news
BULUTANGKIS
Dua Legenda Bersaudara yang Banyak Melahirkan Pebulutangkis Muda Terbaik Indonesia
30 August 2020 14:00 WIB
berita
Iie Sumirat (kanan) dan Nara Sujana (kiri), dua bersaudara yang pernah mengharumkan Tanah Air di cabang olahraga bulutangkis/ Arief NK/Topskor
BANDUNG - Pebulutangkis bersaudara dan legendaris: Iie Sumirat dan Nara Sujana tetap bugar mengelola klubnya SGS Kota Bandung.

Dengan kondisi yang sudah tidak muda lagi, keduanya sangat bersemangat melatih, membina, serta melahirkan pebulutangkis muda.




Baca Juga :
- Emosional, Juara Indonesia Open 2014 Ini Resmi Pensiun dari Bulu Tangkis Usai Tersingkir di Denmark Open
- Mengejutkan! Ganda Denmark Ini Fasih Bahasa Indonesia saat Ungkap Kerinduan kepada Pebulu Tangkis Indonesia


Apalagi setelah Pengcab PBSI Kota Bandung bergeliat dengan misi membangun Kota Bandung  sebagai barometer bulutangkis yang dipimpin perwira polisi, Nurfalah.

Iie dan Nara kini membina ratusan murid di lima camp SGS di seluruh Jawa Barat.


Baca Juga :
- Munas PP PBSI Digelar November 2020, Agenda Utama Pemilihan Ketua Umum Periode 2020-2024
- Turnamen Seri Asia di Bangkok Terapkan Sistem Gelembung, PBSI Lontarkan Pujian


"Saat ini sudah ada lima camp SGS yang membina murid sebagai calon pebulutangkis dunia, kami punya cita - cita ingin membangkitkan Kota Bandung sebagai penghasil pebulutangkis andal," kata Iie mengungkapkan saat ditemui disela - sela Muskot PBSI Kota Bandung, Sabtu (29/8).

Iie dan Nara berbagi tugas dalam melahirkan atlet. Iie bertugas untuk mengelola basecamp, SGS di Antapani, Cigereleng dan Cicalengka. Sementara Nara di wilayah Cijerah.

"Dalam mengurus camp kami berbagi paket, yang resmi kami kelola ada empat, kami berbagi tugas saja karena ini sebuah panggilan," kata Iie.

Alhasil, berkat ketekunannya, kedua legenda ini kembali menelurkan pebulutangkis penghuni Pelatnas bahkan dunia, Anthony Sinisuka Ginting, Fajar lfian serta pasangan di nomor ganda, S Fikri.

"Dalam membina dari dulu sama teknisnya, kami membina tidak tiba -tiba jadi, ya memang kami bisa mencetak pemain dunia, seperti Taufik, yang terpenting ada dulu Pusdiklatnya tapi tidak asal memilih atlet harus selektif," kata Iie.

Iie dan Nara, dua pebulutangkis yang pernah mengharumkan bangsa di era 1970-an. Khususnya, ia merupakan atlet binaan asal Kota Bandung.

"Untuk saat ini pembinaan memang agak tersendat karena situasi dan kondisi yang cukup sulit, tapi sebagai mantan atlet saya tetap ingin mengabdi seperti apa yang dulu kami berikan kepada Tanah Air, " kata Iie lagi.

Iie terkenal dengan aksi - aksinya setelah mengalahkan pebulutangkis asal Denmark Svend Pri di Piala Thomas 1979 di Jakarta. Sementara, Nara melenjit di Asian Games 1970-an.*

A
Penulis
Arief N K