news
BULUTANGKIS
BREAKING NEWS! Indonesia Resmi Mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020
11 September 2020 21:36 WIB
berita
Sekjen PBSI Achmad Budiharjo - Media PBSI
JAKARTA – Impian Indonesia tahun ini untuk dapat memutus paceklik gelar Thomas Cup sejak 2002 dipastikan pupus.

Pasalnya, Jumat (11/9/2020) malam, Indonesia memastikan mundur dari gelaran Thomas dan Uber Cup di 2020 di Aarhus, Denmark, Oktober, 3-11 Oktober.




Baca Juga :
- Turnamen Seri Asia di Bangkok Terapkan Sistem Gelembung, PBSI Lontarkan Pujian
- Turnamen Bulu Tangkis 2021 Bakal Lebih Padat karena Tahun Ini Banyak Penundaan, Begini Antisipasi PBSI


Ada tiga alasan yang mendasari Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengambil keputusan menarik diri dari Thomas dan Uber Cup 2020.

Pertama, diawali dari adanya rasa khawatir terhadap keselamatan para atlet. PP PBSI tentu tidak ingin ada pemain Pelatnas Cipayung tertular Covid-19.


Baca Juga :
- Turnamen Bulutangkis Seri Asia Mundur, PBSI Pertimbangkan Simulasi
- Selamat! Liliyana Natsir Dinobatkan sebagai Pebulu Tangkis Putri Terbaik dalam Satu Dekade oleh BWF


Kedua, para atlet dan ofisial telah menyuarakan keraguan mereka untuk ambil bagian dalam turnamen bergengsi ini menyusul kondisi pandemi yang tak membaik.

Apalagi, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) juga tak bisa memberikan jaminan keselamatan untuk pihak-pihak yang terlibat Thomas dan Uber Cup 2020.

Ketiga, mengacu pada dua alasan di atas, para petinggi PP PBSI memutuskan Indonesia mundur dari Thomas dan Uber Cup 2020.

"Tim Indonesia dipastikan mundur dari Thomas dan Uber Cup 2020," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, Achmad Budiharto.

"Kami sudah mengirim surat ke Menpora dan akan segera mengirim pernyataan tertulis ke BWF. Keputusan ini diambil setelah kami berdiskusi dengan para atlet dan ofisial tim."

PP PBSI sebenarnya begitu bersemangat menyambut Thomas dan Uber Cup tahun ini meski bakal digelar di tengah pandemi Covid-19.

Maklum, mengingat peluang Indonesia menjuarai Thomas Cup 2020 begitu besar. Materi pemain Indonesia di putra saat ini boleh dibilang merata.

Namun, karena Covid-19 yang belum terselesaikan, PP PBSI terpaksa mengambil langkah pahit ini. Apalagi sebelumnya sudah ada enam negara yang menyatakan mundur.

Dengan mundurnya Indonesia dari Thomas dan Uber Cup 2020, otomatis tak ada pemain Pelatnas CIpayung yang ikut pada dua kejuaraan bergengsi, yakni Denmark Open I dan Denmark Open II 2020.*Krisna Dhaneswara/05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id