news
LIGA 1
Lihat Peluang, Bek Persita Tangerang Ini Buka Kedai Kopi Kekinian di Bontang
02 August 2020 13:30 WIB
berita
Bek Persita Tangerang, Muhammad Toha (keempat dari kiri) bersama rekan-rekannya di salah satu sisi di kedai kopi miliknya, Kopi Sayang pada Juli 2020. - Dok. Instagram Kopi Sayang
BONTANG -- Bek Persita Tangerang, Muhammad Toha mencoba peruntungannya dengan berbisnis selama pandemi Covid-19.

Memaksimalkan libur aktivitas Persita selama jeda kompetisi, Muhammad Toha mudik ke Bontang, Kalimantan Timur dan berbisnis.




Baca Juga :
- Persik Kediri Mulai Berlatih 10 Agustus 2020
- Satia Bagdja Tutup Usia, PSSI dan Indonesia Merasa Kehilangan Salah Satu Putra Terbaik Bangsa


Kedai kopi kembali menjadi daya tarik bagi pesepak bola. Ya, Muhammad Toha mencoba peruntungan di luar sepak bola di bidang itu.

Terlepas dari latihan individu yang mesti dijalani, Muhammad Toha mengurusi usaha kopinya tersebut bersama teman-temannya.


Baca Juga :
- Pengakuan Mengejutkan! Bale Ungkap Dua Masalah di Real Madrid hingga Ingin Beralih Menjadi Pegolf
- Pengakuan Bek Persija Jakarta Otavio Dutra Setelah Dirinya Tidak Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia


"Untuk merintis bisnis baru, sebenarnya sudah rencana dan pandangan dari dulu," katanya, dilansir dari laman resmi Persita.

"Tapi baru saat ini alhamdulillah ada sedikit rezeki dan ada banyak waktu untuk buka usaha ini," M Toha menambahkan.

Adapun kedai kopinya dinamai Kopi Sayang, yang alamatnya berada di Jalan Imam Bonjol, depan Hotel Akbar, Bontang.

Uniknya bisnis coffeshop yang dijalani terbilang nekat dilakukan oleh M Toha, sebab dirinya pribadi yang tidak menyuakai kopi.

Beda dengan pengusaha kedai kopi lainnya yang berbisnis karena kecintaan pada kopi, bek berusia 23 tahun ini punya alasan tersendiri.

"Saya lihat peluang. Dan bukan hanya kopi saja, tapi tujuan untuk kafe umum. Jadi banyak makanan berat dan camilan lainnya juga," kata M Toha.

Meski tak tahu banyak soal kopi, ia mengaku tekun untuk belajar karena turun langsung untuk mengelola bisnis barunya tersebut.

M Toha banyak berdiskusi dengan para ahli di bidang kopi untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya tentang mengelola bisnis kedai kopi.*04

T
Penulis
Taufani Rahmanda