news
LIGA CHAMPIONS
Guardiola: Madrid Membuat Saya Menjadi Pelatih yang Lebih Baik
31 July 2020 19:27 WIB
berita
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane (kiri) dan pelatih Manchester City Josep Guardiola -Topskor.id/istimewa
MANCHESTER – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, sudah memikirkan laga menghadapi Real Madrid dalam lanjutan Liga Champions, 7 Agustus nanti.

Pep—panggilan Guardiola—memang membawa timnya unggul 2-1 saat tandang pada laga pertama 16 besar, Februari lalu, sebelum wabah virus corona merebak.




Baca Juga :
- Sergio Ramos Ingin Dua Tahun Perpanjangan Kontrak, Madrid Hanya Bisa Kasih Satu Tahun
- Vinicius Junior Bisa Menjadi Korban Zinedine ZIdane Selanjutnya


Namun, pelatih asal Spanyol tersebut menyadari bahwa hasil tersebut belum cukup membuat timnya benar-benar aman.

“Jika ada tim yang mampu mengubah hasil yang sudah terjadi, itu adalah Madrid,” kata Guardiola dalam wawancara dengan DAZN, hari ini.


Baca Juga :
- Perceraian yang Harus Dibayar Mahal, Cristiano Ronaldo dan Real Madrid Terpuruk di Liga Champions Sejak Resmi Berpisah
- Panas! Kostas Manolas Semprot Media Spanyol Usai Difitnah soal Ini


Karena itu, Pep ingin pasukannya mewaspadai kekuatan Los Merengues yang selalu mampu lolos dari kekalahan sepanjang di bawah kepelatihan Zinedine Zidane.

“Kami telah meraih hasil yang sangat baik pada pertandingan pertama. Namun, jika kami masih mengandalkan hasil tersebut, kami akan memiliki banyak kesulitan untuk lolos ke perempat final,” kata Guardiola lagi.

Pep pun menilai bahwa bagi timnya, berbahaya jika selalu memikirkan tentang seberapa besar peluang mereka lolos setelah kemenangan di laga pertama tersebut.

“Jika ada tim yang mampu mengubah kedudukan, mereka (Madrid) lah tim tersebut. Mereka seperti Barcelona atau Bayern Muenchen yang tahu bagaimana menghadapi situasi seperti ini,” Pep menegaskan.

Semua kekuatan Madrid tersebut, menurut Guardiola karena mereka memiliki pelatih yang spesial seperti Zidane.

Kekuatan Madrid pula yang membuat Guardiola mengakui bahwa Los Merengues yang mengawali dirinya belajar bagaimana menghadapi tim kuat.

“Zidane telah melakukan pencapaian yang sangat baik, dengan memenangkan tiga gelar Liga Champions, dua gelar La Liga, dan itu terjadi justru ketika Barcelona mendominasi sepak bola Eropa,” kata Guardiola.

“Madrid adalah tim yang sangat kuat saat ini dalam sejarah mereka dan dengang menghadapi mereka justru membantu saya untuk selalu menjadi pelatih yang lebih baik,” kata Guardiola. “Pengalaman menghadapi Madrid, membuat saya bisa menghadapi pelatih seperti Jose Mourinho, Manuel Pellegrini, dan semua pelatih hebat,” dia menegaskan.

Meski demikian, Guardiola mengakui bahwa tim yang paling sangat sulit dihadapi sepanjang kariernya sebagai pelatih adalah Liverpool asuhan Juergen Klopp.

“Kami pertama saya datang ke Inggris, Liverpool tidak sekuat seperti saat ini dan saat itu Madrid bahkan jauh lebih kuat. Tapi, sekarang, Liverpool adalah tim yang sangat sulit untuk dihadapi sepanjang karier saya,” kata Guardiola.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat