news
UMUM
Mantan Pelatih Timnas Putri Meninggal Dunia, Sepak Bola Wanita Indonesia Berduka
04 August 2020 11:10 WIB
berita
Satia Bagdja Ijatna - Dok. Media PSSI
BEKASI -- Satria Bagdja meninggal dunia pada Senin (3/8/2020) malam. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Hermina Grand Wisata, Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

Kehilangan dan duka turut dirasakan oleh legenda timnas Indonesia Putri, Papat Yunisial atas kepergian Satria Bagdja.




Baca Juga :
- Madura United Taklukkan Persela dalam Uji Coba, RD Sebut Lini Depan Masih Kurang Maksimal
- Jelang Tandang ke Markas Persita, Borneo FC Benahi Penyelesaian Akhir


"Beliau merupakan sosok yang dekat dan selalu ingin memajukan sepak bola wanita," kata Papat dilansir dari Antara.

"Dia terlibat dalam perubahan sepak bola putri yang lebih baik dan tertata. Sepak bola wanita sangat berduka," ia menambahkan.


Baca Juga :
- Bonek, Dengarkan Imbauan Pelatih Persebaya Aji Santoso
- Robert Rene Alberts Kecewa PT LIB Tidak Menggubris Usulan Perubahan Jadwal Tandang Persib


Menurut perempuan yang membela timnas Indonesia Putri di Kejuaraan Putri ASEAN edisi 1982 itu, Satia Bagdja punya kemampuan mendekatkan diri dengan pesepak bola putri.

Selama melatih timnas Indonesia Putri di Asian Games 2018, Satia Bagdja dinilai mampu menghadirkan rasa nyaman dan suasana kekeluargaan dalam skuad.

Papat tahu persis tentang itu sebab kala itu ia menjabat sebagai Manajer timnas Indonesia Putri.

"Dia bisa memosisikan diri dengan baik sebagai pelatih, guru, dan ayah bagi atlet. Dia mengerti apa yang diperlukan atlet perempuan yang secara psikologis berbeda dengan atlet laki-laki," kata Papat.

"Satia Bagdja mengetahui kapan harus tegas, kapan dia mesti mendekati pemain. Selalu memiliki solusi terbaik untuk setiap masalah," Papat menambahkan.

Lebih lanjut, ia mengakui terkejut atas kepulangan Satia Bagdja karena tak pernah mendapat kabar tentang kondisi sakit atau sebagainya.

"Baru tadi sore ada pesan dari keluarga yang mengatakan beliau sedang sakit dan kesehatannya tinggal 20 persen," Papat memungkasi.*04

T
Penulis
Taufani Rahmanda