news
BULUTANGKIS
Turnamen BWF Kembali Bergulir Oktober, Inilah Jadwal Padat Para Pebulu Tangkis Indonesia Tahun Ini
29 August 2020 22:27 WIB
berita
Anthony Ginting, salah satu pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia / Dokumentasi PBSI
JAKARTA – Berbagai turnamen resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) bakal kembali bergulir setelah sempat dihentikan enam bulan akibat pandemi virus corona.

Kondisi ini membuat para pebulu tangkis Indonesia terutama yag tergabung di pelatnas menghadapi jadwal pertandingan yang padat karena pelaksanaannya berdekatan.




Baca Juga :
- Sang Legenda Ungkap Situasi Internal Bulu Tangkis Inggris Saat Ini
- An Se-young Bakal Jadi Sorotan di Olimpiade Tokyo


Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2020) mengatakan, turnamen diawali dengan Piala Thomas dan Uber 2020 di Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober.

Setelah itu mereka masih harus mengikuti dua turnamen di negara yang sama. Dua hari setelah Piala Thomas-Uber, akan dilangsungkan dua turnamen BWF World Tour Super 750 di Odense.


Baca Juga :
- Lee Cong Wei Perlihatkan Kostum Baru untuk Olimpiade Tokyo
- Sah! Inilah Dua Bakal Calon Ketua Umum PP PBSI Periode 2020-2024


Pertama adalah Denmark Terbuka I 2020 pada 13-18 Oktober, dilanjutkan dengan Denmark Terbuka II 2020 pada 20-25 Oktober.

Sekitar dua pekan kemudian, Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan akan melanjutkan tur ke Asia.

Sebanyak tiga turnamen beruntun akan dilangsungkan di Asia, dengan negara penyelenggara masih belum ditentukan.

Asia Open I 2020 Super 1000 pada 10-15 November, dilanjutkan dengan Asia Open II 2020 Super 1000 pada 17-22 November.

Gelaran World Tour 2020 akan ditutup dengan BWF World Tour Finals 2020, yang rencananya akan dilangsungkan pada 25-29 November.

Menanggapi berbagai ajang di Denmark, Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto telah memastikan keikutsertaan pebulu tangkis Indonesia dalam tiga kejuaraan tersebut.

Seluruh pebulu tangkis Indonesia juga dipastikan akan ambil bagian dalam ajang Piala Thomas-Uber 2020.

Bahkan berencana menggelar turnamen simulasi internal PBSI Thomas & Uber Cup pekan depan untuk memantapkan persiapan jelang perebutan dua lambang supremasi bergengsi itu.

"Filosofinya, BWF ingin pemain bertanding setelah sudah lama tidak bertanding, tapi diusahakan agar mereka tidak berpindah-pindah negara karena pertimbangan risiko kesehatan karena adanya wabah Covid-19," ujar Budiharto.

"Setelah mengadakan konsolidasi internal, PBSI memutuskan untuk ikut serta di Piala Thomas dan Uber, serta Denmark Terbuka I dan II. Ini adalah kesempatan bagi pemain, di samping bisa dapat poin, pemain juga dapat lebih banyak kesempatan bertanding," ia melanjutkan.

Mengenai dua turnamen super 1000 di Asia dan kelanjutan Indonesia Open 2020 yang awalnya akan dilangsungkan pada November 2020, Budiharto mengatakan hal ini masih akan didiskusikan lebih lanjut dengan BWF.

"Seri di Asia mungkin saja di Indonesia. Banyak hal yang harus dibicarakan karena masalahnya cukup rumit,” Budiharto mengungkapkan.

“Kalau dari pemerintah, sudah ada lampu hijau untuk mengadakan event olahraga di Indonesia. Tapi tetap dengan protokol Covid-19 karena perhatiannya tetap keselamatan atlet dan pihak lainnya," ujar Budiharto.

Dalam siaran pers yang dirilis di laman resminya, BWF mengatakan telah mendistribusikan protokol keselamatan dan prosedur kesehatan kepada seluruh anggota asosiasi.

Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund mengatakan bahwa wabah Covid-19 membuat BWF harus mengimplementasikan jadwal penyelenggaraan turnamen seperti di atas.

Sebab, penyelenggaraan turnamen di berbagai negara memerlukan pengaturan perjalanan dengan ketentuan yang berbeda.

“Dengan adanya ketentuan yang berbeda di setiap lokasi, membuat perancangan jadwal turnamen menjadi tantangan besar bagi negara peserta,” demikian tulis BWF.*Antara/05

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id