news
LIGA 1
Pengakuan Bek Persija Jakarta Otavio Dutra Setelah Dirinya Tidak Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia
04 August 2020 08:55 WIB
berita
Bek Persija Jakarta Otavio Dutra/ Jessica Margaretha TopSkor
BEK Persija Jakarta Otavio Dutra mengaku dirinya selalu siap jika dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia.

Pemain kelahiran Brasil yang menjadi warga negara Indonesia (WNI) ini mengaku dirinya berharap dapat bermain dan berjuang untuk lambang Garuda di dada.




Baca Juga :
- Sejarah Hari Ini: Deramatis, Main dengan Emosi Tinggi Persib Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2015
- Persela Sudah Dapat Starting Eleven untuk hadapi Persik Kediri


Namun, Otavio Dutra harus lebih bersabar, karena hingga kini namanya belum terpilih oleh pelatih Shin Tae-yong yang lebih mengandalkan pemain muda.

Terakhir, lelaki kelahiran Brasil 36 tahun silam itu terpanggil untuk membela timnas Indonesia ketika era kepelatihan Simon McMenemy pada 2019.


Baca Juga :
- Carlos de Oliveira Berharap Arema Memiliki Training Camp
- Preview Timnas U-19 vs Bosnia: Andre Oktaviansyah, M Kanu, dan Jack Brown Berpeluang Diturunkan


Walaupun namanya tidak dipanggil, Dutra mengaku tidak begitu kecewa dan akan lebih bekerja keras lagi untuk menggapai keinginannya berseragam timnas Indonesia.

Ia mengatakan menghormati keputusan pelatih asal Korea Selatan tersebut dan siap jika nantinya kembali dipanggil membela skuad Garuda.

“Sekali lagi, ini keputusan dari pelatih, saya sendiri tidak terlalu mempermasalahkan," ujar Dutra.

"Akan tetapi, saya selalu siap untuk membantu jika nantinya pelatih membutuhkan saya atau nantinya dipanggil oleh timnas (Indonesia),” ucap Dutra.

Pada pemusatan latihan timnas Indonesia kali ini kembali tidak ada nama Dutra dalam 29 daftar pemain yang dipilih oleh Shin Tae-yong.

Pemusatan latihan dijalani timnas Indonesia untuk menatap lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Skuad Garuda diagendakan menjalani pemusatan latihan sejak 23 Juli 2020 hingga 8 Agustus 2020 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.*NIZAR GALANG/04

R
Penulis
Rizki Haerullah