news
UMUM
Tiga Pertarungan dari 3 Disiplin Berbeda; Muay Thai, kickboxing dan MMA Bakal Mencuri Perhatian di ONE: NO SURRENDER II
12 August 2020 13:51 WIB
berita
Yodkaikaew Fairtex Vs John Shink
BANGKOK - ONE Championship siap menggelar ONE: NO SURRENDER II sebagai sekuel dari ajang sebelumnya pada 31 Juli lalu. 

Jumat, 14 Agustus, organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan menyiarkan enam laga bela diri unggulan dalam 3 disiplin berbeda; Muay Thai, kickboxing dan mixed martial arts (MMA).




Baca Juga :
- Khabib Nurmagomedov Ungkap Justin Gaethje sebagai Lawan Terberatnya
- Petarung Ini Dikontak Hollywood Meskipun Dikecam Saingannya karena 'Menjual Seks' Bukan MMA


Laga utama menampilkan laga semifinal Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai antara Saemapetch Fairtex dan Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym, namun ada tiga laga lainnya yang memiliki potensi untuk memberi kejutan pada akhir pekan nanti.  

Leo Pinto Vs Mehdi Zato
Mehdi “Diamond Heart” Zatout akan ingin melanjutkan rangkaian kemenangannya saat ia memasuki ring untuk menghadapi atlet bantamweight Perancis Leo Pinto dalam laga ONE Super Series kickboxing. 


Baca Juga :
- Khabib Nurmagomedov Bicara soal Pensiun, Begini Katanya
- Wow, Petarung Polandia Ini Ingin Bungkam Israel Adesanya


Pria yang dikenal sebagai “Diamond Heart” ini terakhir berlaga pada Januari di ajang ONE: A NEW TOMORROW. Dia unggul atas Han Zi Hao melalui keputusan terbelah. Pada malam yang sama, Pinto meraih kemenangan mutlak atas murid Zatout, Adam Noi. 

Baik Zatout dan Pinto adalah dua striker yang memiliki kemampuan luar biasa. “Diamond Heart” gemar mempermainkan jarak serang sambil menendang dan menyerang dengan lutut. Pergerakan sporadik itu akan menyulitkan Pinto saat ia menggunakan kemampuan tinju yang mumpuni. 

Sementara itu, Pinto telah membuktikan bahwa ia memiliki pukulan kuat. Ia seringkali menggunakan pukulan cepat untuk mempersiapkan serangan ke arah tubuh dan hook-nya, yang mungkin dapat mencegah Zatout saat ia mencari celah untuk menyerang balik. 

Semua ini hanya berarti bahwa laga bantamweight tersebut dapat menjadi sebuah permainan cerdas yang menampilkan dua striker metodikal ini, dimana hasilnya akan bergantung pada siapa yang lebih cerdas. 

Jika Zatout mencetak kemenangan, ia mungkin akan mendapatkan laga melawan salah satu dari lima kickboxer teratas dalam Peringkat Resmi Atlet ONE divisi bantamweight. Tetapi, jika Pinto yang menang, ia akan membuktikan dirinya patut dipertimbangkan dalam divisi tersebut 

Yodkaikaew Fairtex Vs John Shink
Para penggemar nampaknya tak terlalu mengetahui apa yang harus mereka harapkan saat melihat dua pendatang baru, John Shink dan Yodkaikaew “Y2K” Fairtex, yang akan tampil di atas panggung dunia. Tetapi elemen kejutan itulah yang dapat membuat kedua pejuang ini mampu mencuri perhatian. 

Shink, seorang atlet kelahiran Nigeria yang dibesarkan di Inggris. Dia akhirnya pindah ke Phuket, Thailand, agar dapat menajamkan permainannya di Tiger Muay Thai. Walau ia masih dapat dikatakan sebagai pemula dalam karier bela diri campurannya, atlet flyweight tak terkalahkan ini secara brilian mengaplikasikan kemampuan Muay Thai miliknya ke dalam disiplin ini. 

Dalam tiga laga profesionalnya, Shink menunjukkan pertahanan takedown yang sempurna, sebuah permainan clinch yang dinamis, kemampuan BJJ yang baik, serta insting yang luar biasa – dimana yang terakhir itu ditampilkannya dalam dua kemenangan KO yang diraihnya. 

Tetapi, ia mungkin akan menemukan kesulitan saat menghadapi “Y2K,” seorang Juara Max Stadium Muay Thai yang telah meraih kemenangan dalam berbagai laga bela diri campuran melalui striking – terutama dengan pukulan dan serangan lututnya. 

Perwakilan Fairtex ini telah berkompetisi bersama beberapa promotor terbesar di Thailand dan Cina dimana ia telah meraih catatan rekor profesional 4-2-1. Dengan tiga kemenangan KO dalam resume-nya – serta beratus-ratus jam yang dihabiskan untuk berlatih Muay Thai dan bela diri campuran – kekuatan Yodkaikaew mungkin akan sedikit lebih unggul dari rivalnya. 

Akan menarik untuk melihat bagaimana mereka mengaplikasikan kemampuan Muay Thai-nya Jumat ini, serta apakah mereka akan bermain di posisi stand-up atau membawa laga ke ranah ground. 

Akihiro Fujisawa Vs Pongsiri Mitsatit
Para atlet yang tampil Jumat ini akan mengincar kemenangan. Namun Pongsiri “The Smiling Assassin” Mitsatit dan Akihiro “Superjap” Fujisawa mungkin memiliki motivasi tambahan setelah periode yang sulit. 

Mitsatit, Juara Muay Thai Thailand Utara, beralih ke disiplin bela diri campuran dan memulai kariernya dengan sembilan kemenangan beruntun, termasuk tujuh KO di antaranya. 

Tetapi, warga asli Chiang Mai ini mengalami kesulitan saat ia mulai menantang beberapa nama besar dalam divisi strawweight. Permainan ground miliknya tak mampu mengungguli atlet elite seperti mantan pemegang gelar Yoshitaka “Nobita” Naito dan penguasa divisi Joshua “The Passion” Pacio, yang berakhir pada tiga kekalahan beruntun. 

Fujisawa juga telah mengalami hal yang sama. Setelah meraih keputusan seri dalam debutnya, veteran asal Jepang ini mengakhiri perlawanan lima pesaingnya dengan kemampuannya untuk naik peringkat dalam divisi flyweight. Namun, ia juga menemui kesulitan dan menemukan dirinya menderita tiga kekalahan beruntun. 

Hari Jumat ini, kedua atlet ini akan mengincar kemenangan yang mereka tunggu untuk kembali ke jalur menuju perebutan gelar Juara Dunia. Untuk itu, mereka harus mengandalkan kekuatan dan tekad.

Kemampuan stand-up Mitsatit telah mencetak penyelesaian atas para striker elit seperti Jeremy “The Jaguar” Miado dan Robin “The Ilonggo” Catalan, maka ia akan berusaha mengakhiri laga saat mereka berdua masih berdiri. Namun, jika Fujisawa mampu memadukan serangannya dengan teknik grappling yang ia miliki, ia mungkin dapat menghapus senyuman di wajah “The Smiling Assassin” itu.*

news
Penulis
Suryansyah