news
BULUTANGKIS
Peringatan Haornas, PB Djarum Bicara Pentingnya Lapisan Bawah dan Ekosistem Bulutangkis yang Ideal di Indonesia
08 September 2020 13:15 WIB
berita
Yoppy Rosimin, selaku Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation (tengah)/ Foto Media PB Djarum
JAKARTA - Memelihara ekosistem sangat penting dan sangat vital untuk masa depan bulutangkis Indonesia. Karena itu rantai generasi tersebut tidak boleh terputus, kata Yoppy Rosimin, selaku Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Hal itu diungkapkan Yoppy dalam bincang media yang digelar secara virtual ini dihadiri puluhan wartawan olahraga nasional.




Baca Juga :
- An Se-young Bakal Jadi Sorotan di Olimpiade Tokyo
- Nova Arianto: "Timnas seperti Dibuat Main-main, Padahal Mereka Dibiayai Uang Rakyat"


Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September 2020. PB Djarum menjelaskan ekosistem bulutangkis yang ideal sehingga dapat mengangkat prestasi Indonesia di kancah dunia.

“Mata rantai pertama adalah klub dari daerah, yang merupakan cikal bakal pemain-pemain yang di daerah telah berlatih dan bertanding, untuk kemudian masuk ke klub besar dan dibina menjadi seorang juara," ujar Yoppy membuka perbincangan.


Baca Juga :
- IPO Hadir dari Pergulatan Insan Pers untuk Olahraga Indonesia
- Lee Cong Wei Perlihatkan Kostum Baru untuk Olimpiade Tokyo


Yoppy Rosimin, selaku Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, hadir bersama para narasumber lainnya di bincang media ini, yakni Christian Hadinata (Legenda Bulutangkis Indonesia dan Tim Penasihat PB Djarum), Hariyanto Arbi (Legenda Bulutangkis Indonesia dan Ketua Komunitas Bulutangkis Indonesia), dan Fung Permadi (Manager Team PB Djarum).

Serta, hadir pula dua atlet muda PB Djarum, Bernadine Anindya Wardana (asal Klaten, Jawa Tengah), dan Radithya Bayu Wardhana (asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau).

Yoppy menyebut istilah "layer bawah" (pemula) atau lapisan atlet-atlet di kelompok usia di bawah 11 hingga 19 tahun, menjadi target usia pembinaan di PB Djarum.

Hal ini telah dibuktikan PB Djarum dengan menyambangi berbagai kota di Tanah Air melalui Audisi Umum PB Djarum.

Layer awal ini, menurut Yoppy, jarang dilirik oleh sponsor dan donatur di Indonesia.  “Sponsor di Indonesia yang memiliki komitmen tinggi di layer bawah terhadap sebuah cabang olahraga itu sangat sedikit.”

“Banyak memang yang menaruh minat pada liga-liga elite, tapi kita lupa bahwa kita juga membutuhkan layer bawah yaitu pembinaan di usia dini. Merekalah yang bakal menggantikan atlet-atlet di gelanggang elite tersebut.”

 

R
Penulis
Rizki Haerullah