news
LIGA INGGRIS
Solskjaer Mampu Membuat Rashford dan Martial Bahagia, Mourinho Tidak
01 August 2020 22:04 WIB
berita
Marcus Rashford mampu bermain maksimal di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer ketimbang saat bersama Jose Mourinho -Topskor.id/istimewa
MANCHESTER – Ketika Manchester United (MU) masih di bawah kepelatihan Jose Mourinho ada sejumlah pemain bintang yang justru ingin pergi meninggalkan Tim Setan Merah.

Paul Pogba, Anthony Martial, dan Marcus Rashford, merupakan pemain MU yang ketika itu diragukan masa depannya di Old Trafford.




Baca Juga :
- Promosikan Fitur Anti-Bullying, Twitter Malah Mem-bully Bek Tengah Manchester United
- Gagal Merebut Jadon Sancho, Manchester United Diledek Borussia Dortmund di Media Sosial


Pogba berulang kali dikaitkan bahwa dirinya ingin pergi. Begitupun dengan Rashford dan Martial yang masa depannya di tim ini menjadi pertandingan pers dan suporter.

Intinya, ketiga pemain tersebut justru tidak bahagia di bawah kepelatihan Mourinho. Manajemen MU kemudian memutuskan memecat pelatih asal Portugal tersebut dan menggantikannya dengan Ole Gunnar Solskjaer.


Baca Juga :
- Hadapi Sevila di Semifinal Liga Europa, Fan Manchester United Senang Tidak Bertemu Wolves untuk Ke-100 Kalinya
- Pekan Ini, Bek 22 Tahun yang Tampil Mengesankan di Ligue 1 Itu Akan Memilih Manchester United atau Arsenal


Awalnya, keputusan menjadikan Solskjaer sebagai pelatih sangat mengejutkan karena pria asal Norwegia tersebut minim jam terbang sebagai pelatih. Apalagi, rapornya dalam menangani klub-klub besar.

Modal Solskjaer di MU hanya statusnya sebagai mantan pemain Tim Setan Merah. Kini, keputusan mengangkat Ole sebaga pelatih terbukti tepat. Menurut sejumlah fan MU, kunci sukses Solskjaer memang ada dari aspek taktik hingga strategi.

Namun, di  atas semua itu yang paling penting adalah Solskjaer mampu membuat tiga pemain tersebut, khususnya Rashford dan Martial, mendapatkan kembali kegembiraan dan kepercayaan dalam bermain.

Sukses Rashford terpilih mendapatkan penghargaan Premier League Academy Graduate, hari ini, salah satu bukti bahwa di tangah Solskjaer, pemain muda seperti Rashford dapat menyalurkan bakatnya.

Dua hal tersebut yang justru tidak didapatkannya ketika mereka di bawah asuhan Mourinho. Pendukung MU dengan nama LzzDayan di media sosialnya menampilkan cuplikan reaksi Mourinho di pinggir lapangan yang menggeleng-gelengkan kepala ketika Rashford gagal menceak gol dalam sebuah pertandingan uji coba.

Sikap Mourinho tersebut terjadi hanya beberapa pekan sebelum dirinya mendapatkan pemecatan. Insiden lainnya ada di sejumlah konferensi pers saat pelatih asal Portugal tersebut terang-terangan memberikan kritik kepada Rashford dan Martial.

Setelah itu, kabar atau isu soal ketidakbahagiaan Rashford dan Martial pun kerap muncul. Bahkan, keduanya mempertimbangkan untuk meninggalkan Tim Setan Merah.

Seiring dengan itu pula, Pogba pun menambah deretan isu sejumlah bintang MU yang ingin pergi meninggalkan Ols Trafford. Situasi ini pula yang tampaknya menjadi pertimbangan manajemen.

Intinya, mereka tidak ingin kehilangan pemain terbaik yang mereka miliki. Dan, ketiga pemain tersebut tidak bahagia karena sedikitnya penghargaan yang mereka terima dari sikap Mourinho.

Solskjaer melakukan pendekatan yang tepat ketika dirinya datang ke MU. Selain memberikan kesempatan kepada pemain muda, dia berhasil membuat Rasford dan Martial kembali merasakan kebahagiaan bermain di MU.

Kedua pemain ini tampil fantastis untuk MU pada musim ini. Mereka pun memiliki hubungan yang sangat baik dengan Solskjaer.

Dalam 42 laga yang dimainkan Rashford musim ini, dia mampu mengoleksi 22 gol dan memberikan 10 assist. Begitu pula Martial yang menorehkan jumlah gol yang sama dengan rekannya tersebut dan memberikan 11 assist dari 45 laga.

“Saya baru menyadari bahwa betapa kami nyaris kehilangan Pogba, Martial, dan Rashford. Terima kasih Tuhan, kami mampu melewati era Mourinho,” demikian komentar dari Josh dalam akun media sosialnya yang bernama ManUnitedMedia-Josh.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat