news
UMUM
KONI DIY Minta Disdikpora DIY Buka Fasilitas Olahraga
27 August 2020 07:48 WIB
berita
Audiensi KONI DIY dan Disdikpora DIY di Yogyakarta. Dok KONI DIY
YOGYAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KONI DIY) bersama Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Eka Heru Prasertya beraudiensi dengan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) DIY di kantor dinas setempat pada Selasa (25/8/2020).

KONI DIY yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Djoko Pekik Irianto memohon kepada Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya agar fasilitas olahraga milik Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dapat segera dibuka.




Baca Juga :
- Angkat Besi: Triyatno Kalah dari Dua Juniornya, PB PABSI Lakukan Evaluasi Besar-besaran
- PSSI Hubungi Elkan Baggot untuk Gabung Timnas U-19 di Turki


"Iya, kami ajukan permohonan supaya sarana prasarana (olahraga) milik Pemda DIY bisa segera dibuka. Prinsip beliau setuju, bahkan sempat menanyakan kapan kira-kira mau digunakan," kata Djoko Pekik Irianto.

Dalam hal tersebut, KONI DIY menargetkan secepatnya yakni mulai pertengahan September 2020 fasilitas olahraga milik Pemda DIY dibuka kembali. Mulai kompleks Stadion Mandala Krida, Lapangan Kenari, hingga GOR Amongrogo Yogyakarta.


Baca Juga :
- Arema Putri Bidik Eks Striker Timnas Putri Asian Games 2018
- Preview Timnas U-19 vs Dinamo Zagreb U-19: Siap Antisipasi Serangan Udara Lawan


Tentu hal ini juga perlu didukung dengan pemenuhan sarana pendukung protokol kesehatan yang operasionalnya berada di bawah langsung BPO Disdikpora DIY. Pembukaan fasilitas olahraga yang diharapkan pun terbatas cabang olahraga (cabor) outdoor dan tidak melakukan sentuhan fisik secara langsung. Seperti atletik, bola voli pasir, panjat tebing, sepatu roda, dan panahan.          

"Mulai pertengahan September, harapan KONI DIY bisa segera digunakan. Tahap awal untuk para atlet dulu, baik Puslatda maupun Puslatkot. Tentu juga sesuai dengan protokol kesehatan," ucap dia menambahkan.

Saat ini para atlet dan pelatih, lanjutnya, terutama yang termasuk dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON DIY menjalankan pelatihan di rumah (training at home) atau di tempat terbuka secara tertutup.

Namun demikian, hal itu pun dilakukan secara tidak formal. Dan belum dapat dimaksimalkan program latihan 15 jam dalam sepekan, mengingat keterbatasan anggaran. Diharapkan pelatihan formal dapat segera terlaksana dengan menyesuaikan kapasitas tempat latihan yang ada.      

"Harapan kami setelah dibuka nanti ya maintenance naik sedikit demi sedikit, sehingga Januari 2021 kita mulai normal langsung meningkat (hasil latihan). Apalagi ini kita reschedule lagi programnya, tidak lagi peak pada Oktober 2020 tapi di tahun 2021," kata Djoko Pekik lagi.*04

 

news
Penulis
Sri Nugroho
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.