news
INFOGRAFIS
INFOGRAFIS: Banyak yang Meragukan Andrea Pirlo
09 August 2020 13:52 WIB
berita
Benvenuto Pirlo, selamat datang Andrea Pirlo, sebagai pelatih baru Juventus -Topskor.id/Grafis: Jupri Lubis
TURIN – Dari Antonio Conte hingga Maurizio Sarri, tiga pelatih dalam rentang sepuluh tahun sejak 2011 sampai saat ini, Juventus selalu berhasil meraih gelar Seri A, trofi tertinggi dalam ajang domestik sepak bola Italia.

Kini, tradisi juara tersebut diberikan kepada pelatih baru La Vecchia Signora, Andrea Pirlo. Kehadiran Pirlo yang diperkenalkan secara resmi tadi malam berarti mengawali lagi siklus gelar scudetto beruntun.




Baca Juga :
- Statistik Membuktikan Atletico Telah Bertindak Cerdas dengan Mendepak Alvaro Morata Demi Mendapatkan Luis Suarez
- Siara Langsung SCTV Piala Super Eropa: Bayern Muenchen vs Sevilla, Jumat (25/9) Pukul 02.00 WIB


Pirlo datang justru ketika Juventus masih tetap kuat di Seri A setelah Sarri pada musim ini baru saja memastikan gelar Seri A 2019/20.

Sarri tidak lama di Juventus, hanya 52 pertandingan dengan 34 kemenangan, 9 kali imbang, dan 9 kali kalah. Mantan pelatih Napoli dan Juventus tersebut tidak beruntung karena dia datang ketika Juventus menempatkan pencapaian Liga Champions sebagai ukurannya.


Baca Juga :
- Kali Pertama dalam Sejarah Tak Ada Messi atau Ronaldo dalam Daftar 3 Finalis Pemain Terbaik Eropa 2019/20
- Alvaro Morata Resmi Diperkenalkan Juventus, Sejumlah Suporter Malah Mengkritik Transfer Ini


Karena kegagalannya di Liga Champions musim ini pula yang membuat Juventus akhirnya memecat pelatih tersebut. Artinya, ada harapan atau standar yang sama yang akan diberikan Juventus kepada Pirlo. Trofi Liga Champions?

Dari pengalaman Pirlo sebagai pelatih, target tersebut memang bakal sangat sulit diwujudkan. Namun bukan tidak mungkin. Dalam sepak bola, apapun bisa terjadi.

Kini, Pirlo memiliki waktu yang cukup untuk membangun kembali Juventus. Ketika Pirlo saat ini mulai merancang timnya, di luar mulai muncul penilaian keputusan Juventus di antaranya adalah ini adalah keputusan dengan risiko besar.

Mirip seperti spekulasi karena Pirlo belumlah berpengalaman. Namun, tentu ini bukan waktu untuk menilainya.

“Setelah saya gantung sepatu, saya mengikuti akademi kepelatihan karena saya yakin bahwa suatu saat saya akan mendapatkan kesempatan tersebut,” kata Pirlo, dalam konferensi persnya, kemarin.

Pirlo bahkan belum sepekan ditunjuk sebagai pelatih timnas Juventus U-23, namun kini para petinggi Juventus, termasuk Presiden Andrea Agnelli, memberikan kepercayaan kepadanya sebagai pelatih kepala tim senior.

“Saya sangat berterima kasih menerima tantangan ini, saya sudah mengenal semua yang ada di sini dan Juventus seperti keluarga bagi saya,” kata Pirlo lagi. “Kami adalah Juventus dan saya tahu betul bahwa semua ingin mengalahkan kami,” dia menambahkan.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat