news
LIGA 1
Legenda Persib Sesalkan Mario Gomez Mundur dari Kompetisi Liga 1
04 August 2020 14:41 WIB
berita
Sesalkan Mario Gomez pamit dari kompetisi Liga 1/Foto Dani Wihara
BANDUNG --- Legendaris Persib Bandung Yudi Guntara menyesalkan rencana mundurnya Mario Gomez dari kursi pelatih Arema FC.

Sepak bola Indonesia akan kehilangan figur pelatih berkelas dunia, jika Gomez tetap pada pendiriannya. Gomez berencana mundur dari tim berjuluk Singo Edan karena tidak bisa menerima penyesuain gaji dan kontrak 50 persen, seperti yang disyaratkan PSSI.




Baca Juga :
- Sejarah Hari Ini: Deramatis, Main dengan Emosi Tinggi Persib Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2015
- Robert Alberte Akui Tidak Ada Keuntungan Tampil Perdana di Laga Tandang Tanpa Penonton


"Sayang kalau Gomez sampai mundur dari dunia sepak bola Indonesia. Ada warna permainan agresif yang hilang," kata Yudi pada Topskor.id, Selasa (4/8).

Praktisi sepak bola, menurut Yudi, sangat terhibur dengan cara bermain tim yang dilatih mantan staf pelatih di Internazionale, Milan, Italia. Dia bisa meracik tim berkarakter menyerang. Dan permainan yang agresif. Plus tempo tinggi selama laga berlangsung.


Baca Juga :
- Inilah Hasil Swab Test Covid-19 Persiraja yang Dilakukan kepada 28 Pemain dan 12 Ofisial
- Dua Pemain Asing Persela Belum Pulih, Marquinhos Butuh Istirahat Tiga Hari


"Itu kehilangan saya jika Gomez benar-benar mundur dari Arema FC.  Gomez mampu memberi tontonan sepak bola menyerang yang merangsang," gelandang elegan yang gotong Persib juara Liga Indonesia 1994/95.

Namun tanpa Gomez tidak menjadikan kompetisi kasta tertinggi Indonesia kehilangan atmosfernya. Liga 1 tetap menawarkan laga-laga menarik. Memainkan emosi  para penggila sepak bola. Dan menyajikan adu taktik dan strategi yang menarik.

"Karena banyak pelatih lokal hebat yang kemampuannya tidak perlu diragukan lagi," ungkap mantan pemain Persija Jakarta.

"Mereka juga punya visi dan cara melatih hebat untuk timnya di lanjutan kompetisi Liga 1 ini," Yudi menegaskan.

Dan khusus Arema, Yudi menyakini tidak akan goyah ditinggalkan Gomez. Karakter timnya sangat kuat.  Siapapun pelatihnya tetap jadi tim yang kompetitif. Berpeluang meraih gelar tertinggi di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

"Jadi, siapapun pelatih yang dipilih jadi pengganti Gomez, Arema tetap tanggung. Bertemu Persib tetap ramai," Yudi menuturkan.*Dani Wihara/02

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung