news
INFOGRAFIS
INFOGRAFIS: Mengukur Persaingan Liga Primer 2020/21, Liverpool dan City Masih Sengit
12 September 2020 11:29 WIB
berita
Liga Primer 2020/21 bergulir hari ini, peta persaingan masih akan didominasi dua tim besar, Liverpool dan Manchester City -Topskor.id/Grafis: Mad Yono
LONDON – Liga Primer kembali bergulir. Pesta pun dimulai. Sabtu (12/9) malam ini, kompetisi tertinggi sepak bola Inggris 2020/21 diawali dengan laga Fulham vs Arsenal.

Liverpool, juara Liga Primer 2019/20, tidak banyak yang berubah. Hingga kini, pasukan Juergen Klopp hanya mendatangkan satu pemain, Kostas Tsimiskas.




Baca Juga :
- Calvert Lewin Cetak Hattrick, Trio Everton Makin Menakutkan
- Tuah Ancelotti! Everton Cetak Kemenangan Kedua, James Rodriguez Cetak Gol Perdana


Berbeda dengan pesaingnya yaitu Manchester City yang mendapatkan Ferran Torres dan Nathan Ake. Pasukan Josep Guardiola juga tengah menunggu kedatangan bek tangguh Kalidou Koulibaly.

Namun, yang menarik tentu Chelsea dengan sejumlah pemain baru. Timo Werner dan Kai Havertz dua di antara enam bintang baru The Blues yang kemudian menempatkan pasukan Frank Lampard sebagai salah satu kandidat juara.


Baca Juga :
- Cari Pengalaman! Milan Pinjamkan Striker Alumni Akademi ke Klub Seri B, Ujian Terakhir
- Van De Beek Rayakan Kepindahan ke MU dengan Membeli Mobil Range Rover Terbaru Seharga Rp 2,8 Miliar


Efek restart musim lalu memang masih terasa. Praktis, musim yang akan bergulir ini hanya berjarak 48 hari dari berakhirnya Liga Primer musim lalu (2019/20).

Lalu, bagaimana kemungkinan peta persaingan Liga Primer 2020/21? Terlepas dari pembenahan yang dilakukan Chelsea.

Liverpool dan Manchester City masih menjadi perhatikan tentunya. The Reds menghadapi perlawanan dari City, yang musim lalu gagal melanjutkan dominasi mereka setelah meraih gelar Liga Primer dalam tiga musim beruntun.

Dengan mendatangkan sayap Ferran Torres dan bek Nathan Ake, The Citizens akan mencoba menutupi kepergian Davis Silva dan Leroy Sane.

Bakal dilihat mampukah Josep Guardiola menghentikan ambisi Liverpool yang ingin melanjutkan sukses mereka musim lalu.

The Citizens memiliki sayap yang semakin produktif, pemain yang mampu memberikan ancaman dari sayap kiri: Raheem Sterling.

Serangan City akan berorientasi seperti musim lalu: Sterling, Gabriel Jesus, Sergio Aguero, plus Torres.

Bersama mereka, City berhasil mempertahankan citra mereka sebagai mesin gol. Melihat statistik musim lalu, City memimpin dalam aspek serangan atau peroduktivitas gol.

Total mereka melepaskan 266 tembakan ke arah gawang. Dari jumlah tersebut, total 106 gol berhasil diciptakan The Citizens.

City memimpin dari aspek ini. Potensi ini kemungkinan besar tidak akan berubah. Efektivitas inilah yang tidak dimiliki Liverpool. Pelatih The Red, Juergen Klopp, bahkan tidak menempatkan lini depan timnya sebagai bagian yang harus diubah

Pria asal Jerman ini lebih konsern untuk menambah daya kreativitas di lini tengah.

Boleh jadi, situasi ini tidak terlepas dari kemungkinan mereka kehilangan Giorgio Wijnaldum. Gelandang asal Belanda ini dalam proses transfer ke Barcelona.

Kemungkinan perubahan masih bisa terjadi sebelum 5 Oktober ketika bursa transfer resmi ditutup.

Agenda Klopp dalam fase tersebut adalah mendapatkan gelandang Bayern Muenchen, Thiago Alcantara.

Namun, Liverpool dan City tidak akan bersaing "sendiri" tentunya. Ada Chelsea yang kini muncul sebagai klub pesaing.

Persaingan Empat Besar

Grafik Chelsea di bawah asuhan Frank Lampard luar biasa. Jika bukan sebagai kandidat utama, mereka dapat ditempatkan sebagai tim teratas dalam kategori perburuan empat besar.

Chelsea contoh sebuah kekuatan finansial dapat mengubah potensi klub menjadi satu-dua tingkat mendekati kandidat juara.

Ingat pula bahwa musim lalu mereka berada di peringkat ketiga dalam daftar klub paling produktif.

The Blues memikili kekuatan dalam aspek ini dengan kehadiran Timo Werner. Lalu gelandang kreatif Kai Havertz.

Lampard memiliki lebih dari cukup kekuatan amunisi di lini depan. Hanya, persoalannya tentulah aspek adaptasi dan kemampuan Lampard menjadikan semua elemen terkoneksi.

Dan Lampard masih memiliki Tammy Abraham dan Olivier Giroud. Faktor adaptasi inilah yang membuat Chelsea masih di bawah Liverpool dan Man. City.

Namun, mereka jelas sedikit di atas Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur

Dengan Donny Van De Beek, MU akan mencoba membangun kekuatan untuk meraih trofi pertama di era kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer.

Poros kekuatan Tim Setan Merah masih berorientasi kepada Marcus Rashford dan Anthilony Martial. Namun, musim ini suporter memantikan kembali duo lini tengah antara Paul Pogba dan Bruno Fernandes yang musim lalu belum memiliki kesempatan lebih banyak bermain bersama.

Arsenal dan Tottenham Hotspur dua klub yang juga mengalami situasi tidak ideal pada musim lalu. Namun, The Gunners berhasil kembali ke trek persaingan dengan meraih sejumlah hasil positif, ditandai dengan gelar Piala FA.

Leicester dan Leeds

Jika melihat musim lalu, Leicester City menjadi tim yang mampu membuat kejutan. Mereka berahsil masuk sebagai pengganggu di empat besar.

Yang menarik tentu sosok Jamie Vardy, bintang senior yang berhasil meraih gelar pencetak gol terbanyak.

Mampukah Vardy kembali memperlihatkan ketajamannya. Dia salah satu pemain lokal yang berhasil menyaingi nama-nama besar pemain asing seperti Sergio Aguero (Man City), Sadio Mane dan Mohamed Salah (Liverpool), atau kini bersaing dengan Werner (Chelsea).

Fenomena Leeds United dengan pelatih top seperti Marcelo Bielsa, musim ini juga akan dinantikan.

Liga Primer kali ini kedatangan “tamu istimewa”, Bielsa yang sudah sangat dikenal dengan kemampuan taktik dan strategi yang mengejutkan.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat