news
OPINI
Ronald Koeman-Messi Bisa Sinergi atau Buang-buang Energi, Kompleksitas Masalah di Barca
21 August 2020 09:48 WIB
berita
SEPAK bola itu tren dan tren bisa berubah atau bergeser. Pada periode 2008-2012, siapa yang bisa melawan FC Barcelona saat ditukangi oleh Josep Guardiola. Tiki-taka dan penguasaan bola tinggi bisa menghasilkan permainan memukau. Tapi, sekarang mana? Permainan Barca tak ubahnya tim semenjana.

Tiga musim beruntun Barca mengalami titik nadir. Hampir tak ada tim yang begitu memalukannya di Liga Champions seperti Barca. Pertama AS Roma, lalu Liverpool, dan terakhir Bayen Munchen. Dilihat dari asal negara ketiga klub penakuluk itu, seakan menggambarkan sepak bola Spanyol babak belur oleh Italia, Inggris, dan Jerman.




Baca Juga :
- Selalu Ada Tempat untuk Arturo Vidal dalam Pola Inter, 3-5-2 maupun 3-4-1-2
- Presiden Lyon: Bartomeu Bilang Barca Tidak Punya Uang untuk Beli Depay


Pada level teknis, manajemen paling mudah mengambil langkah memecat pelatih. Itulah yang dilakukan. Quique Setien yang belum setahun bertugas pun angkat koper dari Barca. Setien meninggalkan Barca dengan kondisi luluh lantak. Lagi-lagi, sosok pelatih paling mudah jadi kambing hitam atas terpuruknya sebuah tim.

Lalu, Barca pun mendaulat Ronald Koeman, pelatih asal Belanda yang sedang bertugas memimpin timnas negaranya. Ronald Koeman tak pikir panjang dan menyambut tawaran Barca untuk yang kali kedua ini. Ronald Koeman dikenal sebagai pelatih yang punya integritas tinggi dan sangat berpengalaman.


Baca Juga :
- Ronald Koeman Bakal Menggunakan Double Pivot untuk Barcelona dalam Pola 4-2-3-1
- Tembus 101 Gol di Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Jadi Mimpi Buruk buat Swedia, Belanda, dan Spanyol


Ekspektasi manajemen Barca tentu sangat tinggi kepada pria yang pernah membela Azulgrana pada 1989-1995. Tapi, tak ada pula yang bisa menjamin Ronald Koeman bisa menyelesaikan berbagai masalah di Barca. Tak juga manajemen Barca yang dipimpin Presiden Jose Maria Bartomeu.

Namun, dari berbagai banyak pertimbangan, Ronald Koeman adalah pilihan terbaik yang bisa diambil. Ketimbang dua nama lainnya yaitu Xavi Hernandez dan Mauricio Pochettino. Seperti biasa, pelatih punya hak veto untuk mempertahankan pemain atau melepasnya di bursa transfer.

Mulailah Ronald Koeman berkubang dengan masalah Barca yang paling esensial yaitu soal penyusunan skuat. Siapa saja pemain yang dipertahankan, dilepas, atau mana saja yang harus dibeli. Namun, paling utama adalah soal Lionel Messi, kapten Barca dan pemain yang paling berpengaruh di tim.

Sikap dan keputusan Ronald Koeman terhadap Messi akan sangat besar pengaruhnya untuk perjalanan Barca saat dipimpin olehnya. Makin ke sini, makin banyak pihak yang menyuarakan ketidaksukaannya kepada Messi. Bisa dari mana saja. Messi dianggap bukan pemimpin yang baik.

Sikapya kepada para pemain baru dianggap terlalu congkak sehingga banyak dari mereka yang rikuh dan itu sangat memengaruhi permainannya. Contoh paling gamblang adalah Antoine Griezmann yang sulit sekali bisa akrab dengan Messi. La Pulga memang berperilaku demikian.

Istilahnya, lebih mementingkan perasaan daripada logika. Like-dislike Messi sangat dominan. Untungnya, ini Messi, pemain yang jasanya tak terhingga untuk Barca. Jika pemain itu bukan Messi, pastinya sudah kelar dari kapan tahu. Sedangkan pihak yang mendukung agar Messi tetap di Barca pun tak kalah banyaknya.

Alasannya tak perlu dibahas. Sudah pasti soal kemampuan dan perannya yang dianggap luar biasa di tim. Bagaimana dengan Ronald Koeman? Sebagai pelatih, Ronald Koeman tak bisa berpikiran seperti salah satu pihak itu. Tak bisa langsung menentang Messi dengan perilakunya atau membela Messi karena dia pemain megabintang.

Ronald Koeman harus punya pendekatan yang berbeda. Jika selama ini tak tahu persis bagaimana pribadi Messi, inilah saatnya Ronald Koeman menyelami sang kapten. Pastinya, Ronald Koeman bakal bertemu secara pribadi dengan Messi. Sebuah pertemuan yang bisa jadi awalan dari lembaran baru Barca.

Setelah itu, akan ada dua jalan yang sama sekali berlainan arah. Pertama, Ronald Koeman dan Messi bisa bersinergi. Secara teknis, hal ini bisa terlihat di lapangan saat Barca bertanding. Indikasinya, jika Barca kembali bisa bermain indah dan meraih banyak kemenangan, sinergi Ronald Koeman-Messi berhasil.

Ya, semudah itu saja pada ujungnya. Diawali dengan Ronald Koeman melepas pemain yang tak masuk proyeksinya, mendatangkan pemain sesuai kebutuhan tim, dan menerapkan berbagai strategi. Pada tiga tahapan itu, Ronald Koeman bisa berdiskusi dengan Messi meski keputusan tetap harus ada di tangannya.

Tak salah juga kok seorang pelatih bertukar pikiran dengan pemainnya. Bahkan, ini hal bagus karena semua ingin tim menang. Jika sinergi ini berhasil, maka Barca akan kembali luar biasa. Fan Barca tetap bisa melihat Messi bersama mereka. Lalu, kejayaan pun bisa diraih lagi. Ini situasi yang paling ideal dan jadi harapan banyak pihak.

Sebaliknya, ada jalan lain yang arahnya bertolak belakang. Barca bisa lebih hancur daripada saat ini atau setidaknya sama kacaunya dengan sekarang. Dengan begitu, kerja sama Ronald Koeman dan Messi hanya buang-buang energi karena mereka tak cocok satu sama lain.

Jika ego masing-masing meninggi, Barca dipastikan tak akan bangkit. Merujuk dari situasi sebelumnya, biasanya sang pelatih yang kalah. Ronald Koeman yang malah bisa terdepak. Ini yang lazim terjadi di Barca saat harus memilih antara Messi atau pelatih siapa pun dia. Tentunya hal ini, tak harus terjadi.

Potensi ke arah itu tetap ada jika Ronald Koeman bisa jauh lebih berani daripada pelatih Barca mana pun yang pernah melatih Messi. Tak memainkan Messi akan tetap berada di tangannya dan jika itu terjadi, suasana bakal sangat ramai. Memang jadi sangat sulit situasi di Barca saat ini.

Inilah kompleksitas masalah di Barca. Sumbernya memang Messi. Sekarang, tinggal bagaimana Ronald Koeman bisa “mengendalikan” Messi dengan caranya atau berseberangan. Ronald Koeman pasti sadar sepenuhnya bahwa sentral penyelesaian masalah ada di tangannya selaku pelatih.

Sejatinya, Messi atau siapa pun dia pada hakikatnya adalah seorang pesepak bola yang menginginkan timnya menang. Memang, Messi kerap melompati wewenangnya dengan ikut mengatur tim namun kembali ke hakikat tadi bahwa dia hanya ingin kemenangan. Dan, kuncinya saat ini ada di Ronald Koeman.

Akankah Ronald Koeman bisa menggandeng Messi dan memperbaiki skuat Barca atau malah frontal berhadapan dengan sang kapten. Bisa juga, saat ini Ronald Koeman bicara baik-baik agar Messi pergi saja dari Barca karena masanya sudah habis. Segala kemungkinan bisa terjadi dan menarik menantikannya.*

D
Penulis
Dedhi Purnomo
BarC4!