news
LIGA INTERNASIONAL
Terpuruk di Lapangan, Masalah PSG Bertambah Setelah Presidennya Diadili di Swiss dalam Kasus Korupsi
15 September 2020 19:47 WIB
berita
Nassr Al-Khelaifi - TopSkor/Istimewa
BELLINZONA – Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, dan mantan sekretaris jenderal FIFA, Jerome Valcke, menjalani persidangan dalam kasus korupsi, Senin (14/9).

Persidangan yang dijalani kedua tokoh sepak bola itu dan juga seorang eksekutif pemasaran asal Yunani, Dinos Deris, digelar di Bellinzona, Swiss, dan diperkirakan akan berlangsung selama dua pekan ke depan.




Baca Juga :
- Neymar Selalu Bikin Repot PSG di Setiap Awal Musim, dari Isu Transfer, Sanksi, hingga Cedera
- Rapor Bapuk Emery di Camp Nou Makin Panjang, 13 Kekalahan Beruntun Kemasukan 43 Gol


Al-Khelaifi, pengusaha asal Qatar yang juga menjabat sebagai kepala perusahaan penyiaran beIN Media Group, didakwa telah mendorong Valcke untuk melakukan tindakan kriminal terkait kontrak hak siar televisi.

Dalam persidangan itu akan diungkapkan bahwa Al-Khelaifi yang kini menjadi anggota Komite Eksekutif UEFA, telah memberikan izin kepada Valcke untuk menggunakan vila mewah miliknya.  


Baca Juga :
- "Kami Baik-Baik Saja Tanpa Dia." Pelatih Timnas Argentina Serang Balik Di Maria yang Marah-Marah karena Tak Dipanggil
- Boateng Mengecat Rambutnya Jadi Ungu karena Kalah Taruhan di Final Liga Champions


Di pihak lain, Valcke dan Deris disidangkan masing-masing dengan dakwaan terlibat dalam kasus suap.

Valcke yang menjabat sebagai sekjen FIFA antara 2007 dan 2015 serta telah dijatuhi sanksi larangan terlibat dalam kegiatan sepak bola pada 2018, dikabarkan telah menerima suap lebih dari 1 juta paun (Rp19 miliar) terkait kontrak televisi. Bukti utama dari kasus ini akan mulai diajukan dalam persidangan, Selasa ini.

Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengatakan organisasinya akan mendukung pendanaan sebuah badan global untuk memberantas korupsi di dunia olahraga.

Badan tersebut akan mirip seperti Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang tugasnya menyelidiki korupsi, pengaturan skor, dan keterlibatan organisasi kriminal dalam olahraga yang telah menjadi bahan diskusi selama lebih dari satu dekade terakhir tanpa ada program terperinci untuk untuk mengatasinya.

“Kami di FIFA sudah siap untuk menanamkan investasi dalam badan tersebut,” kata Infantino.

Kasus korupsi yang menjerat Al-Khelaifi menambah masalah yang dialami PSG awal musim ini. Maklum, sebelumnya Les Parisiens juga membuat start buruk di Ligue 1 musim ini dengan menelan kekalahan dalam dua laga pertama lawan tim promosi RC Lens dan Olympique Marseille.

PSG juga akan kehilangan tiga pemain dalam beberapa laga ke depan lantaran terkena kartu merah dalam Le Clasique lawan Marseille. Salah seorang di antaranya, Neymar Junior, bahkan terancam sanksi hingga tujuh pertandingan.

R
Penulis
Rijal Al Furqon