news
BULUTANGKIS
Setelah Mundur dari Piala Thomas dan Uber, Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Seri Asia 2020
13 September 2020 21:28 WIB
berita
Sekjen PSSI Achmad Budiharto - Media PBSI
JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia tidak hanya membuat Indonesia membatalkan keikutsertaan pada Piala Thomas dan Uber 2020.

Indonesia juga membatalkan pengajuan diri sebagai tuan rumah turnamen bulu tangkis Seri Asia karena pandemi Covid-19 yang belum mereda. Terutama di wilayah DKI Jakarta yang akan menjadi tempat penyelenggaraan.




Baca Juga :
- Ketua BPK Agung Firman Jadi Kandidat Kuat Ketum PBSI
- Juara Denmark Open 2020, Ganda Putra Inggris Ini Raih Prestasi Terbaik Sepanjang Karier Mereka


Apalagi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja mengumumkan penerapan PSBB total di wilayahnya mulai Senin (14/9/2020) besok.

Kepastian Indonesia menarik diri sebagai tuan rumah Seri Asia diungkapkan langsung oleh Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto, Minggu (13/9/2020).


Baca Juga :
- Emosional, Juara Indonesia Open 2014 Ini Resmi Pensiun dari Bulu Tangkis Usai Tersingkir di Denmark Open
- Mengejutkan! Ganda Denmark Ini Fasih Bahasa Indonesia saat Ungkap Kerinduan kepada Pebulu Tangkis Indonesia


“Karena Covid-19 belum reda dan melihat banyaknya negara yang sudah melarang warganya bepergian ke Indonesia, kami putuskan membatalkan permohonan jadi tuan rumah turnamen Seri Asia,” kata Budiharto dalam keterangan resmi yang diterima media.

Awalnya, dijelaskan Budiharto, Federasi Buu Tangkis Dunia (BWF) mempertimbangkan Indonesia untuk menjadi tuan rumah tiga turnamen bergengsi.

Yaitu Asia Open I dan Asia Open II yang keduanya masuk kategori BWF World Tour Super 1000, serta BWF World Tour Finals 2020.

“Tapi melihat reaksi sejumlah negara calon peserta yang menolak datang ke Indonesia, BWF sepertinya akan menarik penawarannya kepada Indonesia sebagai tuan rumah turnamen seri Asia,” Budiharto menuturkan.

“Maka dari itu, kami mengambil sikap untuk segera membatalkan rencana jadi tuan rumah ajang tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Budiharto menuturkan pihaknya juga sudah menulis surat resmi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali terkait pembatalan itu.

Sekaligus, membatalkan reservasi gedung yang sudah dipesan untuk penyelenggaraan turnamen tersebut.

Sebelumya, BWF merilis enam turnamen yang akan digelar pada akhir 2020. Yaitu Piala Thomas dan Uber (3-11 Oktober), serta turnamen seri Eropa yang terdiri dari Denmark Open I (13-18 Oktober) dan Denmark Open II (20-25 Oktober).

“Kalau Piala Thomas dan Uber 2020 batal dilaksanakan karena banyaknya negara peserta yang mundur, maka kemungkinan besar turnamen Seri Eropa dan Asia juga bisa batal,” kata Budiharto.

“Pernah ada usulan Piala Thomas dan Uber diundur ke Februari 2021, tapi kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari BWF,” ia menambahkan.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id