news
INFOGRAFIS
INFOGRAFIS: Sandro Tonali Ikuti Jejak Andrea Pirlo
10 September 2020 11:46 WIB
berita
Gelandang AC Milan, Sandro Tonali, saat resmi mengenakan kostum klub barunya ini -Topskor.id/AC Milan
MILAN – Sandro Tonali pernah masuk dalam daftar 50 pemain dengan drible terbanyak. Sebuah laman dengan nama eurofootballrumours menempatkan Tonali di posisi ke-39 pada Juli lalu.

Dari dari 50 daftar nama-nama bintang Seri A tersebut, Tonali yang paling muda, 19 tahun. Lalu, pada 31 Agustus lalu, Sky Sport Italia, menampatkan sosok Tonali di posisi pertama, dengan judul “Pemain Termuda dengan Assist Terbanyak di Liga Top Eropa”.




Baca Juga :
- BOOM! Andrea Agnelli Datangi Markas AC Milan, Ada Apa?
- Batal Gabung Milan, Ralf Rangnick Diincar AS Roma


Sky Sport memberikan ukuran berdasarkan data Opta dan disaring dari sisi usia. Barometernya adalah mereka yang memberikan minimal 5 assist pada 2019/20 dari yang termuda.

Ukuran tersebut pun dibatasi di 5 liga top Eropa (Liga Primer, La Liga, Seri A, Bundesliga, dan Ligue 1). Assist nya juga sebatas di liga, dalam hal ini tidak termasuk piala domestik.


Baca Juga :
- Napoli Lega karena Man City Beli Bek Benfica, Tanda Kalidou Koulibaly Bakal Bertahan
- Gattuso TIdak Tertipu dengan Hasil 6-0, Apalagi Dijadikan sebagai Modal lawan Juventus


Dan, hasilnya, Tonali yang kini berusia 20 tahun (lahir pada 8 Mei 2000), ada di posisi pertama dengan 7 assist untuk Brescia.

Di bawahnya atau posisi kedua ada Dejan Kulusevski dengan 8 assist yang lahir lebih dulu dibandingkan dengan Tonali. Kulusevski lahir pada 25 April 2000.

Sedangkan di posisi ketiga ada Jadon Sancho. Bintang Borussia Dortmund ini memberikan 16 assist pada 2019/20, dengan kategori lebih tua dalam segi hari atau bulan dibandingkan dengan Kulusevski dan Tonali.

Dalam daftar ini juga ada sosok Kai Havertz di posisi ke-5, yang bersama Bayer Leverkusen pada musim lalu memberikan 6 assist. Havertz yang kini bergabung ke Chelsea, lahir pada 11 Juni 1999 atau berusia 21 tahun.

Usia memang salah satu keunggulan dari Tonali. Dia adalah aset berharga yang dimiliki klub, dalam hal ini klub barunya, AC Milan dan juga timnas Italia tentunya.

Karena itu, kehadirannya di Milan sebagai pemain baru menempatkan I Rossoneri kini sebagai tim yang memiliki potensi meraih hasil mengesankan pada 2020/21 ini.

Transfer ini dapat dikatakan sempurna karena Milan membutuhkan pemain muda dengan kemampuan di atas rata-rata sedangkan Tonali bukan rahasia lagi sebagai fan fanatic I Rossoneri sejak kecil.

“Ayah saya adalah Milanista, sedangkan ibu dan paman saya adalah Interisti. Ketika masih kecil, saya menyukai warna Milan dan idola saya adalah Gennaro Gattuso,” kata Tonali, Mei tahun lalu.

“Saya berada di Stadion San Siro ketika Kaka mencetak gol ke gawang Lazio, dan saya juga menyaksikan gol yang diciptakan Clarence Seedorf lawan Chievo” katanya, bangga.

Namun, meski dalam sejumlah profilnya Tonali disebut sebagai gelandang bertahan atau gelandang tengah, dia justru semakin tumbuh dengan kemampuannya dalam memberikan operan.

Tonali tidak seperti Gattuso tentunya yang lebih banyak mengandalkan tenaga dan berfungusi sebagai gelandang perusak permainan lawan, dia bermain lebih banyak menggunakan intelegensinya.

Tonali tahu bagaimana memberikan umpan yang baik untuk rekan setimnya yang berada di posis tertentu. Dia melakukan umpan terobosan yang tidak terduga, atau memberikan umpan jauh yang membuat rekan setimnya mudah menerobos pertahanan lawan.

Dengan semua karakteristik tersebut, Tonali semakin dikenal sebagai pemain yang memiliki potensi bermain seperti Andrea Pirlo. Yang menarik, postur atau gayanya pun memang mirip seperti Pirlo.

Walau bermain sebagai deep-lying midfield, Tonali mampu mencetak enam gol dan memberikan 14 assist dalam 177 laga untuk Brescia di tingkat tim senior klub tersebut. Dia juga menjadi kunci sukses Brescia promosi pada dua musim lalu (2018/19).

Total dalam kariernya, Tonali telah bermain dalam 143 laga dalam semua kategori kompetisi, mencetak 18 gol dan memberikan 18 assist. Musim lalu di Seri A, Tonali mencetak satu gol dan memberikan 7 assist.

Ya, Milan beruntung mendapatkan Tonali, sedangkan sang pemain juga bahagia karena mewujudkan impiannya. Satu-satunya yang kurang dari transfer ini adalah statusnya yang datang sebagai pinjaman.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat