news
UMUM
Video Call Terakhir Dino Sefriyanto dengan Almarhum Satia Bagdja Ijatna
04 August 2020 12:35 WIB
berita
Video call terakhir coach Dino dengan almarhum coach Satia Bagdja Ijatna / istimewa
BANDUNG - Pelatih fisik Barito Putera Dino Sefriyanto terkejut mendengar legenda fitness coach Satia Bagdja Ijatna meninggal. Pasalnya, ia memiliki sejuta kenangan bersama almarhum yang sangat berkesan, salah satunya almarhum yang tidak pelit ilmu.

"Innalillahi wa inna ilahi roji'un, kami sekeluarga turut berduka cita atas wafatnya bapak haji Satya Bagdja (Legenda Fitnes Coach Football Indonesia), semoga almarhum husnul khotimah, selamat jalan senior jasamu akan selalu dikenang di dunia sepak bola negeri ini," ucap Dino Sefriyanto, Selasa (4/8/2020).




Baca Juga :
- RD Melihat Sisi Positif Penundaan Liga 1 dan Rencana soal Pemain
- Psikologis Pemain PSS Terganggu, Manajer Tim “Diburu”


Dino menyebut, komunikasi terakhir dengan almarhum terjadi empat atau lima hari sebelum beliau wafat, melalui video call (komunikasi video). "Beliau sudah dipasang oksigen saat itu, saya mencoba memberikan semangat sudah untuk melawan penyakitnya. Hayo semangat kata saya, makasih Din, balas almarhum," Dino menuturkan.

Banyak kenangan Dino bersama almarhum Satia Bagdja, karena mereka berdua pelatih fisik yang paling lama dan masih aktif di liga profesional saat ini.


Baca Juga :
- Angkat Besi: Triyatno Kalah dari Dua Juniornya, PB PABSI Lakukan Evaluasi Besar-besaran
- PSMS Mengeluarkan Hampir Rp700 juta untuk Satu Bulan Operasional: Kalau Dibilang Rugi Ya Rugi!


Dino sudah menjadi teman almarhum sejak tahun 1980-an bersama pelatih-pelatih senior lainnya, mulai Indra Tohir, Hari Setiono dan pelatih senior lainnya yang satu angkatan dengan almarhum. 

Teman satu angkatan almarhum saat ini sudah sudah berkecimpung di berbagai instansi, baik kemenpora, tenaga ahli guru besar  dan lainnya. 

"Saya era 1990-an pelatih paling muda umur 26 tahun, jadi saya dengan almarhum sudah seperti saudara makanya saya shock saat tahu beliau meninggal. Terakhir saya pernah satu kamar dengan almarhum saat workshop AFC Pro di Malang, kami banyak diskusi sharing (berbagi) program. Kami merasa kehilangan almarhum," ucap Dino.

Dino mengakui, jika almarhum Satia Bagja sosok yang tidak pelit ilmu, dan suka bicara soal perkembangan training methods yang baru. Dino bersama rekan pelatih lain  selalu update dan selalu senang berdiskusi dengan almarhum.

Mulai metode Prof Bompa, Dr Raymond Verheijen, Dr Viktor Frede, dan lainnya, bahkan sekitar dua bulan lalu almarhum membagikan training program sesuai sport healty di masa pandemi bersumber  FIFA, dari temannya yang berada di luar negeri ke group pelatih fisik liga.

"Waktu workshop fisik A Pro di Malang tahun 2018 yang instrukturnya dari Spanyol, almarhum dan kita semua peserta (para pelatih A Pro dan Pelatih fisik Liga Profesional) juga sangat antusias dan berdiskusi soal materi yang diberikan. Jadi intinya almarhum dan kita semua karena sudah passionnya berkutat di dalam conditioning football, kalau bertemu yang dibahas ya soal perkembangan-perkembangan kekinian soal science," Dino mengenang.

Dino juga mengatakan, di dalam grup pelatih fisik liga di ponsel yang diisi almarhum Satya Bagja, Kartono Pramdan (Bandung), Yaya Sunarya (Bandung), Dino Sefriyanto (Barito ), Hendra Muhtar (Persita), Nursaelan (Jakarta), Gaseli (Persebaya), Danang (PSS), Irwansyah (Persiraja), Yogi dan Roni (Bali United), Agus Sugeng dan Wanda (Bhayangkara) dan lainnya, almarhum juga suka sharing ilmu.

"Kami di dalam grup sudah seperti keluarga," ucap Dino.*04

news
Penulis
Agustian Pratama
Social Media Twitter/Facebook/Instagram/Youtube just search = Agoes TopSkor