news
BULUTANGKIS
BWF Tegaskan Piala Thomas dan Uber Tetap Sesuai Jadwal meski Tiga Negara Mundur
09 September 2020 22:53 WIB
berita
JAKARTA – Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) memastikan penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber 2020 tetap berjalan sesuai rencana.

Yakni, pada 3-11 Oktober di Aarhus, Denmark. Adanya negara-negara yang memutuskan mundur dari kejuaraan beregu bulu tangkis dunia itu tidak memengaruhi jadwal.




Baca Juga :
- Turnamen Seri Asia di Bangkok Terapkan Sistem Gelembung, PBSI Lontarkan Pujian
- Turnamen Bulu Tangkis 2021 Bakal Lebih Padat karena Tahun Ini Banyak Penundaan, Begini Antisipasi PBSI


Hingga saat ini, sudah ada tiga negara yang dipastikan tidak akan mengirim atletnya ke Denmark. Ketiga negara tersebut adalah Taiwan, Thailand, dan Australia.

“BWF mengonfirmasi bahwa putaran final Piala Thomas dan Uber 2020 di Aarhus, Denmark akan tetap berjalan sesuai rencana meskipun tim putra dan putri Thailand memutuskan mundur,” demikian pernyatan BWF dalam laman resminya, Rabu (9/9/2020).


Baca Juga :
- Turnamen Bulutangkis Seri Asia Mundur, PBSI Pertimbangkan Simulasi
- Selamat! Liliyana Natsir Dinobatkan sebagai Pebulu Tangkis Putri Terbaik dalam Satu Dekade oleh BWF


Meski demikian, BWF belum memutuskan apakah mereka akan mencari negara-negara pengganti untuk mengisi kekosongan slot yang ditinggalkan Australia, Thailand dan Taiwan.

BWF juga memastikan bahwa mereka tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan seluruh pemain dan personel selama turnamen berlangsung nanti.

Salah satunya dengan menerapkan sistem gelembung atau isolasi pemain di satu tempat demi terciptanya situasi berkompetisi yang aman dari ancaman paparan Covid-19.

Taiwan, Australia, Thailand sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak berpartisipasi dalam ajang Piala Thomas dan Uber tahun ini lantaran khawatir dengan situasi pandemi yang masih mengancam.

Asosiasi Bulu Tangkis Australia mengatakan, kebijakan pembatasan perjalanan di beberapa negara bagian di Australia serta keselamatan pemain menjadi alasan mereka tidak mengirimkan atletnya ke kejuaraan bulu tangkis putra dan putri paling bergengsi itu.

Sementara Asosiasi Bulu Tangkis Thailand menyatakan, banyaknya pemain yang menolak terbang ke Denmark menjadi alasan mereka mundur.

Thailand mengaku tidak memiliki jumlah pebulu tangkis yang cukup untuk berlaga dalam sebuah turnamen beregu.*05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id