news
INFOGRAFIS
Juergen Klopp Tidak Pernah Menyangka Bertemu dengan si Gila Bielsa
12 September 2020 16:57 WIB
berita
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp (kiri) akan menghadapi pelatih Leeds United, Marcelo Bielsa, malam ini -Topskor.id/Grafis:Triyadi
LIVERPOOL – Juergen Klopp dan Marcelo Bielsa. Keduanya dipisahkan jarak usia 12 tahun. Klopp 53 tahun sedangkan Bielsa 65 tahun.

Klopp memulai karier kepelatihannya dalam usia 34 tahun. Usia yang tidak terlalu jauh dari Bielsa ketika dirinya memulai karier kepelatihannya dalam umur 35 tahun.




Baca Juga :
- Calvert Lewin Cetak Hattrick, Trio Everton Makin Menakutkan
- Zidane soal Kepergian Bale ke Tottenham: Saya Tidak Berbicara dengannya


Namun, ketertarikan Bielsa untuk terhadap taktik dan strategi dalam sepak bola sudah dimulai saat dirinya berusia 25 tahun.

Tepatnya pada 1980 saat dirinya menjadi pelatih tim muda Newell’s Old Boys. Ya, kini 40 tahun sudah Bielsa melalui hidupnya sebagai pelatih.


Baca Juga :
- Siaran Langsung Liga Primer Mola TV: Arsenal vs West Ham, Minggu (20/9) Pukul 02.00 WIB
- Diogo Jota Merapat ke Liverpool, Ini Empat Alasan Logis Jurgen Klopp untuk Manajemen


Selama 40 tahun tersebut, adakah pemain yang menempatkan Bielsa sebagai sosok berpengaruh dalam karier mereka? Banyak.

Gabriel Batistuta salah satu contohnya. Bielsa yang kali pertama membawa Batistuta mengawali kariernya di klub Newell’s Old Boys. Bielsa yang membentuk Batistuta menjadi penyerang yang tangguh dan tajam.

“Ketika saya tiba di Newell’s, saya gemuk. Bielsa yang kemudian membuat saya berlatih di dalam hujan,” kata Batistuta, yang kemudian menjadi legenda hidup Fiorentina (Seri A Italia) dalam buku biografinya.

Lalu Mauricio Pochettino “Dia membantu saya menemukan jawaban di lapangan,” kata Pochettino. Atau Diego Simeone “Banyak pelatih yang berperan dalam karier saya. Bielsa, Sven-Goran Eriksen, Basile. Mereka meinggalkan kesan. Bielsa yang paling banyak berperan,” katanya.

Mereka kemudian ada yang menjadi pelatih hebat, sebut saja Simeone dan Pochettino. Pemain pada era saat ini seperti Alexis Sanchez, Aymeric Laporte, atau Ander Herrera, Benyamin Mendy, Kalvin Phillips.

“Ketika saya bergabung (ke Athletic Bilbao), Bielsa mengatakan ‘Jangan pernah protes lagi, karena wasit ada di lapangan untuk membantu Anda, bukan membunuh Anda’,” kata Herrera, bercerita saat masih di Bilbao.

Dalam dunia kepelatihan, selain Simeone dan Pochettino, pelatih terkenal Josep Guardiola pun mengakui belajar dari metode Bielsa. Dalam hal ini soal taktik dan strategi. “Dia pelatih luar biasa, pelatih terbaik di dunia,” kata Guardiola.

Total, Bielsa telah melewati 665 pertandingan sebagai pelatih dengan 305 kemenangan, 184 imbang, dan 176 kali kalah. Dari jumlah tersebut, 100 laga di antaranya bersama Leeds United.

Membawa Leeds United promosi adalah satu dari sejumlah pencapaiannya yang minim sebagai pelatih. Ya, Bielsa dikenal bukan karena suksesnya meraih banyak trofi melainkan karena pemikirannya. Bahkan, Bielsa dipanggil dengan El Loco atau si Gila karena kecanduannya terhadap taktik sepak bola.

Pola Permainan

Pelatih seperti inilah yang akan dihadapi Klopp, malam ini. Bielsa sosok yang memperlihatkan kepada fan bagaimana bermain dengan permainan yang menarik.

Pola 3-3-1-3 yang diterapkannya ketika masih menangani timnas Cile dan juga saat di Bilbao, membuatnya menjadi perhatian.

Bielsa hanya pelatih keempat asal Argentina yang menangani klub papan atas di Inggris. “Saya sangat mengaguminya, tapi saya tidak pernah mendapatkan kesempatan dekat dengannya,” kata Klopp.

Klopp sendiri, jelang laga malam ini telah mempelajari bagaimana tim Bielsa bermain. “Kami memiliki pendekatan yang berbeda. Ada kesamaan tapi juga ada perbedaan yang besar,” kata Klopp.

Klopp mengakui bahwa dia cukup banyak mendengar kisah tentang Bielsa, tapi kini dia sendiri akan menghadapinya. “Saya tidak pernah menyangka akan menghadapi salah satu pelatih terbaik, seperti yang dikatakan di dunia sepak bola ini,” kata pelatih asal Jerman tersebut.

Di Leeds United, Bielsa kerap menggunakan pola 4-1-4-1, itu yang digunakannya musim lalu di Championship. Namun, pola tersebut pun kerap berubah menjadi skema tiga bek di pertahanan.

Dalam aspek bertahan, Klopp dan Bielsa sangat dikenal dengan menggunakan strategi memberikan tekanan. Perbedaannya. Menekan cara Klopp adalah dengan orientasi langsung untuk mencetak gol, sedangkan Bielsa lebih banyak untuk mengawali dengan menekan untuk penguasaan bola.

Kedua pelatih memiliki kesamaan dengan memberiakan serangan yang konstan dengan intensitas yang tinggi. Jika Bielsa menggunakan 4-1-4-1, Klopp dengan 4-3-3.

Klopp menggunakan 4-3-3 sekitar 87 persen dalam kariernya di Liga Primer pada tahun lalu. Sedangkan Bielsa menggunakan 4-1-4-1 hanya 57 persen di Championship musim lalu.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat