news
LIGA ITALIA
Berselisih dengan Crsitiano Ronaldo dan Perokok Berat, Maurizio Sarri Tidak Pernah Dianggap Pelatih yang Tepat buat Juventus
11 August 2020 20:11 WIB
berita
Maurizio Sarri dan Cristiano Ronaldo - TopSkor/Istimewa
TURIN – Juventus memecat pelatih Maurizio Sarri setelah disingkirkan Olympique Lyon dari babak 16 besar Liga Champions. Tapi, pemecatan tersebut sebenarnya sudah bisa diduga sejak jauh-jauh hari sebelumnya.

Ada sejumlah faktor yang membuat pelatih 61 tahun itu tidak pernah dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menangani I Bianconeri. Berikut ini faktor-faktor tersebut:




Baca Juga :
- Statistik Membuktikan Atletico Telah Bertindak Cerdas dengan Mendepak Alvaro Morata Demi Mendapatkan Luis Suarez
- Kali Pertama dalam Sejarah Tak Ada Messi atau Ronaldo dalam Daftar 3 Finalis Pemain Terbaik Eropa 2019/20


Hubungan buruk dengan Cristiano Ronaldo

Salah satunya adalah hubungannya yang kurang baik dengan Cristiano Ronaldo. November tahun lalu, bintang asal Portugal itu pernah meneriakkan kata-kata kotor kepada Sarri saat dirinya ditarik keluar dalam laga Serie A lawan AC Milan. Itu kali kedua CR7 digantikan oleh sang pelatih di tengah pertandingan dalam waktu sepekan.


Baca Juga :
- Alvaro Morata Resmi Diperkenalkan Juventus, Sejumlah Suporter Malah Mengkritik Transfer Ini
- Tak Pernah Bertahan Lebih dari 2 Musim di Klub yang Sama, Total Nilai Transfer Alvaro Morata Sepanjang Kariernya Mencapai Rp 3,5 Triliun


Saat itu, Sarri mengklaim Ronaldo tengah cedera, tapi klaim tersebut dibantah oleh sang pemain  yang menegaskan dirinya baik-baik saja.

Sarri juga sering dikritik lantaran caranya menangani Ronaldo. Kakak perempuan CR7 bahkan   pernah beberapa kali mengkritik sang pelatih di media sosial.

Sarri sang Perokok Berat

Saat masih melatih Chelsea, Sarri sangat sering terlihat menghisap rokok. Pria 61 tahun ini sudah jadi pecandu nikotin sejak memulai kariernya di Italia dan kecanduannya makin parah saat dia berkarier di Inggris.

Menurut koran Italia, Corriere dello Sport, kecanduan Sarri pada rokok telah menimbulkan maslah dengan sejumlah pemain Juventus. Winger Douglas Costa adalah salah seorang yang paling jengkel dengan bau rokok sang pelatih saat masuk ke ruang ganti.

Boleh jadi, protes yang diajukannya kepada Sarri jadi salah satu penyebab pemain asal Brasil itu jarang diturunkan musim ini.

Bek tengah sekaligus kapten Giorgio Chiellini juga pernah mengaku dirinya harus mandi setelah berbincang-bincang dengan Sarri lantaran bau dari asap rokok sang pelatih menempel pada tubuhnya.

Bukan Cara Juventus

Sarri disebut sebagai pelatih yang tertutup oleh Chiellini karena dia hanya berpegang pada taktik yang disukainya dan tidak mau menerima kritik.

Strategi yang dikenal dengan istilah “Bola-Sarri” ini pernah membuat kesal Ronaldo saat dia diinstruksikan untuk bermain dengan penyerang tunggal di awal-awal kiprah Sarri di Juventus.

Para petinggi klub juga tidak melihat Sarri sebagai pelatih yang tegas seperti Massimiliano Allegri. Mereka lebih tidak suka lagi dengan kebiasaan sang pelatih bersungut-sungut saat konferensi pers.

Keterpurukan di Liga Champions

Juventus kalah 0-1 di kandang Lyon pada leg pertama 16 besar, Februari lalu, tapi para petinggi klub masih meyakini I Bianconeri akan tetap bisa lolos pada leg kedua di Turin.

Ronaldo tampil impresif dengan membukukan dua gol, tapi satu gol balasan Lyon yang dicetak Memphis Depay memastikan Juventus tersingkir.

Keberhasilan memenangi gelar Serie A musim tidak lagi dipandang istimewa belakangan ini karena Juventus telah meraih itu selama delapan musim sebelumnya. Tapi, mereka gagal meraih gelar di Piala Italia dan Piala Super Italia lantaran kalah dari Lazio dan Napoli.

R
Penulis
Rijal Al Furqon