news
MOTOGP
Marc Marquez Bisa Menjadi Ancaman Besar bagi Pemburu Gelar Jika Sudah Kembali Nanti
09 August 2020 00:50 WIB
berita
Jika kembali nanti, juara bertahan dari Tim Repsol Honda itu diyakini sudah tidak lagi memikirkan mempertahankan gelar.-TopSkor.Id/Istimewa-
BARCELONA - Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 akan dimulai akhir pekan ini.

Minggu (9/8/2020) ini, kejuaraan baru memasuki putaran ketiga dari rencana 14 lomba musim ini.




Baca Juga :
- Begini Rencana Joan Mir di GP Katalunya Mendatang
- Valentino Rossi Masih Pede dengan Persaingan Juara Musim Ini


Ada yang tidak biasa dari MotoGP musim ini karena sang juara bertahan yang selama ini dominan, Marc Marquez, belum mendapatkan poin bahkan hingga GP Rep. Ceko di Sirkuit Automotodrom Brno, besok.

Kampiun MotoGP enam kali (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) dari Tim Repsol Honda itu mengalami kecelakaan hebat pada lomba perdana di Jerez, Spanyol, hingga belum bisa dipastikan kapan kembali.


Baca Juga :
- Senang dengan Profesi Barunya, Lorenzo Tak Mau Balapan Lagi
- Andi Gilang Kewalahan pada FP2 Moto2 di Misano


Melihat posisi di klasemen, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dan Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang sudah mengoleksi 50 dan 40 poin, serta Andrea Dovizioso (Ducati) dengan 26 poin, tentu yang paling diuntungkan.

Secara logika, Fabio Quartararo dan Maverick Vinales menjadi yang paling favorit juara. Andrea Dovizioso di posisi berikutnya.

Namun, mengacu beberapa lomba terakhir -- utamanya dua putaran awal musim ini yang semua digelar di Jerez -- bukan berarti persaingan hanya akan melibatkan Quartararo, Vinales, dan Dovi. Persaingan MotoGP saat ini jauh lebih merata.

Di Jerez lalu, duet Tim Pramac Ducati, Jack Miller dan Francesco "Pecco" Bagnaia, Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT), serta Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP), juga mencuat.

Jika tidak terkendala teknis atau cedera, pembalap sekelas Danilo Petrucci (Ducati), Cal Cructhlow (LCR Honda Castrol), dan Alex Rins (Suzuki Ecstar), bisa saja menghentak.

Nama-nama seperti Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu), Joan Mir (Suzuki Ecstar), hingga para pembalap KTM, juga mulai mendekati sejumlah pembalap top.

Bila Yamaha YZR-M1 menjadi motor terhebat di Jerez, segalanya mungkin bisa berubah akhir pekan ini di Brno dan dua lomba berikutnya -- GP myWorld Motorrad (16 Agustus) dan GP BMW M von Styria (23 Agustus) -- yang digelar di satu sirkuit, Red Bull Ring, Austria.

Red Bull Ring bisa menjadi peluang bagi Ducati dan Honda untuk menyodok karena sirkuit tersebut termasuk salah satu yang menuntut tenaga besar dari motor.

Setelah itu, Sirkuit Marco Simoncelli (Misano) akan menjadi tuan rumah GP San Marino (13 September) dan GP dell'Emilia Romagna (20 September).

Misano diyakini masih sirkuit "milik" Yamaha YZR-M1. Namun, Marquez diprediksi sudah bisa turun di sana.

Saat Marquez kembali, masihkah pembalap asal Spanyol itu berpikir merebut gelar? Dengan kapasitas dan kemampuannya sebagai juara, Marquez tentu masih berambisi. Tetapi, di fase tersebut, peluangnya bisa dibilang sangat kecil.

Bila Fabio Quartararo mampu memenangi seluruh lima lomba awal (sepertinya sangat sulit), Marquez akan tertinggal 125 poin jika mampu turun di GP San Marino.

Jika merebut lima kemenangan beruntun dinilai hampir mustahil bagi Quartararo, banyak yang percaya pemimpin klasemen MotoGP nanti akan datang ke Misano dengan koleksi sekitar 100 poin. Raihan yang masih bisa dikejar oleh mereka yang belum memiliki poin seperti Marquez.

Bagi Marc Marquez, ia mungkin sudah tidak lagi memikirkan gelar bila kembali nanti. Pembalap 27 tahun itu hanya akan berkonsentrasi bagaimana memenangi setiap lomba dari sembilan yang akan tersisa usai balap di Red Bull Ring nanti.

Musim lalu, Marc Marquez meraup 125 poin dari lomba-lomba di Misano, Catalunya, Le Mans, Aragon, dan Valencia, alias menang di kelima sirkuit tersebut.

Sebagai perbandingan, Fabio Quartararo hanya meraup 79 poin dari fase yang sama.

Sebagai catatan, akibat pandemi Covid-19, lomba MotoGP 2020 dikurangi dan sejumlah trek dipakai untuk dua lomba sekaligus. Termasuk Misano, Aragon, dan Valencia.

Kendati begitu, situasi musim ini berbeda jauh dibanding MotoGP 2019 lalu. Fabrio Quartararo kian percaya diri sementara performa Marc Marquez belum bisa dipastikan apakah masih tetap sama seperti tahun lalu.

Yang pasti jika kembali nanti performa Marc Marquez sedikit banyak bakal sangat memengaruhi persaingan perburuan gelar MotoGP 2020.

Status Marc Marquez pun akan berubah dari pembalap dominan menjadi "pengacau" persaingan perebutan gelar. Siapa pun pemimpin klasemen MotoGP nanti bakal semakin tidak tenang bila The Baby Alien kembali ke lintasan.

 
I
Penulis
Igor Hakim