news
LIGA INGGRIS
Mourinho Sebut Rambut Guardiola Rontok karena Tidak Menikmati Sepak Bola
01 August 2020 22:20 WIB
berita
Pep Guardiola dan Jose Mourinho - TopSkor/Istimewa
PEP Guardiola dan Jose Mourinho termasuk pelatih paling sukses di Eropa dan perseteruan di antara keduanya sangat melegenda sama seperti prestasi yang telah mereka raih.

Tapi, puluhan tahun silam, Guardiola dan Mourinho pernah bersahabat dan bekerja sama dengan kompak. Pertemuan keduanya terjadi pada 1996 saat Mourinho diangkat oleh Barcelona sebagai penerjemah bagi pelatih Bobby Robson saat Guardiola masih aktif bermain untuk klub Katalunya itu.




Baca Juga :
- Pengagum Cristiano Ronaldo, Pencinta Anjing, dan Masih Jomblo. Mengenal Lebih Dekat Winger Baru Manchester Ciy Ferran Torres
- Bukan Striker Kelas Dunia! Anthony Martial "Kurang Bengis" untuk Disejajarkan dengan Hary Kane


Pelatih asal Inggris itu mengungkapkan bahwa keduanya cukup bersahabat sementara Guardiola menyebut hubungannya dengan Mourinho sebagai hubungan kerja. Bahkan setelah Robson pergi pada 1997, Mourinho tetap bekerja di Camp Nou sebagai asisten pelatih Louis Van Gaal selama empat tahun berikutnya.

Tapi, delapan tahun kemudian hubungan di antara kedua mulai memburuk saat Guardiola diangkat sebagai pelatih Barcelona pada 2008. Padahal, Mourinho yang beberapa bulan sebelumnya dipecat oleh Chelsea sangat berambisi mendapatkan pekerjaan itu.


Baca Juga :
- Rebut Gelar Liga Primer Musim Ini, Liverpool Terima Hadiah Uang Terbesar Sepanjang Sejarah
- INFOGRAFIS: Madrid Harus Perbaiki Jumlah Gol jika Tidak Ingin Gagal Lagi


Dia juga sempat menyampaikan presentasi yang sangat meyakinkan di hadapan wakil presiden Barcelona, Marc Ingla, dan direktur olahraga Txiki Begiristain. Tapi, kedua petinggi Los Azulgrana itu mengkhawatirkan sifat temperamental Mourinho sehingga memilih Guardiola.

Dua tahun kemudian, Mourinho mendapatkan kesempatan untuk membalas dendam terhadap Barcelona yang telah menolaknya saat FC Internazionale yang ditanganinya bertemu Los Blaugrana di semifinal Liga Champions.

Saat itu Barcelona harus berangkat ke Milan menggunakan bus untuk memainkan leg pertama di San Siro lantaran meletusnya gunung Eyjafjallajokull di Islandia dan kalah 1-3.

Inter kehilangan Thiago Motta yang diganjar kartu merah pada babak pertama leg kedua di Camp Nou. Tapi, mereka tetap lolos ke final setelah hanya kalah 0-1 dari Barcelona dan Mourinho berlari masuk ke lapangan untuk merayakan sukses itu yang membuat berang fan Los Blaugrana.

Pada musim berikutnya, saat Mourinho bergabung dengan Madrid, musuh berbuyutan Barcelona, perseteruannya dengan Guardiola makin memanas. Ketika Los Blancos mengalahkan Los Azulgrana di final Piala Raja, Guardiola mempermasalahkan keputusan offside dari wasit yang ternyata benar. Buntutnya, dia dicemooh oleh Mourinho.

Tindakan itu membuat Guardiola naik pitam dan dia melampiaskan kemarahannya dalam jumpa pers jelang semifinal Liga Champions antara Barcelona dan Madrid. Pria Katalunya itu menatap ke kamera sambil melontarkan kata-kata kasar terhadap Mourinho. “Di dalam ruangan ini, Mourinho adalah bosnya. Saya tidak mau bersaing dengan dia di sini... Tapi, ini pertandingan sepak bola!”

Kabarnya, para pemain Barcelona memberikan standing ovation kepada Guardiola saat dia kembali ke hotel tim karena senang dengan kecamannya terhadap Mourinho.

Barcelona akhirnya menyingkirkan Madrid dan Mourinho memunculkan teori konspirasi yang terdengar janggal tentang Guardiola.

“Jauh di dalam lubuk hatinya, jika mereka orang-orang yang baik, semua ini akan terasa tidak benar bagi mereka. Saya harap suatu hari nanti Guardiola punya kesempatan untuk memenangi kompetisi dengan bersih tanpa skandal,” kata Mourinho saat itu.

Pada 2013, Mourinho kembali melatih Chelsea sementara Guardiola yang telah meninggalkan Barcelona setahun sebelumnya, bergabung dengan Bayern Muenchen. Meski menjalani karier di dua negara berbeda, kedua pelatih ini kembali bertemu pada perebutan Piala Super Eropa.

The Blues kehilangan Ramires yang diganjar kartu merah dan Die Bayern keluar sebagai pemain sehingga Mourinho kembali melontarkan teori konspirasinya.

“Setiap kali saya bertanding melawan Pep, saya selalu mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain. Ini pasti salah satu bentuk aturan UEFA,” kata Mourinho.

Setahun kemudian, pelatih asal Portugal itu kembali mengungkapkan teori konspirasi soal kepala Guardiola yang botak. Ini diawali dengan adu mulut antara keduanya itu terkait berapa panjang rumput lapangan yang ideal dalam forum UEFA.

“Setiap orang punya gaya bermain masing-masing yang harus dihormati. Sepak bola bisa menjadi spektakuler dalam beberapa cara,” kata Mourinho.

Guardiola langsung melancarkan serangan balik: “Keindahan sepak bola bergantung pada pelatihnya. Saya melihat Mourinho lebih mengutamakan hasil daripada keindahan.”

Mourinho tidak tinggal diam dan kembali membalas dengan mengatakan: “Ketika kita menikmati apa yang kita lakukan, kita tidak akan kehilangan rambut kita, dan Guardiola botak. Berarti dia tidak menikmati sepak bola.”

Saat keduanya kembali melatih di kota yang sama, Guardiola di Manchester City dan Mourinho di Manchester United, hubungan mereka sedikit mencair. Tapi, rivalitas di antara keduanya tetap sangat sengit. Begitu juga saat ini ketika The Special One menangani Tottenham Hotspur.

R
Penulis
Rijal Al Furqon