu melawan Leeds bukan salah satu yang terbaik, tapi benar-benar yang terbaik sejak dia bergabung dengan Liverpool.

Salah sempat terlihat mengkhawatirkan sepanjang pramusim karena tidak mencetak gol dalam keempat laga yang dimainkan (tiga uji coba dan satu Community Shield) dengan total 259 menit. Padahal, Liverpool membukukan 13 gol dalam keempat pertandingan itu dan ada sembilan pemain yang mencetak gol.


Baca Juga :
- Begini 3 Formasi Baru Liverpool Pilihan Klopp Bersama Thiago Alcantara
- Thiago Akhirnya Resmi Mengenakan Kostum Liverpool, Klopp pun Senang


Tapi, Salah langsung menepis keraguan itu lewat aksi impresifnya saat Liga Primer dimulai. Selain membukukan hattrick yang dua gol di antaranya dicetak dari titik penalti, Salah juga melepaskan 9 tembakan ke gawang. Ini kali pertama dia mencatatkan statistik ini sepanjang kariernya di Liga Primer.

Meski sangat banyak melepaskan tembakan ke gawang, Salah tidak bisa dibilang egois. Terbukti, dia menciptakan 4 peluang buat rekan-rekan setimnya yang 3 di antaranya didesain untuk Sadio Mane.

Sebelumnya, Salah hanya pernah dua kali menciptakan lebih banyak peluang buat rekan-rekan setimnya di Liga Primer. Itu dilakukannya lawan Everton di Anfield pada Desember 2017 dan kontra Brighton & Hove Albion pada Agustus 2018 di mana dia membuat masing-masing 6 peluang.

Salah memang menjadi masalah besar buat barisan pertahanan Leeds. Menurut data dari Statsbom, dia mencatatkan 9 dribel sukses dari 13 yang dilakukannya. Ini juga catatan terbaik dalam kariernya di Liga Primer.

Salah juga tercatat 21 kali menyentuh bola di dalam kotak penalti atau 5 sentuhan lebih banyak daripada rekor sebelumnya, 16 sentuhan, yang dibuatnya dalam kemenangan 3-0 Liverpool lawan Bournemouth pada April 2018 dan lawan Norwich City awal tahun ini.

Bahkan 21 sentuhan bola di dalam kotak penalti bukan hanya statistik istimewa bagi individu pemain, tapi juga bagi sebuah tim secara keseluruhan.

Faktanya, 7 dari 11 tim Liga Primer lainnya yang bertanding akhir pekan lalu, mencatatkan statistik lebih rendah daripada seorang Salah. Bahkan ketiga tim promosi Leeds, West Bromwich Albion, dan Fulham mencatatkan total 22 sentuhan bola di dalam kotak penalti.

Tingkat kerja Salah dalam laga ini juga fenomenal. Dia tidak kenal lelah melakukan tekanan hingga berhasil empat kali merebut bola (steal) di daerah pertahanan Leeds.

Hanya gelandang serang West Brom, yang lebih banyak merebut bola akhir pekan lalu, 5 kali, dengan catatan timnya menorehkan penguasaan bola 13 persen lebih rendah daripada Liverpool sehingga Pereira punya peluang merebut bola yang lebih besar daripada Salah.

Salah memang pernah mencatatkan rekor 6 kali merebut bola di daerah pertahanan Bournemouth dalam laga di Anfield pada 2019. Tapi, torehan steal-nya lawan Leeds termasuk yang paling istimewa.

Jadi, Salah mungkin pernah membukukan quattrick lawan Watford pada 17 Maret 2018 dan menyumbangkan dua assist atau lebih dalam beberapa pertandingan. Tapi, jika dilihat statistiknya secara keseluruhan, performa Salah lawan Leeds adalah yang terbaik sepanjang kariernya di Liverpool.

R
Penulis
Rijal Al Furqon