news
UMUM
Menanti Pemerintah 'Menyulap' Tiga Lapangan 'Kampung' di Solo Jadi Berstandar FIFA untuk Piala Dunia U-20
04 August 2020 17:39 WIB
berita
Aktivitas warga yang tengah menjemur kain di lapangan Sriwaru di Kota Solo yang jadi salah satu lapangan pendukung Piala Dunia U-20 2021 pada Senin (3/8/2020) -- Topskor.id / Sri Nugroho
SOLO -- Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021, saat Indonesia akan jadi tuan rumah, dalam hitungan mundur sudah kurang dari 12 bulan.

Dengan penyelenggaraan yang rencananya dimulai 20 Mei 2021 mendatang, ini berarti masih tersisa waktu sekitar 10 bulan untuk merampungkan beragam kesiapan.




Baca Juga :
- Bola Jumat Keramat: Nantikan! Klaster Covid-19 Liga 1 Bahayakan Piala Dunia U-20
- Preview Timnas U-19 vs Bosnia: Andre Oktaviansyah, M Kanu, dan Jack Brown Berpeluang Diturunkan


PSSI sendiri sesuai  instruksi dari FIFA sudah terus melakukan pengecekan terhadap venue-venue yang yang sudah ditunjuk jadi tuan rumah.

Dengan waktu kickoff yang tersisa sekitar 10 bulan saja, tampaknya pemerintah harus kerja ekstrakeras untuk menyelesaikan beragam fasilitas termasuk lapangan pendamping.


Baca Juga :
- Robert Rene Alberts Ajak Bobotoh Dukung Persib dari Rumah
- PSSI Komentari Keberhasilan Widodo C Putro Dianugerahi Gol Terbaik Piala Asia


Pekerjaan rumah khususnya masalah lapangan pendamping venue utama di setiap kota menjadi salah satu yang menjadi perhatian publik.

Ini karena memang lapangan pendamping yang tersebar dipastikan butuh “disulap” untuk dapat berubah memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh FIFA.

Untuk Kota Solo misalnya. Empat lapangan pendukung venue utama yakni Stadion Manahan harus menjalani banyak sentuhan untuk dapat diubah guna memenuhi standar FIFA.

Dari empat lapangan pendukung, mungkin hanya Stadion Sriwedari yang bakal paling sedikit menjalani renovasi. Namun, tetap saja banyak yang harus dibenahi di stadion tuan rumah PON I tahun 1948 itu.

Mulai dari pembenahan kondisi lapangan rumput  hingga pembenahan ruang ganti atau bahkan lampu penerangan stadion.

Untuk tiga lapangan pendukung lainnya yakni lapangan Kota Barat, lapangan Sriwaru, dan lapangan Banyuanyar, pemerintah harus “menyulap” menjadi lapangan yang berstandard FIFA.

Ini karena memang kondisi ketiga lapangan tersebut saat ini jauh dari kata layak untuk event sekelas Piala Dunia. Mulai dari ukuran lapangan hingga beragam ketentuan FIFA lainnya masih belum tercermin dari banyak lapangan pendukung Piala Dunia U-20 2021 yang bakal jadi lapangan latihan tim kontestan.

Bahkan lapangan Sriwaru di Kota Solo masih jadi tempat favorit warga menjemur kain santung yang menjadi usaha mereka.

“Untuk pengerjaan renovasi lapangan pendukung, sepengetahuan saya ini adalah ranah pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR. Dan ini masih menunggu Instruksi Presiden (Inpres) dan Keputusan Presiden (Keppres) terkait penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 yang kalau tidak salah rampung dalam beberapa hari kedepan,” kata Sekretaris Askot PSSI Surakarta, Sapto Joko Purwadi kepada Topskor.id.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, mengatakan Instruksi Presiden (Inpres) dan Keputusan Presiden (Keppres) terkait penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 bakal segera rampung dalam waktu dekat.

Menpora mengatakan paling tidak dalam satu dua hari Inpres dan Keppres sudah selesai secara menyeluruh setelah melewati pembahasan. 

Keppres tersebut nantinya bakal menjadi dasar hukum untuk kepanitiaan nasional Piala Dunia U-20 2021 (INAFOC). 

Sementara Inpres berisikan instruksi kepada beberapa kementerian atau lembaga terkait untuk mempersiapkan berbagai fasilitas, sarana, dan prasarana demi mendukung penyelenggaraan Piala Dunia U-20 yang bakal digelar 20 Mei-11 Juni 2021.

"Karena Inpres itu menyangkut renovasi venue-venue pertandingan maupun latihan. Kan kita tahu keputusannya ada enam (stadion). Enam itu yang saat ini sedang dikebut," kata Zainudin Amali.*05

 

news
Penulis
Sri Nugroho
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.